Jumat, 20 Januari 2012

Beberapa Buah Pikiran Galau

Setelah beberapa lama vakum, dikarenakan proses-singkat-uas-yang-menjadi-maha-panjang, mungkin sebaiknya aku mempublikasikan beberapa buah pikiran yang disebabkan kesetrum kebijakan-presensi-kampus. Daya kejutnya cukup membuat imajinasi luluh lantak, dan hasrat apa pun yang menyenangkan agak menguap.

Entah darimana dialog ini berasal, yang jelas otakku tiba-tiba merekam dialog antara Nut dan si-Absurd.

Absurd: "Mbak apa kuliah di Komunikasi itu susah?"
Nut: "Nggak kok, nggak susah. Tapi bikin merana."

Beberapa kali pula aku tafsirkan dari berbagai sudut jawaban asalku ini. Tapi memang benar adanya, "merana" adalah kata yang relevan untuk saat ini.

Temanku, Mika yang hari ini bernasib sama denganku, mungkin agak depresi. Karena tadi dosen yag kami temui bilang, "ah, kalian pacaran saja kerjanya.." dan Mika pun nyatanya single, ia pun membantah. Sore ini, baru saja ia sapa aku di facebook.

Mika: "Heh"
Nut: "Hah"
Mika: "Ayo cari pacar"
Nut: *keselek "Buat apa?"
Mika: "eskapisme."

Aku dibuat merinding tiba-tiba oleh rasa-putus-asa-Mika. Menduga-duga bagaimana caranya cari pacar secara mendadak. Tapi untunglah, ia segera makan bakso.

 Buah pikiran yang lain adalah tentang KKN. Karena KKN di kampus kerakyatan ini sifatnya tematik, mahasiswa berhak pilih sendiri daerah binaannya. Di tengah kondisi belum dapat kelompok yang "pas" tiba-tiba ide asalku nyelutuk: Kenapa nggak ada yang KKN di kampung Inggris Pare? Pulang bawa kefasihan bahasa asing. Lumayan bukan? Daripada pulang bawa cinta segitiga dengan warga lokasi KKN?

Ah, buah pikiran. Lagi-lagi lahir ide futuristik yang terjadi di masa pasca UAS.

Riv: "Ada ide buat nulis cerita horror?"
Nut: "Ada. Sistem database kampus kacau, portal akademik lenyap."
Riv: "Emang itu mengerikan?"
Nut: "Iyalah. Coba bayangin, tiba-tiba seluruh arsip mahasiswa di kampus hilang."

Seram bukan? 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar