Selasa, 09 November 2010

Adik-yang-Aneh


9 November 2010
...Anehnya, setelah ponsel sempat mencelup ke piring berisi kuah soto, adekku datang. Cowok, tinggi sepadan dengan kurusnya, kulit mengcoklat sekarang, dan rambut legam lurus. Dia datang dan langsung bertanya pertanyaan yang sangat menohok.
Jir: “Mbak, kamu katanya habis ulangan ya?”
Nut: “Eh?” –mikir, bagaimana anak ini bisa tahu jadwal kuliahku di Jogja? Tapi rasanya tetap saja aneh mendengar kata “ulangan”.
Jir: “Trus dapat berapa ulangannya sampean?
Nut: “Glek!” *tersedak sendok makan. Bayangan nilai UTS menari-nari di pelupuk mata. Dan sebagai kakak yang baik aku jujur. “Kayakna jelek deeeh..” *pipi merona, malu menunduk.
Jir: “Sama Mbak, aku juga jelek-jelek!” *nada over bangga.
Nut: “Glek!” *busyet nih bocah..
Jir: “tapi ada tiga yang bagus-bagus lho Mbak.. terbaik di kelas. Bahasa Inggris 95, Matematika 86, terus IPS.. 75”
Nut: "Bagus.. bagus.. tapi kok bisa? Yang jelek apa aja?”
Jir: “Banyaak...! bahasa Arab aku dapat empat lho! Mbak bisa bahasa arab ga’?”
Nut: “Er... bisa, bisa” sahutku berusaha tampak berwibawa. Maksudku, dari SD sampai Kuliah aku mengunyah bangku sekolah negeri, bukan sekolah islami seperti adik-adikku.
Jir: “Bahasa arabnya kursi apa sih?” *nada ngetes
Nut: “Kursiyuun” jawabku asal.
Jir: "Kalo' pensil?"
Nut: "Hm... paviliuuun."
Jir: Gleks!*
Kemudian adikku dengan senang hati membongkar 'aib'-nya. Bahasa daerah mendapat tiga, dan beberapa yang lain berkisar antara 4,5, dan 6.
Jir: "Malah Rarah dapat endhog* tiga hayooo!" (menyebut nilai *telur=nol temannya)
Nut: "Oh ya?"
Jir: "He-eh, cepet kaya dia Mbak, punya endhog banyak..."
Nut: *Siiiing!
Adikku yang satu ini memang sering membuat orang tersedak jika ia lontarkan ucapan kreatifnya. Pernah suatu ketika...
Jir: "Mum, kapan Mbak Nut nikah?"
Mum: *Gleks! "Kenapa emangnya Jir?"
Jir: "Yaah, pengen aja punya keponakan. Ibu gendong bayi udah mirip mbahnya.."
Mum: *Siiiing!
Nut: *mendelik, syok. \m/ (masih semester tiga, tolong Mbejog Ya Allah... ga' mau nikah muda!)
Tapi memang terkadang komentar-komentar aneh pun bersahutan di rumah.
Nut: *tiba-tiba ngakak baca sms teman.
Sms itu berbunyi:
Yoah > kamu kenapa seh Nut? *protes karena Nut mendadak mengeluarkan pertanyaan brilian bertemakan jati diri, Tuhan, dan hambaNya. --filsafat tinggi--
Nut > ga' papa. Salahkan hormon.
Yoah > daritadi salahkan hormon muluu..
Nut > kamu cemasin aku po?
Yoah > Lha gimana kalo' kamu bunuh diri? trus jadi arwah penasaran datangi aku?
Saat aku ngakak itu-lah, adekku yang bungsu terpana, karena bebeapa menit sebelumnya aku luar biasa manyun dan suka berteriak gusar.
Ain: "Mbak Nut kenapa seeeh?" *nada lugu dan bingung.
Nut: "Hahahahahahahahaha!" *masih tertawa aneh.
Iqo: "Mbakmu terkena... gangguan kejiwaan! *nada sarkatis, ucapan adik pertamaku yang sedang berkutat dengan macam-macam enzim kepada adik bungsuku yang masih kelas A TK.
Dan tadi siang Ain menemaniku di rumah setelah pulang sekolah. Ia sangat suka menggambar dan mewarnai. Alhasil dinding kamar jadi korban. Dan aku selalu takjub dengan gambarnya, mulai dari robot, monster kentang, dan monster ular.
Nut: "In.. kamu kalo' udah gede mau jadi apa?" *pertanyaan klise orang dewasa.
Ain: "Hm.. ga' tau." *sibuk mewarnai LKS nya.
Nut: "Dokter?" *usulan sangat kliseeeee.
Ain: "Polisi aja..."
Nut: "Kenapa polisi? arsitek ajaa..." *lupa memakai istilah asing untuk anak TK.
Ain: "Ga' deh.. ga' deh.. aku mau jadi Mbah Surip!"
Nut: *Gleks!
Ain: "Biar bisa digendong kemana-mana..." *mulai menyanyi.
Nut: "Siiing*

Semakin lama, generasi muda semakin aneh.

2 komentar:

  1. Wkwkwkkwkwkkwkwkwkwk............ Hadoh mbak junda, postinganmu selalu lucu. membuatku makin tertarik untuk mengikuti tiap harinya. eh, sebelum aku lanjut, jawab dulu pertanyaanku. Nut, jir, gut, iqo dan lain-lainnya iku sopo seh? Bingung aku.

    BalasHapus
  2. anggep aja tokoh cerita
    hahahahaha.

    BalasHapus