Tampilkan postingan dengan label begok-parah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label begok-parah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

Cemilan Baru ala Maaggie


Maag akut membuatku memikirkan ulang konsep gaya hidup yang sehat. Jadi selama ini gaya hidup mahasiswa itu.. err, terpaksa aku bilang; susyah-untuk-sehat. Hidup mahasiswa itu lebih banyak didominasi oleh begayaan begini begono. Maksudku, kadang kita mahasiswa bisa begaya ala aktivis, demo sana sini padahal sih ga paham paham amat sebab muasal tereak tereak kepanasan, lalu begaya sok borjuis, nongkrong di kafe sana sini padahal masih ngutang di angkringan, ada pula begaya jadi mahasiswa intelek, padahal 99% kutipan di makalah hasil dari adopsi langsung di Wikipedia.

Jadi nih ya, aku pun ikut begaya-begayaan sok sehat sok sibuk. Yah jadi nih ya, hahaha, aku begaya jadi filsuf, mikir yang berat-berat, jadi deh begaya sakit maag akut. Jadilah aku kalo ditanya, inginnya sih sangat kalem. Umpama begini:

"Lo kemaren sakit apa?"
"Gastritis"
"Buset, apaan itu?"
"Semacam kontraksi perut"
"Wedeh, lo ngelahirin?"
"Bukan Dodol! itu rasanya menderita MAGH PARAGH"
"Oh.."

Dan itulah mengapa aku tidak lagi sungguh-sungguh simpati pada iklan tahunan tiap Ramadhan yang dibintangi Dedy Mizwar. Promag sumpah-demi-perut tak akan pernah mujarab. Lalu yang paling mengenaskan adalah asupan sambal sangat berkurang drastis. Ibarat cabe naik harganya seribu kali lipat, begitulah aku mengkhianati petani cabe. Aku menjauhinya dan aku diam diam berselingkuh dengan bubur ayam ga' pake kuah. 

Sebenarnya, ini semua demi anakku kelak. Alibi ini selevel alibi tingkat visioner. Maksudku, ayolah, bayangkan saja tiap maag ini kumat, ugh! rasanya hidup dan mati beda tipis. Kau hanya bisa meringis dan berguling guling di kasur tanpa alasan yang jelas. Kau harus menikmati satu persatu napasmu yang sesak dan perutmu yang mengembung keras seperti ikan fugu, dan punggungmu yang rasanya tergilas truk, dan otot perut yang tegang, disertai kram luar biasa. Ini semacam kontraksi, eh. Jadi, kadang aku cemas kalau terlalu banyak kumat, aku tidak akan sempurna merasakan kontraksi saat bersalin kelak. Dan aku tak akan sempurna menjadi seorang ibu yang penuh pengorbanan.

Kadangkala, reaksiku adalah pasrah tak berdaya apa adanya dan bersahaja saat aku harus diculik dan dibawa ke IGD. Tapi percayalah, berkali-kali aku kesana tak pernah aku paham sekali pun mengapa namanya berubah dari UNIT GAWAT DARURAT menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT. Maksudku, seni instalasi cukup keren dan memikat, lain halnya dokter yang biasa mengabaikanku di IGD.

Jadi saat terakhir kalinya aku kambuh, whoa! satu-satunya yang dapat menghiburku di ruang IGD adalah pertanyaan khas dokter hampir ke semua pasien di sebelahku, termasuk aku:
"Eeknya gimana?"

Di tengah bermacam-macam keluhan, dokter di rumah sakit rujukanku itu sangat gemar bertanya tentang "eek" dan aku curiga ia punya minat khusus pada benda berharga satu ini.

Dokter: "Eeknya gimana Mbak?"
Nut: "Eh..?"
Dokter: "Normal bentuknya? susah atau gampang?"
Nut: "Eh...?"
Dokter: "Tadi masih sempat eek?"
Nut: "Ehhhhhh.......?"

Dalam kondisi lemas bagai kertas, aku hanya berusaha menghayati sepenuh hati penderitaan perutku, memikirkan para anak gizi buruk di Somalia atau Nigeria atau Zimbabwe sedangkan aku menyia-nyiakan enaknya beras impor. Sedangkan urusan "eek" aku bahkan lupa sama sekali. Dan bagi dokter tersebut, ia bagaikan arkeolog yang menunggu kabar artefak terbaru.

Saat kesehatan mulai membaik aku pun mulai mengatur strategi baru. Maksudku, selama ini oh-please-deh-generasi-ababil, aku seringkali mengabaikan apa itu kecanggihan Google dalam menasehati masalah kesehatan. Aku telusuri artikel-artikel maag dan macam macam terapi serta rintangannya, lalu kudapati bahwa BENGKOANG adalah umbi-umbian super-duper-ajaib.

Sejak saat itu, kudeklarasikan di status facebook cemilan utamaku adalah BENGKOANG. 

Wahai Mahasiswa setanah air sebangsa sepresiden, khasiat bengkoang selain dapat menjadi rujak manis dan es buah, ia dapat mengurangi asam lambung, mendinginkan perut, menyelamatkan dehidrasi, pengganti karbohidrat skala kecil, memperkuat tulang, melancarkan sembelit, menyukseskan diet, dan yang terpenting KULITMU AKAN SEPUTIH CITRA.

Sekarang pun aku sedang mengudap bengkuang gajah yang lezat dan segar, kraus.. kraus... Anda mau?


P.S: no sambal pedas, no banyak S (santan,soda,saus,es) no banyak MSG, NONONO Mie Instan! ...err, kalo' yogurht masih dipertimbangkan, aku sedang ajuin banding ke Mahkamah Agung. 
Yes abon, yes nasilembek, yes buryam, yes kerupuk, YES BENGKOANG.

kadang saat aku tersiksa dengan pantangan-pantangan ini, aku teringat pada perjuangan Lin Lin mengatasi jerawatnya dengan pantangan belasan kategori makanan. :')






Jumat, 20 Januari 2012

Beberapa Buah Pikiran Galau

Setelah beberapa lama vakum, dikarenakan proses-singkat-uas-yang-menjadi-maha-panjang, mungkin sebaiknya aku mempublikasikan beberapa buah pikiran yang disebabkan kesetrum kebijakan-presensi-kampus. Daya kejutnya cukup membuat imajinasi luluh lantak, dan hasrat apa pun yang menyenangkan agak menguap.

Entah darimana dialog ini berasal, yang jelas otakku tiba-tiba merekam dialog antara Nut dan si-Absurd.

Absurd: "Mbak apa kuliah di Komunikasi itu susah?"
Nut: "Nggak kok, nggak susah. Tapi bikin merana."

Beberapa kali pula aku tafsirkan dari berbagai sudut jawaban asalku ini. Tapi memang benar adanya, "merana" adalah kata yang relevan untuk saat ini.

Temanku, Mika yang hari ini bernasib sama denganku, mungkin agak depresi. Karena tadi dosen yag kami temui bilang, "ah, kalian pacaran saja kerjanya.." dan Mika pun nyatanya single, ia pun membantah. Sore ini, baru saja ia sapa aku di facebook.

Mika: "Heh"
Nut: "Hah"
Mika: "Ayo cari pacar"
Nut: *keselek "Buat apa?"
Mika: "eskapisme."

Aku dibuat merinding tiba-tiba oleh rasa-putus-asa-Mika. Menduga-duga bagaimana caranya cari pacar secara mendadak. Tapi untunglah, ia segera makan bakso.

 Buah pikiran yang lain adalah tentang KKN. Karena KKN di kampus kerakyatan ini sifatnya tematik, mahasiswa berhak pilih sendiri daerah binaannya. Di tengah kondisi belum dapat kelompok yang "pas" tiba-tiba ide asalku nyelutuk: Kenapa nggak ada yang KKN di kampung Inggris Pare? Pulang bawa kefasihan bahasa asing. Lumayan bukan? Daripada pulang bawa cinta segitiga dengan warga lokasi KKN?

Ah, buah pikiran. Lagi-lagi lahir ide futuristik yang terjadi di masa pasca UAS.

Riv: "Ada ide buat nulis cerita horror?"
Nut: "Ada. Sistem database kampus kacau, portal akademik lenyap."
Riv: "Emang itu mengerikan?"
Nut: "Iyalah. Coba bayangin, tiba-tiba seluruh arsip mahasiswa di kampus hilang."

Seram bukan? 
 

Senin, 27 Juni 2011

Nilai Baru



Sap: apa kabar?
Nut: lumayaaan
Sap: lumayan apa?
Nut: lumayan ASEM
Sap: emang kabar asem gimana?
Nut: ASEM KABARNYA SANGAT ASEM


Salam Hormat Bang Groar, nilai saya COOL, you know what i mean? COOL, n COOL
You rock men... 

Sap: emang kenapa?
Nut: KHS
Sap: apaan itu?
Nut: Kartu Hasil Siksaan Studi
Sap: Oh, ada-ada aja
Nut: Masa' kamu ga' tau? rapor mahasiswa itu
Sap: Oh iya lupa.. habisnya kamu mengalihkan ingatanku. Hm, semoga besok dapat kedondong deh biar manis
Nut: kedondong sepet juga Sap... -__________-"

Kamis, 09 Juni 2011

Aplikasi Norak!

Oke, ini aib. 
Dan sangat BEGOK \m/

Sembari menanti KRS yang tiada berhasil sampai detik ini, iseng iseng nge-klik facebok, dan mendapati aplikasi hiburan ga' penting di salah satu profil sepupu. Aplikasi yang sepertinya buatan negeri sebelah ini tanpa aku ketahui aturannya: SIAPA BERANI MENCOBA, OTOMATIS BERANI TAG KE TEMAN

Mungkin aku yang terlewat gaptek, atau memang desain aplikasinya seperti itu. Tanpa sadar ke-upload di profil dan SIALNYA random numpang eksis di berbagai profil teman. Sumpah deh, seperti undangan nikah. Bisa jadi: mirip promosi diri mencari pasangan.


Untungnya, ada dua orang teman yang langsung komen:
X: Wah, opo iki? hahahaha
Y: =D Kok ke-aplod ke aku say?

>,< Malu Banget! Yaiks!
PS: Segera dihapus dan untung ga' ke-tag ke orang-orang tertentu yang berbahaya.

Jumat, 18 Februari 2011

Jam 7 pagi, rawan kebalik!

Tolooong Mbejog Ya Alloh!!! \m/

Ini adalah teriakan ngeri saat melihat jadwal KRS semester 4 ini dipenuhi angka 7! 7777. Mampus! Kamu tahu artinya? Ada empat matakuliah pada jam tujuh pagi TENG TONG! Itu artinya empat hari kuliah, dari Selasa sampai Jumat MAHASISWA akan merasa dirinya kembali sebagai seorang PELAJAR, yang harus bangun pagi-pagi untuk melahap materi kuliah. Pendek kata, status GAWAT akan berkibar bak bendera merah putih di upacara hari Senin.

Sebenarnya ini bukan saja suatu MUSIBAH bagi mahasiswa, tapi juga DOSEN. well, harus aku akui, statf akademik kreatif parah mengatur jadwal mahasiswa 2009 komunikasi media. Masuk jam 7 pagi, dan mata kuliah kedua jam 3 sore. Ini penyiksaan bukan? Hanya terkadang ada dua pilihan, kamu lebih enggan bangun pagi apa bangun siang untuk jalan ke kampus. 

Agak kesulitan awalnya untuk adaptasi, dan memperbaiki sistem otak. Pada hakikatnya, keadaan seperti ini haruslah DISYUKURI, sangat! karena 1. tak ada penutupan gerbang kampus jika terlambat, 2. tidak ada upacara di lapangan, 3. tidak ada olahraga pagi seperti senam Jumat Sehat, 4. dan yang terpenting tidak ada kerja bakti!

Kamu tahu, dipikir-pikir tersiksa sekali kita dahulu dengan seragam sekolah yang menunjukkan pengekangan terhadap kebebasan 'semau-gue' (*ketawa setan), dan kini adalah surga dunia, di mana kuliah libur Sabtu Minggu, tidak diharuskan ikut PMR atau Pramuka, dan tidak ada latihan baris berbaris! Namun mengapa masih mengeluh?

Oke, lanjut. Meski agak sedikit syok dengan jadwal yang sangat kontras semester ini, setidaknya jadwal semester ini membuat kalori lebih cepat terbakar secara efisien dan banyak waktu yang dihabiskan di kampus tercinta, seperti sudut perpus atau sudut kelas. 

Hal mengenaskan adalah: saat kamu menyadari di tengah jalan kaos kakimu beda warna sebelah, baju terbalik, jilbab terbalik, dan rok terbalik! (sumpaaaah ya, ini aib paling besar di zaman persekolahan dan perkampusan), untung trend fashion akhir akhir ini menyukai keberbedaan antara kiri dan kanan. :P

Hal membanggakan adalah: saat kamu menyadari tukang laundry, konter pulsa, toko foto copy, dan kios jus masih tutup dan bebaskan dirimu untuk merasa menjadi orang paling rajin sedunia.  :D

Jadi, kuliah jam tujuh pagi? *bukankah ini sangat menggairahkan, eh?

Senin, 17 Januari 2011

Uas dan efeknya

Siang ini, biskuit saltines (tanpa gula) adalah satu-satunya penyelamat perut sebelum seorang mahasiswi begok ditemukan terkapar di kamar Sinking-Titanic-nya, tewas kelaparan dan seperti pecandu online Jepang, hikikomori. UAS juga merupakan salah satu penyebab mahasiswa terjangkit stres akut dan mengurus-kering-kerontang tiba-tiba karena harinya dipenuhi asupan lusinan buku secara signifikan. Meski demikian belum ada korban jiwa 'betulan' dalam tragedi UAS selama ini (kecuali film 3 idiot, mati karena tugas akhirnya ditolak oleh rektor). Pihak rektorat pasti menutupi segala aib yang berhubungan dengan UAS *gaya mengendus. UAS perkampusan belum pernah secara serius diekspos media massa. ANEH. Padahal UAN selalu dapat perhatian rubrik pendidikan di koran koran nasional. UAS dianaktirikan. Well, sebenarnya oleh pelaku UAS juga.


 Uas juga seringkali diartikan sebagai Ujian Akhir Santai atau pun Ujian Agak Serius. Maka dari itu sebuah polemik muncul saat UAS terus diadakan selama bertahun-tahun lamanya tanpa kemajuan signifikan terhadap anak didik dosen. Udah deh... bahasaku jadi ikutan baku kaya' gini. Hadeeh.. -__-"


Efek samping Uas salah satunya adalah semakin banyaknya pasien di klinik kampus. Tidak ada lima menit, diagnosis dokter yang bertumpu pada komputer selalu memberikan obat yang sama karena persediaan terbatas mengingat layanan kesehatan ini adalah GRATIS. Maka, pernah sesekali aku mencoba datang karena gejala yang menurutku tidak biasa dan mencurigakan..

Bu dok: "apa Mbak gejalanya?"
Nut: "sering pusing mendadak, terus kalo' udah makan gampang lemes Dok, saya rasa ada gangguan pada tekanan darah saya, trus pusingnya di bagian samping dan depan kepala, trus sering merasa mual dan sesak napas... mungkin saya agak tertekan, apa ada indikasi semacam hipertensi atau justru hipotensikah? saya juga gaaaampang banget kecapekan padahal tidak beraktivitas berat seperti part time nguli bangunan di gedung kampus saya yang baru." *hiperaktif nggak, hiperbolis iya.
Bu dok: "oh, santai aja.. itu sakit pra uas. Udah biasa kok..." tersenyum kalem dan mengarahkan steteskop ke perut mengecek bunyi lambung.
Nut: *Glek. 
Vonis dokter klinik kampus luar biasa mencengangkan.

Dan menjadi anak budiman dua minggu Uas adalah proses yang cukup berat, sehingga sepertinya bahkan mengurangi berat badan sendiri. Uas pun bisa menyita isi dompet. Contoh, kamu merasa harus makan makanan enak dan bergizi karena curiga makan indomie dan nasi telur burjo terus menerus menyebabkan proposal penelitianmu macet di tengah jalan karena mulas. Jadi korelasinya sebanding dengan berapa rupiah yang dikeluarkan untuk makan enak. Hahahaha.. *tertawa ngeles.

Begitu juga dengan TA atau pun skripsi. Mbak tetangga samping kamar -_-", mulai menunjukkan gejala-gejala ketidakstabilan emosinya. Setiap hari, aku dibangunkan dengan lagu-lagu yang sama, dan sampai hapal. "Wanita dijajah Pria" selalu mengiringi bangun siangku. Tapi terkadang ia akan sangat senang memutar lagu Michael Jackson, Endah n Rhesa, Float dan lagu-lagu barat yang cukup enak di dengar. Yang jelas, ia tidak berganti haluan ke dang dut atau bang Rhoma.
 
Kali ini, Mbak Sup hobi memutar lagu Penggemar Rahasia-nya oleh Sheila on7.

M.Sup: "Nut, denger deh, ini lagu yang sekarang aku banget. Hohoho.."
Nut: "emang lagi ngefans sapa?"
M.Sup: "banyak dooong. Ga' satu doang, Mr. Er teruuuus. Terapkan konsep recycle pada gebetan. Jadi jangan terpaku sama satu cowok, yang banyak sekalian biar kita ga' stres. Ini adalah strategi yang sangat tepat. Hoho.." *hari ini mbak Sup entah mengapa gaya bicara dan rambutnya mirip ibunegara, Ani Yudhoyono.

Akhir-akhir ini juga ia sering menanyakan hal yang sama 2-3 kali padaku. "Nut, kamu udah aku ceritain belum kalo aku ketemu si Mao di depan atm BNI?" "Nut, aku udah tunjukin belum fotonya si Den, temen yang aku ajak kondangan maren?"

Begitu seterusnya, sampai aku perlu ingatkan berkali-kali kalo' mbak Sup udah bercerita tentang insiden ketemu Mr. Mao dan kondangan dengan Mr. Den ke semua orang di kos lantai atas. Lalu dia akan menyodorkan sketsa terbarunya untuk tugas akhir.

M.Sup: "Nut, hee.. liat deh. Ini gambaranku lho.. udah lama aku nggak gambar."
Nut: *Siiing
(Mbak Sup adalah anak arsitektur dan baru kemarin lusa kamarnya berantakan penuh sketsa bantaran kali Code).
Nut: *mengamati dengan muka serius, "ini apa depan masjid?" *menunjuk suatu gambar abstrak.
M.Sup: "Mana? itu amphiteater.."
Nut: "Oh, trus ini gerobak yaa?" *menunjuk gambar mini gerobak bakso dan gerobak pasir.
M.Sup: "HUAAA!!! Hore!!! akhirnya ada yang ngerti gambarku juga!"
Nut: "Hah? maksudnya ga' ada yang paham ini gambar apa?"
M.Sup: "Iya, selalu tanya itu apa... huahahaha, Nut! kamu bisa identifikasi gerobak dengan jelas."
Nut: "Lha emang kenapa gambar gerobak segala? ini tempat apa? lahan PKL?"
M.Sup: "itu parkiran."
Nut: "Hah????" *bengong, dan lupa untuk kesekian kalinya mengusulkan teman game The Sims 3 untuk tugas TA atau skripsi mbak Sup.


Beberapa efek lain karena Uas adalah:

1. kamu akan sering mimpi tentang tugas dan dosen. Baru-baru ini aku mimpi asisten dosenku memaksaku ngecat dinding dan aku terjatuh hingga patah tulang. Serem euy.
2. Memori jangka panjangmu akan sedikit kabur karena asupan berlebihan dari materi Uas dalam memori jangka pendek. Aku kemarin bahkan lupa nama teman seangkatan sejurusan dan sekelompokku dulu waktu MOS. Ajaib. Aku memikirkannya hingga berhari-hari.
3. kamu akan jarang mandi. Serius, aku sekarang membatasi penggunaan air bersih untuk mandi, karena prihatin dengan Uas yang berkepanjangan.


Tapi menurutku hal yang paling parah adalah saat mbak Sup menyangka buntelan laundry yang kudekap adalah bingkisan boneka dari seorang cowok. Dan hari ini aku sukses mengenakan bolero terbalik saking tergesa-gesanya. *semoga penjaga rental di ujung gang yang cakep itu tidak sadar Tuhan.. amin.
Hehehe...
  Luar biasa`mbejog deh.

Jumat, 12 November 2010

'Aneh' itu sebaiknya dilegitimasi dan dilegalisasi...

Sejauh ini menurutku, Nut itu.. tidak aneh-aneh amat. Tapi menurut teman-teman anehku pun, aku aneh. Apa seaneh itu? Aku rasa, tidak.

Perilaku aneh seringkali berjalan normal bagiku, seperti:

--Main keyboard di kamar Mbak kos--

Awalnya semangat sekali mempelajari not-not dan tangga nada sebuah lagu. Lama-lama hanya mainkan not-not lagu yang telah hapal di luar kepala, yaitu:

1. Are you sleeping?
2. 17 Agustus
3. Ibu Kita Kartini

Dan beberapa baris not lagu nasional.

Kemudian mencoba menggubah lagu, yang melodinya sangat tidak umum alias asal mencet tuts.

Nut: "keren gaaa' permainan keyboard-ku?"
M.Sup: "Ora cetho blas".
Nut: Jleb!* Tertusuk tiga pedang.

Tapi yang paling parah adalah gagasan brilian di tengah keputus-asaan bermain alat musik tanpa bakat.

Nut: "Mbak Sup, main keyboard sama dahi belum ada kaan?"
M.Sup: Siiing*
Nut menundukkan kepala kecewa hingga dahinya menekan tuts tuts keyboard.

Nut: "Mbak Suuup, gimana kalo aku ikutan IMB? belum ada bakat main keyboard ma dahi kan kontestannya?"
M.Sup: SIIIING*
Nut: "Hm... Ga' jadi deeh," berpikir ulang bayangin dahinya membentuk tuts-tuts keyboard, dan cairan dari jerawatnya mengotori tuts tuts keyboard... *yeiks.

Lalu kemarin lusa ia kembali diingatkan Yoah tentang betapa anehnya dia, hanya karena obrolan-begok:

Nut: "Pengen kunang-kunang..."
Yoah: "Mulai keluar anehnya, habis ini pasti ada lanjutannya..."
Nut: "Pengen sandal jepit bakar..."
Yoah: "Tuh kaaaan...! Emang ga' pernah liat po?" *menuding sambil takjub.
Nut: "Lupa, ga' pernah kayaknya.. sapa tau kunang-kunang itu kaya' peri hutan. Punya sayap ijo nyala atau kuning nyala.. kamu pernah?"
Yoah: "Khayalanmu Nakkkk! Dulu sering. Sudah pensiun saya dari jabatan ketua bolang. Dulu masih suka kabur dari penggajian malam-malam buat cari jangkrik di sawah sama sering liat kunang-kunang."
Nut: "Oooh, pasti kamu cakep dulu."
Yoah: "Astagpirulooh! kok bisa?"
Nut: "Kan di sawah tuh, gelap-gelap. Jadi mukamu ga' jelas. Terus kena cahaya kunang-kunang, jadi berefek 'cool' gitu."
Yoah: "Buahahahahaha. Edan, edan, edaaan."
Nut: "Jadi pengen buat dongeng. Kamu cerita aja masa kecilmu, ntar aku buatin dongeng judulnya 'Yoah si Gembil'... ceritanya ntar kamu diculik alien yang nyamar jadi kunang-kunang terus dipaksa kerja dipabrik rokok buat amunisi bakar hutan. Terus peri-perinya jadi sediiih..."
Yoah: "Edyaaaaan! ckckck, kok masih ada umat kaya' gini duh Gusti..." *berniat tobat habis ini.

Sampai akhirnya Yoah mengirim sinyal:
#nyerah, mengibarkan bendera putih... heran, melongo, melototin orang.
Ia pun berniat menganugerahi Nut piala ratu teraneh seduniaa!!!
Yang hendak dianugerahi pun usul harus ada red carpet diiringi marching band UGM. 

Karena bukti-bukti otentik berikut:
1. Nut suka membayangkan wajah orang dengan makanan, seperti sushi dan udang secara refleks karena kaitan irasional.
2. Nut suka ngidam yang aneh-aneh, misal malam malam pengen tidur di Transjogja.
3. Nut suka mendadak tanya sok filsuf.
4. Nut membuat password sekarang untuk agen KOAP (kumpulan orang aneh dan pekok), ia curiga agen mata mata dari planet chobby-chobby ---*seperti obama---akan menyamar jadi sahabatnya.
5. Nut suka sekali menyalahkan hormon wanita atas kejanggalannya.

Nut: "mulai sekarang kalo' melapor passwordnya gink-gonk gink-gonk"
Agen2: "Siaaap!"
Nut: "Coba tes!"
Agen 2: "Gink... gonk, gink.. gonk.."
Nut: "SALAH! Intonasinya salah, temponya cepat. Gink gonk gink gonk."
Agen 2: "er... artinya apaan emang?"
Nut: "Ga' ada. hahahahaha!" *ngakak sendiri.
Agen 2: Siiiiing*

Lama-lama, wabah 'aneh' pun menyebar secara perlahan namun pasti.... *menyeramkan.



Minggu, 31 Oktober 2010

ATM oh ATM

Salah satu penyakit terparah di dunia adalah: "pikunan"!
Serius deh \m/ *help meeee!

Beberapa faktor yang menyebabkan seorang-pikun-parah berhasil ditemukan, di antaranya:
1. Tidak fokus
2. Tergesa-gesa / gampang panik
3. Tidak ada space di otaknya

Beberapa bulan yang lalu, aku terjangkit pikun-akut. Seperti bocah ling lung, yang selalu berhasil meninggalkan apa pun di kelas. Lucunya, seringkali ditemukan oleh teman yang sama.

Meggy: "Nut, ini agendamu?"
Nut: "Iyeee... lho, kok di kamu?"
Meggy: "Nut, ini bukumu?"
Nut: "Walah! perasaan udah aku masukin tas lho.."
Meggy: "Nut, aku nemu lagi note, aku buka eh lagi-lagi punyamu kamu.."
Nut: *Nyengir polos bercampur memuja-muja seolah melihat malaikat turun bersayap.

Lalu, akhirnya, sebuah note-baru-garis-garis-keren RAIB.
Nut: "Meg, liat note-ku kagaak?"
Meggy: "Wah kali ini aku ga' nemu Nut..."
Nut: "Hadooooh, dimana yaa?" *mulai frustrasi.

Atau seperti minggu lalu, ditemani temanku, si Yoah, aku berangkat membeli modem di Jogja Tronik. Sok paham, aku angguk-anggukan kepala saat mbak penjual menginstruksikan cara aktivasi modem dan kartunya. Sesampainya di kos: LUPA! --apa yang dikatakan Mbaknya tadi--

Nut: Kowe tadi hapal ora userid yang dibilang Mbaknya?
Yoah: Ora... kowe seeh, kebanyakan makan.
Nut: Susah nih. Aku gaptek sih.
Yoah: Mending Nut, kowe gaptek, aku butek..
Nut: Apaan?
Yoah: Buta teknologi..
Nut: *Siiiiing

Terpaksa kembali ke Jogjatronik, malam-malam yang dingin dan melelahkan. Si Mbak tersenyum, ia berkata, "di kartu ini udah ada Mbak, instruksinya... Nah, nomor yang baru ini yang dimasukin.."
Jadi sesederhana itu dan aku tidak paham maksud mbaknya tadi siang.



Insiden di atas tidak seberapa heboh. Yang menyedihkan saat insiden ATM, mengguncang harinya. Betapa tidak, aku tidak menyangka kebegokan-ku melebihi standar yang berlaku. Jadi singkatnya aku punya dua kartu atm. Sebut saja Bank Beib dan Bank Beop. Bank Beib adalah bank utama penyalur dana finansial mahasiwa begok, sedangkan bank Beop, bank cuma-cuma yang dermawan bagi-bagi uang. Berjalanlah aku ke bank Beop, niat mengecek saldo siapa tahu kaya mendadak.

Masukkan kartu ke mesin atm > kartu ditelen > password dipencet > cek deh!

Namun, kebegokan yang ada kambuh, fokus pada ponsel --sandi ATM Bank Beop disimpan di phone-book--tiga kali isi sandi GAGAL.
What's wrong?
Sudah mulai emosi, menuduh mesin atm Bank Beop payah, mengeluarkan kartu dan.. terpana. *Siiiiing
KARTU YANG DIMUNTAHKAN KEMBALI ADALAH KARTU BANK BEIB!

Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!
Dengan naluri lembut, menyangka telah masukkan ATM yang benar dengan password yang sesuai, akhirnya sukses KARTU DIBLOKIR.
*Makan apa Tuhan habis ini???

Terhuyung-huyung, aku harus kembali menanggung resiko ngurus ATM ke Bank Beib.

Hari pertama: Hampir naik bus ke sana, dompet ketinggalan.
Hari kededua: Capek-capek sampai di depan bank, buku rekening ketinggalan.

Dan semua karena lupa!

*Bertanya-tanya adakah nasabah seidiot ini di Jogja?