Tampilkan postingan dengan label tema begok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tema begok. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

Sungguh Terlalu


Kepolosan Yoah seringkali menyebalkan. Aku masih saja terkejut mendapati komentarnya yang polos bin ajaib. Hal ini terbukti lagi saat kami berdua jalan-jalan ke mal, yang entah berapa abad lamanya tidak kami sambangi, dan kebetulan berniat menonton The Avengers. 


Yah, konsekuensi saat mengajaknya nonton kali ini adalah: 
1. Dia tidak tahu Marvel,
 2. Dia tidak kenal Johnny Deep, 
3. Dia lupa pada Joko Anwar.


 Sialnya lagi, setelah ditemani antri, ia akan menghilang di balik toilet pria, sehingga aku harus memutuskan sendiri dengan kebingungan bijak hendak menonton film apa, saat bioskop dipenuhi penggila superhero. 

Alhasil, terbeli sudah dua tiket Modus Anomali. Kau tahu? itu sejenis film thriller yang menyeramkan dan hanya bercerita di dalam hutan, sehingga mau tak mau, berkali kali aku menutup mata. Aku benci melihat adegan orang disayat seperti kambing kurban, apalagi membayangkan seseorang membuntuti lakon film dari belakang. 

Kebetulan pula, saat itu hanya terdapat segelintir penonton, sehingga membuat suasana semakin mencekam. Parahnya, Yoah sama sekali tidak setia kawan dalam menghadapi pasangan di sebelahnya yang berkali-kali memohon perlindungan. Ia-tanpa-ekspresi. Bahkan, ia tanpa kedip sambil mulut sedikit terbuka, terpesona melihat adegan per adegan yang menegangkan.

Dengan santai tanpa menoleh sedikit pun, ia menginstruksikan; "donat." Aku yang lebih mirip asistennya pun sibuk menghaturkan donat oreo bubuk. Film pun selesai dengan satu kesimpulan dari Yoah; nggak-jelas-aku-nggak-nyambung. Aku takjub, Yoah dengan antusias tingkat dewa masih saja kebingungan dengan alur dan konsep film. Padahal, *besar kepala dulu ah, aku justru paham bagaimana Joko Anwar secara brillian menulis naskah Modus Anomali lantas memfilmkannya dengan cukup ciamik.

 Astaga, padahal aku berkali-kali tutup mata. Tapi justru aku dapat mengulasnya lebih dalam dan pengertian daripada Yoah. Oh ayolah, Rio Dewanto sangat keren aktingnya, kecuali pada bagian berulang kali dia berteriak fuck. Maksudku, kosakata umpatannya terlalu monoton dan garing.

Selebihnya, fenomena yang sungguh terlalu terjadi saat aku menyedok yoghurt dengan lahap.

Yoah: "Apa itu..?" *menunjuk topping kiwi pada semangkuk kecil yoghurt plain.
Nut: "Eh..?"
Yoah: "Itu timun ya?" 
Nut: "AAAAARGGH, ini kiwi Yoah! Parah!"
Yoah: "Ah, bukan.. itu timun." *keras kepala
Nut: *&^%$#@!



Senin, 30 April 2012

Kelas Senin Pagi


Senin di semester 6 itu ibarat Senin di sekolah yang selalu dimulai dengan upacara pagi. Jadi, aku sengaja bangun pagi dan siap-siap mengayuh sepeda. Hanya saja bukan lapangan upacara yang menunggu, tapi selingkaran mahasiswa dan dosen di kelas eksklusif Komunikasi dan Perubahan Sosial. Kelas hanya terdiri dari 18 orang dan selalu kehadiran kurang dari sekian. Bisa kau tebak? Kau tidak akan mendapat kesempatan untuk sibuk tidur, bergosip, atau coret coret di kelas. Tapi syukurlah, dosenku sangat menyenangkan. Meski kadangkala sangat amat perhatian pada tiap bocah di kelas.

Nama dosen ini Mas Riz. Berhati hatilah masuk kelasnya, karena tugasmu akan dibaca kata per kata olehnya. Ia akan tahu kemampuan EYD dan bahasa Inggrismu. Ia pasti tahu kau tidak mengerjakan PR, maksudku tiap tugas individu dipresentasikan sebentar di depan kelas, dan parahnya ia tahu betul kau sering alpha atau telat. Sedikit seram memang, tapi yah begitulah, mungkin karena golongan darahku AB. Aku lebih sering menyukai pengajar yang kerapkali tidak begitu diminati teman teman. Jadi, abaikan jika pengalamanku selama 5 semester bersama kelas Mas Riz selalu berkesan. Percayalah!

Suatu kali, tugas kuliah hanya selembar kertas berisikan ekspektasi mahasiswa terhadap kelas Komunikasi dan Perubahan Sosial. Dan aku menuliskannya dengan cukup menghayati dan berpikir dalam bagai seorang filsuf. Mas Riz, menanyai kami satu per satu di kelas tentang harapan kami di kelas tersebut.
Dan aku, begoknya, sering salah ucap.

Mas Riz: "Nutia, apa harapanmu ke depan untuk kelas ini?" *ia menanyaiku dengan serius.
Nut: "Er....." *kadang terlalu banyak yang ingin diucapkan membuat otak macet.
"Tidak ada Mas."


TOENG!
Seisi kelas menatapku kaget.

Mas Riz: *berseru lantang, "Okeh! Nutia ga' ada harapan di kelas ini!"


Mampus.

Nut: "Eh bukan gitu Mas, maksudku--"
Mas Riz: "Nggak! Udah, tidak ada harapan bagimu..! *sambil mengibaskan tangan dan melulu mengabaikan tanganku yang terangkat ke atas.

-_-"

Masalah umum hampir di setiap kelas, semangat mahasiswa itu relatif, naik turun. Saat aku semangat presentasi dan begadang semalaman, Mas Riz sedang on the way di luar kota. Saat aku sekarang merelakan alam mimpiku pergi di pagi yang mendung, dan siap siap dan betulan mandi, Mas Riz demam. -_-"

Itulah kenapa aku sering berada dalam situasi yang tidak tepat. Dan memilih pulang, beli gudeg seperempat telor dan jajanan pasar untuk sarapan. Hanya saja, saat UTS kemarin aku serasa berada dalam detik keberuntungan. Maksudku, ayolah, tugas UTS hampir 90% Take Home, alias paper, alias boleh dikerjakan dengan guling guling di kamar. Begitu pula mata kuliah ini yang mewajibkan mahasiswanya memilih salah satu dari tiga tema besar untuk tugas esai.

Alamak!

Padahal tema lain sudah kurencanakan sejak awal. Ditambah, kau tahu kan? aku payah saat mengerjakan esai yang dibatasi 4 halaman, dan terpaksa dengan memalukan aku tabrak margin kanan kirinya. Aku berpikir lama, untuk memutuskan menggunakan font Calibri kesukaan Mas Riz atau Times New Roman,dan kebingungan saat hendak menggunakan Calibri 11 seperti normalnya, tapi di soal ditulis font 12 *oke, parah. Ditambah lagi mau tak mau, tema yang paling mudah dan relevan buatku adalah Korean Wave.

Oh, please...

Semalaman aku mencoba menelan kegetiran dengan melahap informasi apa pun tentang boyband dan girlband. Tentang bagaimana SM*SH terbentuk, tentang website resminya yang feminin unyu-unyu banget (wajar dibilang laki-laki separoh matang oleh para lelaki tulen), juga tentang bagaimana fanatiknya penggemar K-pop, dan iklan SNSD yang cukup guling guling di kasur sambil merengek manja, serta berpuluh puluh halaman situs yang lain. Apa pun itu, aku menahan "huek" terhadap fenomena yang kelewat berlebihan ini.

Maaf bagi penggemar K-Pop, jaya selalu ya! Saranghaeyo.. Sarang burug walet..

Alhasil, aku bangun kesiangan dan meneruskan menuliskan lembar analisis dan yah, aku ngebut di jalan. Tepat di kantor staf karyawan kampus, bapak-bapak penjaga ruang ujianku sudah bersiap memasukkan paper ujian ke amplop coklat. God save me, bapak tersebut bersedia menerima paper hangatku meski sedikit menggerutu.

Dengan lega, aku bergegas pulang, dan kebetulan bertemulah aku dengan teman KKN.

Lib: "Ngapain Nut?"
Nut: "Biasa.. take home.."
Lib: "Oh, berapa yang take home?"
Nut: "Hampir semua. Eh, udahan dulu ya.. mau mandi nih."
Lib: *mendelik, syok

Di luar front office aku mendapati Dik, tergopoh-gopoh hendak mengumpulkan ujian. Senasib. Namun celakanya, makalahnya tidak diterima. :( Dan alhasil, ini menimbulkan sedikit omelan Mas Riz atas keterlambatan mahasiswa mengumpulkan paper.

Fyuh.
Kali ini aku lolos dari omelan mautnya.


Jumat, 27 April 2012

Sastra dengan Kedekatan Geografis


Suatu malam, aku dan Yoah sedang duduk di pinggiran warung kaki lima. Kami sedang membicarakan karya sastra setelah aku kenyang, karena Yoah sudah makan sebelumnya. Dia tetap bersikeras bahwa Tolstoy dan Pramoedya Ananta Toer lebih keren daripada Arswendo Atmowiloto. Yah, kadang selera kami begitu jauh berbeda. Namun itu yang membuat kami bisa bertahan lama untuk mendiskusikan sesuatu dengan sok berapi-api, yah, namanya juga anak muda. Masa muda adalah masa yang berapi api. Bahkan saking keras kepalanya Yoah, ia tidak peduli jika aku terus menerus mendesaknya membaca Harry Potter atau Laskar Pelangi. Yoah kadang punya seleranya sendiri. Seperti saat kami memilih buku di antara rak-rak perpustakaan. 

Nut: "Psst.... hai!" *berdesis, di sela tumpukan buku. Dia di seberang. Kiranya ini romantis, hahaha, menurutku loh, bertegur sapa dan curi pandang di perpustakaan adalah momen yang klasik sentimentil. 
Yoah: *noleh, lalu kembali sibuk memilah buku. Sangat dingin, sebeku buku kuno.

Nut: "Jadi, kamu mau pinjem apa?" *colekku akhirnya, bergegas menghampirinya dengan tiga buah buku.
Yoah: *menunjukkan novelnya Ahmad Tohari, Ashadi Siregar, dan.. Wiji Thukul?... dengan bangganya.
Nut: "Itu Tukul Arwana? Dia nulis novel juga?"
Yoah: "Iya. Tapi ini buku kumpulan puisi, bukan novel.."
Nut: "Tumbeen..."
Yoah: "Yah, sekali-kalilah baca puisi.." *dengan nada sok bijak.
Nut: -_-" *padahal Yoah tak pernah sekali pun beritikad mulia menulis puisi.

Yoah: "Jadi.. kamu pinjem apa?"
Nut: *menunjukkan novel pertama Hemingway, kumpulan cerpen Kompas, dan novel entah siapa penulisnya. Jujur saja, aku tertarik dengan covernya yang bergambar beruang kutub. (Sudah pernah kubilang? sesekali judge book by cover ya..)
Yoah: "Siapa ini? emang bagus?" *mengamati beruang nungging dengan ekspresi nyinyir. Dia kadang sebelah mata dengan novel-novel kontemporer.
Nut: "Jadi, ngapain kamu minjem novelnya Ahmad Tohari lagi? Bukannya udah baca ya?" *ngelirik novel bercover merah monoton.

Dan butuh semenit buat Yoah yang katanya, daya ingat cukup tinggi, tapi nyatanya kadang kalau ia sangat antusias terhadap suatu hal, jadi sangat aneh.

Yoah: "Oh iya ya.. aku udah baca" *nyengir inosen. Sama halnya dengan mimik mukanya yang ngotot mau beli Musashi dan Naga Bumi sekaligus dari gajinya bulan depan lalu akhirnya berkata, "Oh iya.. ya.. aku masih ada utang.." *inosen

-_-" yap, harap maklum.

Jadi, di warung kaki lima pun Yoah kembali melahirkan ekspresi luar biasa polosnya, mirip gadis desa.

Nut: "Terus menurutmu gimana tulisannya Bang Hadi?" 
Yoah: "Bagus.. ya, masih kayak setting Cintaku di Kampus Biru.. ada Kaliurang, ada UGM... terasa duekaaaaat sekaliiii..." *ekspresi antara terpesona dan polos.
Nut: "Bego! yaiyalah deket banget! Kamu dimana.... Bang Hadi dimana...? orang sama-sama warga UGM!"
Yoah: "Oh iya.. ya.."
Nut: -_-"




Tosca yang Misterius


Banyak hal yang biasa terjadi mendadak, tanpa diduga sebelumnya, meski sesekali dibatin kapan selesai ngambeknya. Salah satunya yang suka bertingkah labil berkepanjangan itu ponselku. Entah apa ia meneladani betul emosi empunya atau hanya karena ia memang mau ngambek. Sejatinya, benda mati juga bisa demonstrasi. Percayalah!

Ponsel ini, si Tosca, aku baru beri nama sekarang agar ia tak ngambek lagi, (padahal lupa nama aslinya dulu), merupakan ponsel yang masih berumur 11 bulan. Katakanlah begitu, dan memang ini sangat penting menyangkut kartu garansi. Nah, si Tosca tak pernah kumanja. Sungguh! Kadang ia terjatuh, terpeleset, demam, berminyak, dan tereksploitasi oleh ketikan sms sms panjang. Maksudku, yah, meskipun aku agak militan terhadapnya, aku percaya Tosca, ponsel yang kuat meski bukan jadi ponsel yang pintar.

Kegunaan Tosca sehari hari bagi Mbejog sebenarnya simpel. SMS, telepon, sesekali ambil foto, setiap jam setengah enam bagi jadi alarm (tapi jarang sekali sukses bangunin empunya), dan untuk menyimpan kontak hp relasi. Bahkan, sepanjang hidupnya denganku, Tosca nyaris tidak pernah terkoneksi dengan internet. Ia pun tak ikut-ikutan digunakan untuk main game atau aplikasi sejenis BBM dan sebagainya.

Tetapi kadang akan menyakitkan baginya, aku suka beralibi bahwa Tosca adalah produk gagal sebuah perusahaan besar. Wajar saja sebenarnya aku mengatakan seperti itu, karena dilihat dari style-nya yang futuristik minimalis harganya sangat minim. Jadi kalau dia bertingkah aku akan jelas katakan pada seseorang, dua orang, tiga orang, siapa pun yang tertarik dengan Tosca, bahwa dia produk gagal (toh lubang speaker Tosca dari kelahirannya sudah cacat, tertutup dan sekarang berdebu).

Ah, kasian bukan?
Macam anak tiri yang tak diakui oleh ibu angkatnya.

Lalu yang paling ajaib adalah saat dia ngambek. Itu berarti Tosca gemar hang dan error sendiri, keypad QWERTY yang tersembunyi di balik slide tidak dapat digunakan, dan itu artinya: bersiaplah belajar sms dengan keypad vertikal dan konvensional.

Jadi, suatu ketika aku bawa Tosca ke servis resmi perusahaan tempat dia dilahirkan. Aku mengantri cukup lama bersama bapak-bapak yang mengeluhkan mesin cuci, tablet, TV, dan apa pun yang dihasilkan pabriknya Tosca. Di sebelahku duduk pasangan kekasih yang saat kutengok, mereka juga hendak mengeluhkan ponsel mereka. Persis seperti punyaku. Lalu kami sibuk bercerita, berbagi nasib yang sama. Dan sama sama membatin memang Tosca dan banyak kembarannya di muka bumi ini adalah produk gagal.

Maka tibalah giliranku maju ke depan, ke meja customer service.
CS: "Selamat siang, bisa dibantu Mbak?"
Nut: "Iya, ini saya mau nyervisin hp saya.."
CS: "Keluhannya apa saja ya?"
Nut: *menyodorkan Tosca, "Ini Mbak, kalo dibuka slidenya jadi error, harus ditunggu buat ngerestrart sendiri, terus kalo' dibuat ngetik sms ga' bisa, terus speakernya ini kenapa ya? terus..." *mengoceh panjang lebar.
CS: "Oh ya Mbak, kalau garansinya masih berlaku tidak dipungut biaya. Tapi memorinya akan kehapus semua selama diservis jadi tolong diback-up dulu.." *mbak CS mulai mengecek Tosca. Saat slide-nya dinaikkan, Tosca tetap menyala normal, bahkan saat digunakan untuk mengetik.
Nut: "Eh..? Kok bisa ya? Tadi beneran ga' bisa loh Mbak!!!" *takjub tapi malu, karena Tosca tiba tiba pamer jadi ponsel budiman. Sedangkan Mbak-mbak CS hanya tersenyum kalem namun menusuk.

Tosca sangat misterius sangat ngambek. Berbulan-bulan berselang, eh, dia ngambek lagi. Awalnya aku sudah bersabar dan menerima dengan ikhlas. Pelan pelan aku belajar sms secara konvensional dan vertikal, karena keypad luarnya memang dirancang ribet. Sudah seminggu lebih dia ngambek tiada akhir. Aku pun berpikir membawanya ke service center, dan sangat yakin kali ini Tosca akan dioperasi.

Terlebih, saat aku sedang cantik dan kamera Tosca pun ternyata tidak berfungsi.
Nut: "Hoooo...? kenapa ini Hape? ah, Siyaaal!" *melemparkan Tosca ke kasur.

Terlebih lagi saat tidak bisa sms panjang.

Si X: "Nut, kamu masuk kuliah?"
Nut: "Y"

Terlebih saat Tosca dimatikan tiba-tiba bisa hidup sendiri, horror.

Terlebih saat Tosca yang bermodus silent dan hanya getar jadi berisik.

Terlebih saat Mbejog nyicil nyatat kontak Hp relasi sudah nyampe abjad "B" di pembekalan KKN.

Lalu, suatu sore yang santai, Tep masuk kamarku setelah dia bercerita hapenya hilang kemarin lusa.

Tep: "Kenapa lagi hapemu?"
Nut: "Hoo.. kamu pasti ga' percaya, cek deh!" *mengambil Tosca dan berniat menunjukkan bahwa hape itu tidak dapat dipakai memotret.

Mendadak BISA.

Nut: "HOOO...?!!" *kaget.
Tep: "Kenapa? geje!"
Nut: "KOK BISA? TADI..--KEMARIN-KEMARIN GA BISA!!"
Tep: -_-"
Nut: *buru-buru nyoba ngetik sms pakai keypad QWERTY. Dan hasilnya... bisa. "Aaaa....!!!" *melolong frustrasi. "Dia udah nggak ngambek! padahal aku mulai terbiasa pake sms konvensional. Duh, aku servisin ga ya? kalo' entar dia ngambek lagi dua bulan lagi, garansinya udah habiiiss..... dan ga gratis lagi...  !!!"  

\m/ \m/ \m/




Selasa, 27 September 2011

Wanita itu sangat "estetika"

Aku harap kalian setuju, terutama bagi pembaca laki-laki. Karena tidak mungkin Tuhan menciptakan Hawa tanpa estetika. Dan menurutku Adam tercipta karena nilai etika tertentu saja di otaknya. Hahahaha--serius!.

Tetapi apa yang kalian maknai sebagai estetika hai para kaum Adam?

Kalau aku sih --terlepas dari isu gender-- estetika adalah ekspresi mendekati surga. Jadi, ekspresi yang ditandai oleh mata berbinar-binar, takjub, hilang kesadaran sesaat, dan merasa waow, kamu tidak kuasa untuk tidak menatapnya berlama-lama.

Sudah lama sebenarnya, ada hasrat terpendam Mbejog mengenai segala hal tentang estetika. Maksudku, lebih pada yang berhubungan dengan perabot tidak jelas dan tidak penting desain interior. Banyak bukti yang menunjukkan kalau Mbejog lebih sering terpesona dengan"sesuatu" daripada "seseorang". Kasus terbaru: jantung berdebar kencang saat menonton proses pembuatan marcielago lamborghini. Mobil sport kuning itu sangat-sangat-sangat Kwueeeren! Dia tampan, atletis, perfeksionis, orisinil, dan terpercaya.



Berikut daftar panjang kasus "estetika" lain di mata Mbejog:

1. sedari dulu suka sekali dengan program tivi dan majalah soal arsitektur dan desain interior. Sampai suatu ketika, nekat mengklipingnya, dengan konsep kliping "menurut pemahaman estetika anak esempe". Alhasil, kemarin pas lebaran buka-buka arsip kliping lagi dan merasa mual. Alay abis.
2. suka sekali dengan gambar resep makanan, gambar sketsa baju, dan lukisan.
3. bisa berlama lama di toko buku hanya untuk membuka gambar-gambar bak kamar mandi, model tangga kontemporer, kreasi jilbab, gaun pengantin, dan tips berbisnis kerajinan kain flanel. 
4. sering mengalami cinta pandangan pertama pada perabot, baju, maupun sepatu. Sulit dilupakan visualnya hingga berminggu-minggu.
5. sudah memikirkan bagaimana desain interior kamar anaknya kelak, serta menaksir harga satu set perabotan minimalis anak di pameran furnitur.
5. baru-baru ini terobsesi membeli banyak kotak kado berbagai bentuk untuk dirinya sendiri. Membayangkan kamarnya seperti malam natal tiap hari dengan tumpukan kado serasa sangat keren.

Tetapi meski demikian, ada satu orang yang sangat-amat-tidak-bisa memahami betapa ESTETIKA itu penting bagi cewek. Yoah, yeah-Yoah, adalah kritikus sejati mengenai aliran estetikanisme ini (asal tahu saja, dia mengagungkan Marx dan Nietsche yang nggak pernah cuci rambut apalagi cukur jenggot dan memandang rendah diskon merk sepatu ternama). 

Seperti pengusik kebahagiaan orang belanja, ia akan terus merong-rong orang dengan argumen pragmatis sederhananya.

Nut: "Ya ampun.. lucu banget cangkirnya. Aku perlu beli deh satu." (meraih cangkir warna-warni dengan tatapan mabuk)
Yoah: "Cangkirmu kemana? nggak punya cangkir?"
Nut: "Iya. Habis. Dimakan orang kos. Maksudku, ilang semua. Astaga, coba lihat, bagus sekali yang ini.. oh, yang ini juga bagus, seperti di cafe-cafe! Ya Tuhan, aku perlu yang besar dan keren dengan ornamen handmade.."
Yoah: --> menunjuk gelas es teler dan beer yang bening kusam.
Nut: "aku perlu satu. Memang mahal sih, tapi biar aku semangat minum susu dan teh tiap hari.."
Yoah: --> nunjuk gelas plastik es, motif polkadot merah, selusin murah meriah.
Nut: "sepertinya aku juga perlu beli sendok" *meraih satu pak sendok plastik kecil, yang berniat digunakan untuk sendok gula dan susu.
Yoah: *ngakak. "Sendok estetikamu ntar tenggelam ke cangkir estetikamu. Rasional-lah beli sendok dan ukurannya."

See? ia benar-benar tidak mengerti naluri cewek. Aku ingin sekali membayangkan kelak istrinya menghidangkan makan malam di atas kertas minyak dan sendok bebek plastik. Huh!

Dan pada akhirnya argumen pedasnya selalu muncul mengenai dunia-dikacaukan-dengan-estetika. "Yang diminum cangkirnya atau airnya?" "Kamu makan piringnya atau nasinya?" lantas, hal paling tidak menyenangkan adalah saat dimana Yoah dipilih untuk keluarkan hak suaranya dalam memilih dan menunjukkan selera estetikanya.

Nut: "Bagus mana, kotak yang coklat apa oranye bunga-bunga?"
Yoah: "Kok tanya aku.." dengan ekspresi luar biasa menyebalkan yang kerap aku tafsirkan sebagai "mbak estetika, anda sia-sia mengajakku peduli estetika."
Nut: "kamu tau? kotak kado ini keren banget," (seraya membuka tutupnya yang diagonal dan terdapat empat laci di dalamnya)
Yoah: "buat apa memang?"
Nut: "Yang ini buat gelang, kalung, bros, dan lain-lain.. biar nggak tercecer.." (presentasi dengan binar-binar surga)
Yoah: "Oh..." *mulai menyadari betapa kreatifnya aku.
Nut: "Hufft. Kalau saja aku umur 12 tahun, sekarang juga aku beli baju baju barbie terus kotak ini jadi lemarinya. Indah sekali.."
Yoah: "Sayangnya, kamu lebih mirip usia 40 tahun sekarang."
Nut: -_-"

PS: jangan harapkan komentar indah tentang orang yang bahkan tidak tahu istilah barang pecah belah.


Kamis, 28 Juli 2011

Sosok Kakak Kampus

Liburan ini ternyata luar biasa tidak terprediksi. Meleset dari semua bayangan ala liburan nut yang biasanya. Maksudku, aku belum jalan-jalan ke tempat keren, kangen-kangenan dengan teman SMA dan SMP, dan The SIMS-ku belum punya anak (*aku sudah merencanakan kehamilan pada sims-ku). Yeah, cukup menggelikan rutinitasku, dan tiba-tiba saja mendadak magang.

URGENT!
Satu kata yang membuatku tersihir, lalu tenggelam di tumpukan berkas, dan lalu ke hiruk pikuk meng-koding surat lamaran kerja manusia-manusia tak dikenal. Waow!

Astaga..! aku menemui banyak fakta yang aneh, kalau ternyata dunia itu sempit. Selebar 3x3 kos sementaraku. Sumpah! yakin deh, aku bertemu alumni SMA-ku, bertemu teman ayahku, bertemu dosen yang dikenal tanteku, dan olala.. bertemu mantan Pimpinan Umum persma di kampusku.

Namanya: Lang-Lang.

Awalnya, Mas Lang-Lang tidak begitu menyeramkan. Meski bertubuh besar, dia baik hati. Maksudku, friendly. Dia tanya-tanya soal kampus.. dan oh yeah, dia sejurusan sama aku. Dan seperti kebegokan yang lainnya, aku tidak tahu menahu selama hidupnya di Jogja bahwa dia anak Komunikasi!

Tapi nyatanya, setelah bergulirnya hari yang padat--sangat padat--akhirnya, mas Lang-Lang bisa leluasa menunjukkan kebesaran tubuhnya.

Oke, ini ambigu.

Tapi bisa kau bayangkan, Nut bertubuh kurus mungil ini (*setidaknya aku curiga, timbangan di kantor rusak), sering kali dianiaya. Dia suka menghantamkan tubuhnya, suka menindih berkas-berkas rekapanku, menginstruksikan satu kalimat yang harus aku karang sevalid mungkin untuk artikel majalah, mengajakku keliling ga' jelas di TVRI hanya karena dia cari kesempatan ke mbak-mbak TVRI. Dan terlebih lagi, berkat tubuhnya yang besar, dia selalu dehidrasi dan merebut gelas minumku.

Oh ya, akhir-akhir ini dia sering praktek kung fu dengan sasaran Nut. Dia juga sudah menyembunyikan sandalku, dan sudah jutaan kali menginjak kakiku (belum termasuk kolonialisasi kursi kantor).
Jadi, dia suka sekali melimpahkan tugas lapangan dan terlebih menjebakku dengan satu vonis, "Kamu kan redaktur.. seharusnya kamu udah paham..."


-____________-" aku berasa di masa orientasi kantor. MOK yang berlangsung cukup hectic.






*are u kidding me?

Kamis, 23 Juni 2011

Bukan Penggila Gosip

Salah satu alasan mengapa Mbejog jarang update info terbaru mengenai selebriti tanah air adalah banyaknya channel yang tersedia. Berdiam di sebuah kotak tivi, tayangan yang lebih menggiurkan seperti Masterchef Australia, Top Model, CSI, film-film di HBO dan StarMovies membuat mbejog lebih suka berleha-leha dengan tayangan impor. 

Bukan berarti tidak mencintai produk lokal, sama sekali tidak. Tapi kadang yeah, apa perlu kita tiap hari dengar suara melengking Feni Rose yang setajam silet? atau debat tawur heboh di TV One? atau mungkin sinetron Nikita Willy, Julia Estelle, dan Nabilla Syakieb yang mendayu-dayu? setidaknya Mbejog hanya terbius oleh Mata Najwa yang alamak! cool guys. Selebihnya, biasa saja.

Hanya dengar-dengar selentingan saja, Anang Syahrini pisah kontrak. Anang dengan Ashanty. Syahrini dengan pose menohoknya. Itu saja, dan tidak terlalu penasaran mengapa Anang punya selera wanita ber-make up tebal. *Hm...

Tatkala iseng buka-buka profil saudara-kerabat-handai-taulan, mbejog tidak sengaja menemukan salah satu FANS SEJATI KRONIS Anang Syahrini. "Ohh...." *speechless. Uniknya, kerabat yang masih saudara jauh itu (*memang jarak rumahku dan dia jauh sih) masih berumur belasan tahun. Kalau tidak salah SMP atau SMA.
Status jejaring sosialnya mengindikasikan kerabatku ini mengandaikan dirinya bertemu Anang dan Syahrini, dan ah.. saya jadi terharu. Tapi tunggu! Kenapa harus pasangan duet itu? Kenapa bukan Justin Bieber maybe, Sherina maybe, atau siapa kek yang lebih berkelas untuk remaja.

Namun akhirnya aku sadar bahwa yaaaah, tanpa penggemar sejati seperti kerabatku, Anang tidak akan mampu membeli mobil baru untuk Ashanty (*lho...?! --oke, baru baca gosip). Pencarian-iseng-total pun berlanjut pada grup Syahrini. Dan Alamaaak!

She is like a Princess, Huh?

Julukan tersohor Syahrini serasa benar-benar menggelikan. Maksudku, atas dasar apa dia dipuja sebagai putri? Hello, yang benar saja. Apa karena kostumnya yang sering berkilauan dan bertumpuk dan bergaun lebar?

Berarti Lady Gaga harusnya dijuluki  The Lady Mad, dan Justin Bieber dianugerahi gelar A Purpleboy. 

Merasa sebagian diri tidak mengerti atas semua keanehan fenomena selebritis Indonesia, lantas mungkin julukan yang tepat baginya adalah the flag princess... oke, biarkan imajinasiku berkembang. Maksudku, tahu kan? gaunnya yang berkibar-kibar kala nyanyi? Oh, seharusnya dia berganti haluan saja nyanyi lagu cinta tanah air.

Selanjutnya...
Sumpah, mbejog tidak mengikuti perkembangan gosip-lagu-hits. Tidak sengaja Mbejog mendapati video klip Syahrini, KAU-YANG-MEMILIH-AKU.

Reaksi mbejog: melongo. *Lho? Lho...? apa-apaan ini?

Lirik yang mengindikasikan curahan hati Syahrini yang ditinggal pergi Anang Hermansyah itu benar-benar VULGAR. Dalam artian, benar-benar diaransemen dan digubah untuk konfrontasi dengan duda beranak dua tersebut.

Apalagi ditampilkan adegan seorang pencipta lagu yang meninggalkan Syahrini demi wanita lagi.

Berikut potongan liriknya...

Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita
Sehingga aku yang salah

Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu
Kau makhluk sempurna

Next, cekidot lirik kolaborasi Anang Syahrini sebelumnya:

Bila kau menjadi milikku
Memang lukaku belum sembuh semua
Juga dukaku belum sirna semua

Jangan memilih aku
bila kau tak sanggup setia
Kau tak mengerti aku
diriku yang pernah terluka

Begitulah Sobat. Ini Tragedi. Setelah Anang curhat tentang dirinya yang ditinggal pergi KD dan trauma, kini Syahrini yang curhat tentang dirinya yang ditinggal Anang. Begitulah dunia, ada yang ditinggalkan lalu meninggalkan. *sok filsuf.
Setelah menonton video klip, tanpa sengaja berpindah ke saluran tivi yang menayangkan gosip Anang ke Jember bersama kekasihnya, Ashanty.

Huff.. mbejog begitu menghayati hingga memikirkannya dalam-dalam... 

-----------at  MPD--------

Yoah: "Hei, melamun aja rek!"
Nut: "Eh..?"
Yoah: "Kenapa e pandanganmu menerawang? kangen rumah?" *nada penuh simpati.
Nut: "Kagak... aku lagi kepikiran Anang-Syahrini kok" *muka polos.
Yoah: *gubrak!
Jatuh dari bangku mie ayam pinggir dalan.

------------------------------------------




 

Senin, 17 Januari 2011

Uas dan efeknya

Siang ini, biskuit saltines (tanpa gula) adalah satu-satunya penyelamat perut sebelum seorang mahasiswi begok ditemukan terkapar di kamar Sinking-Titanic-nya, tewas kelaparan dan seperti pecandu online Jepang, hikikomori. UAS juga merupakan salah satu penyebab mahasiswa terjangkit stres akut dan mengurus-kering-kerontang tiba-tiba karena harinya dipenuhi asupan lusinan buku secara signifikan. Meski demikian belum ada korban jiwa 'betulan' dalam tragedi UAS selama ini (kecuali film 3 idiot, mati karena tugas akhirnya ditolak oleh rektor). Pihak rektorat pasti menutupi segala aib yang berhubungan dengan UAS *gaya mengendus. UAS perkampusan belum pernah secara serius diekspos media massa. ANEH. Padahal UAN selalu dapat perhatian rubrik pendidikan di koran koran nasional. UAS dianaktirikan. Well, sebenarnya oleh pelaku UAS juga.


 Uas juga seringkali diartikan sebagai Ujian Akhir Santai atau pun Ujian Agak Serius. Maka dari itu sebuah polemik muncul saat UAS terus diadakan selama bertahun-tahun lamanya tanpa kemajuan signifikan terhadap anak didik dosen. Udah deh... bahasaku jadi ikutan baku kaya' gini. Hadeeh.. -__-"


Efek samping Uas salah satunya adalah semakin banyaknya pasien di klinik kampus. Tidak ada lima menit, diagnosis dokter yang bertumpu pada komputer selalu memberikan obat yang sama karena persediaan terbatas mengingat layanan kesehatan ini adalah GRATIS. Maka, pernah sesekali aku mencoba datang karena gejala yang menurutku tidak biasa dan mencurigakan..

Bu dok: "apa Mbak gejalanya?"
Nut: "sering pusing mendadak, terus kalo' udah makan gampang lemes Dok, saya rasa ada gangguan pada tekanan darah saya, trus pusingnya di bagian samping dan depan kepala, trus sering merasa mual dan sesak napas... mungkin saya agak tertekan, apa ada indikasi semacam hipertensi atau justru hipotensikah? saya juga gaaaampang banget kecapekan padahal tidak beraktivitas berat seperti part time nguli bangunan di gedung kampus saya yang baru." *hiperaktif nggak, hiperbolis iya.
Bu dok: "oh, santai aja.. itu sakit pra uas. Udah biasa kok..." tersenyum kalem dan mengarahkan steteskop ke perut mengecek bunyi lambung.
Nut: *Glek. 
Vonis dokter klinik kampus luar biasa mencengangkan.

Dan menjadi anak budiman dua minggu Uas adalah proses yang cukup berat, sehingga sepertinya bahkan mengurangi berat badan sendiri. Uas pun bisa menyita isi dompet. Contoh, kamu merasa harus makan makanan enak dan bergizi karena curiga makan indomie dan nasi telur burjo terus menerus menyebabkan proposal penelitianmu macet di tengah jalan karena mulas. Jadi korelasinya sebanding dengan berapa rupiah yang dikeluarkan untuk makan enak. Hahahaha.. *tertawa ngeles.

Begitu juga dengan TA atau pun skripsi. Mbak tetangga samping kamar -_-", mulai menunjukkan gejala-gejala ketidakstabilan emosinya. Setiap hari, aku dibangunkan dengan lagu-lagu yang sama, dan sampai hapal. "Wanita dijajah Pria" selalu mengiringi bangun siangku. Tapi terkadang ia akan sangat senang memutar lagu Michael Jackson, Endah n Rhesa, Float dan lagu-lagu barat yang cukup enak di dengar. Yang jelas, ia tidak berganti haluan ke dang dut atau bang Rhoma.
 
Kali ini, Mbak Sup hobi memutar lagu Penggemar Rahasia-nya oleh Sheila on7.

M.Sup: "Nut, denger deh, ini lagu yang sekarang aku banget. Hohoho.."
Nut: "emang lagi ngefans sapa?"
M.Sup: "banyak dooong. Ga' satu doang, Mr. Er teruuuus. Terapkan konsep recycle pada gebetan. Jadi jangan terpaku sama satu cowok, yang banyak sekalian biar kita ga' stres. Ini adalah strategi yang sangat tepat. Hoho.." *hari ini mbak Sup entah mengapa gaya bicara dan rambutnya mirip ibunegara, Ani Yudhoyono.

Akhir-akhir ini juga ia sering menanyakan hal yang sama 2-3 kali padaku. "Nut, kamu udah aku ceritain belum kalo aku ketemu si Mao di depan atm BNI?" "Nut, aku udah tunjukin belum fotonya si Den, temen yang aku ajak kondangan maren?"

Begitu seterusnya, sampai aku perlu ingatkan berkali-kali kalo' mbak Sup udah bercerita tentang insiden ketemu Mr. Mao dan kondangan dengan Mr. Den ke semua orang di kos lantai atas. Lalu dia akan menyodorkan sketsa terbarunya untuk tugas akhir.

M.Sup: "Nut, hee.. liat deh. Ini gambaranku lho.. udah lama aku nggak gambar."
Nut: *Siiing
(Mbak Sup adalah anak arsitektur dan baru kemarin lusa kamarnya berantakan penuh sketsa bantaran kali Code).
Nut: *mengamati dengan muka serius, "ini apa depan masjid?" *menunjuk suatu gambar abstrak.
M.Sup: "Mana? itu amphiteater.."
Nut: "Oh, trus ini gerobak yaa?" *menunjuk gambar mini gerobak bakso dan gerobak pasir.
M.Sup: "HUAAA!!! Hore!!! akhirnya ada yang ngerti gambarku juga!"
Nut: "Hah? maksudnya ga' ada yang paham ini gambar apa?"
M.Sup: "Iya, selalu tanya itu apa... huahahaha, Nut! kamu bisa identifikasi gerobak dengan jelas."
Nut: "Lha emang kenapa gambar gerobak segala? ini tempat apa? lahan PKL?"
M.Sup: "itu parkiran."
Nut: "Hah????" *bengong, dan lupa untuk kesekian kalinya mengusulkan teman game The Sims 3 untuk tugas TA atau skripsi mbak Sup.


Beberapa efek lain karena Uas adalah:

1. kamu akan sering mimpi tentang tugas dan dosen. Baru-baru ini aku mimpi asisten dosenku memaksaku ngecat dinding dan aku terjatuh hingga patah tulang. Serem euy.
2. Memori jangka panjangmu akan sedikit kabur karena asupan berlebihan dari materi Uas dalam memori jangka pendek. Aku kemarin bahkan lupa nama teman seangkatan sejurusan dan sekelompokku dulu waktu MOS. Ajaib. Aku memikirkannya hingga berhari-hari.
3. kamu akan jarang mandi. Serius, aku sekarang membatasi penggunaan air bersih untuk mandi, karena prihatin dengan Uas yang berkepanjangan.


Tapi menurutku hal yang paling parah adalah saat mbak Sup menyangka buntelan laundry yang kudekap adalah bingkisan boneka dari seorang cowok. Dan hari ini aku sukses mengenakan bolero terbalik saking tergesa-gesanya. *semoga penjaga rental di ujung gang yang cakep itu tidak sadar Tuhan.. amin.
Hehehe...
  Luar biasa`mbejog deh.

Minggu, 05 Desember 2010

Malming nganggur = celoteh panjang

Sudahkah anda mencuci kaki dan tangan untuk beranjak naik ke ranjang yang nyaman?
Oh, meen! this is weekend, satnight, dan tidak ada dalam kamus mahasiswa zaman sekarang tidur sore (pukul sepuluh malam, sore eh?). Apalagi buat mbejog. \m/.
No, no, no. Bukan malam minggu aja jarang sekali tidur sore, apalagi malam minggu. Tidak ada alasan bahkan ketika kamu harus habiskan malam ramai ini dengan kebisuan total di kamar orang.

Dan aku kali ini menikmati malam di kamar mbak Sup dengan sangat damai. Anehnya, mbak Sup tidak tidur mendengkur padahal totally dia tewas, tepar gara-gara aktivitas 24 jam nonstop gilanya.

Sabtu beranjak siang..
Nut: "wew!" melongok ke dalam kamarnya, mendapati sosok itu beku di depan laptop dengan mengenakan sweater hangat coklat.
Mbak Sup: *menoleh secara sarkas seperti vampire dengan kantong mata tebal dan wajah pucat nian.
"Aku-belum-tidur-sejak-semalam"
Nut: "Hooo?!" *jarang-jarang Mbak Sup kuat begadang.
Mbak Sup: "aku-nonton-seri-drama-jepang-udah-sebelas-jam-lebih".
Nut: Gleks!*

Alhasil, sekarang aku yang berdiam diri di kamarnya, di depan laptopnya untuk ber-blogging-ria. Tidak terlalu merasa terpuruk karena malam minggu yang garing dibasahi rintik hujan romantis di luar sana. Apalagi coba kalau bukan alasan minim budget untuk menikmati satnite ramai-ramai di jalan raya seperti pawai. Mungkin juga, kebanyakan cowok yang berpasangan pun lebih memilih acara Tumbuk-Laos-Oh-Indonesiaku seperti fenomena di warung kaki lima depan gang kos, daripada sibuk berkencan, memang.

Banyak 'Klik' 
Sabtu sore, melepaskan penat pun di depan televisi sambil berselonjor. Sibuk berkomentar layaknya pengamat intelek+begok untuk media massa yang satu ini bersama Tep.

Nut: "supernanny sangat lebai.... aku aja ga' pernah protes orangtuaku ga' peduli dengan PR-ku. Haha.."
Tep: "tapi anaknya mang kebangetan.."
 --flat--
  
Ganti channel, ada Sun Go Kong, si kera sakti di TPI MNCtv, sialnya remote kos ngadat. Naik ke atas meja, menghambur ke tivi secara manual balik ke channel-pernah-sengketa tersebut.
Nut: "nostalgia, ah..."
Tep: "Yeks. Ga' mutu.."

Ganti lagi, TVRI, ibu-ibu kasidahan.
Nut: *tampak sangat menikmati.
Tep: "seleramuuuuu..."
Nut: "Lho? kenapa? ini ingetin aku sama hajatan tetangga. Merakyat sekaleee.."
Tep: -Siiing-

Ganti lagi, National Geographics, yang sedang menayangkan suku pribumi-negro-asli di pedalaman Afrika --InsyaAllah--
Nut: "Wao!" *takjub. "Silau!" saat salah seorang penduduk setempat nyengir close up di layar tivi.
Tep: "Hei! ga' boleh rasis!"
Nut: "Bukaaan! justru rasanya terang banget hidup mereka. Tanpa pasta gigi, dan sekali senyum langsung kekontrasan yang ada membuatku merasa mereka sangat manusiawi.."
Tep: "Apa maksudmu?"
Nut: "bahkan kambing tumbal ritual mereka pun item. Untung lebih item dari mereka. Tsk..tsk..tsk.." *geleng-geleng kepala.
Tep: "Astagpirulohaladziim Nut" *gemar bertobat karena komentar temannya. \m/


Ganti lagi, Arirang, dengan grup vocal rombongan korea seperti biasa.
Nut: "Eh, itu personelnya T-Max nongol! dia pindah grup po?" *nada sotoy.
Tep: "Pasti nggak! salah liat!" *tidak rela.
Nut: "Nggak mungkin. itu dia! apal banget aku!"
Tep: "Bukan! ganti! ganti! lupakan..! pasti bukan anak T-max."
 Ngalah, karena Tep lebih tahu seputar Korea-Jepang. 

Ganti lagi hingga ke Insert Investigasi. Salah satu investigasi paling tidak bermutu di dunia.
Selama setengah jam mengkritik habis-habisan tayangan tersebut. Isu yang diangkat tentang bentuk awan-awan yang mistis, serta alien.
ALIEN.
Dan komentatornya bolak balik,
Chelsea Olivia, Glenn Alinsky, Yuri Kato, dan Artis blasteran entah siapa.


Nut: "ini program, pasti lagi ga' ada gosip hot yang bisa dibahas."
Tep: "Bener..  liat tuh background ruang komentatornya sama."
Nut: "males tuh wartawannya.. pasti di satu lokasi syuting.."
Tep: "Nggak penting".
Nut: "Iya, artis kok dimintai pendapat soal awan dan alien.."


Chelsea:  "menurut aku, yah Amerika itu kan negara yang udah maju banget kan? teknologinya canggih. Bagus sih kalo' mereka bisa menemukan kehidupan lain selain manusia di bumi. Kalo' Indonesia aku rasa belum nyampe ya..." *dengan intonasi profesional seperti Mr. Surono.

Nut: "iya, belom nyampe nemu Alien. Kerjaan masih nyampe Cinta Fitri season berapa... seharusnya mereka itu ditanya soal prediksi dan sudut pandang kesinetronan bukan alien.."

Setelah puas membantai tivi di ruang tengah, aku dan Tep beralih ke kamar. Kami membahas tentang apa pun. Dari bagaimana cara membuat hiasan dari kain flanel hingga artikel Alasan Cowok Putusin Kamu di salah satu majalah cewek.

Tep: "Pertama Dandan kelamaan.." *membaca potongan faktor begok tersebut. "Tuuuuuh, kamu banget dah Nut!"
Nut: "Emang aku dandan?" *masang muka innocent.
Tep: "Ga' juga. Tapi kamu selalu mepet! buat banyak cowok menunggu!"
Nut: "Hehe.. lanjut..."
Tep: "Kedua Jarang mandi.."
Nut: "Nah itu kamuuuuuu! Ahahahaha!"
Tep: "Ga' ah! ga' logis! *menggerutu,  "biasa aja kali kalo' jarang mandi. Masa' mpe diputus."
Nut: "Yee.. gilirannya ga' terima...." 
 
 Lalu beralih ke kamar Tep. Kami berdua berdiri di depan pintunya seperti dua orang filsuf. Serius berpikir bagaimana hiasan kayu bertuliskan NICOLE bisa terlepas dari sana. Hiasan peninggalan penghuni kamar sebelumnya itu membuat Tep sering diledek teman-temannya.

Tep: "Aku ke atas dulu yaa, mau ambil tas di kamarku.."
Temannya: "Ihh.. itu kan bukan kamarmu. Itu kamar Nicole.." *nada sarkas.
Tep: *Gleks!

Akhirnya Tep mulai berusaha mencabut huruf-hurufnya. Dan aku sebagai asisten sorak-sorai-penyemangatnya.

NICOLE
-E
("Yee! berhasil")
-L
("Semangat Tep!")
dan "O" mengalami kesusahan melepaskan diri.
NICO
("Yeeey! setidaknya namamu Nico sekarang. Kereen... kamu cowok!)
Tidak terima, Tep ngotot melepas -O
NIC
("Wooo! Cool.. Nic.. tambahin jadi Nickname: Tep.. Hoaa!")
Dengan semakin tidak sabar dan brutal Tep menarik papan nama tersebut.
LEPAS.
Seperti keajaiban tahun ini, karena betapa rekat hiasan tesrebut menempel seperti kutukan.

"Akhirnya..!" Tep mengusap peluh. Lalu berjoget, bergoyang goyang dengan rambut dimirip miripkan iklan shampoo lifebuoy..
Ia tampak sangat senang atas keberhasilannya. Dengan semangat membuang papan nama tersebut. Aku pun ikut melompat-lompat dan berjoget ala chibi maruko chan.

"Yang namanya udah lepas jadi LEO, nama cowoknya temenku di kampus. Ah aku sms ah.. besok aku beriin ke dia aja."

--*takjub, alangkah kreatifnya temanku satu ini
--
Lalu giliranku memaksanya menggotong meja di ruang tengah masuk kamarku. Yang sebelumnya aku diam-diam telah mencuri kursi cuci baju untuk acara mengganti lampu yang gagal sejak kemarin.
Nut: "Astaga! kamarku mirip ruang tamu!"
Tep: ---Siiiiiing---
Nut: "Ngomong-ngomong, aku merasa seperti wanita perkasa" *sambil jinjit dan membalut lampu dengan jilbab saking takutnya kesetrum.
Tep: "Ishh! bukan saatnya komen!" *sedari tadi was-was akan kekuatan meja dan kursi yang tak sanggup menopang berat badanku.
Nut: "Tapi.. lebih perkasaan kamu sih. Haha.. adegan cabut papan yang sadis."
Tep: -______-" 

Andai saja, Phillips membuat lomba tulis pengalaman berkesan soal produknya, mungkin aku bisa saja menang..

...Naik ke atas, dengan meja dan kursi yang ditumpuk, akhirnya kugapai lampu lama dan diganti dengan yang lebih bersinar cemerlang. Untuk otak yang lebih cemerlang, tajam, dan cadas. Hahaha.. salahkan lampu kamar --karena bukan phillips sih-- jika sebelumnya otakku butek, lamban, bahkan begok.
Dan akhirnya malam ini TARAA!!!
Enlightment
Terang Benderang.

Dan terakhir, malam ini ditutup dengan chat pendek-aneh dengan bibi.

 
lovegoodhermione: lgi lemot iki
rattanbay: Koneksi dungu
lovegoodhermione: iyoo
 rattanbay: Eh, terus aku karo mbahmu foto karo bencong.. Hihihi...~ nancy
lovegoodhermione: oooh..

Lalu sebagai keponakan yang baik aku mepromosikan blog lajang-menikah yang sangat cocok untuk asupan gizinya. Promosi panjang lebar setelah dia antusia tanya tentang blogku.

Blablablabla.... 

Respon finally:
 rattanbay: Hmm... Tak nonton harry potter sek..

---Siiiing-- 

lovegoodhermione: gelodak! *LOL.  aku wes nonton lho...
rattanbay: Loh, aku nonton ndek trans tv iki
lovegoodhermione: ealaaa. ck3.
rattanbay: Lek sing paling anyar aku wes nonton
lovegoodhermione: ho' o apik
rattanbay: Hermione ayu pol!
lovegoodhermione:
itu kan akyuuu..! ahahahaha *icon kacamata hitam. 

Tidak ditanggapi, mungkin telah maklum dan terbiasa. 
 
rattanbay: I love the way she dress up
lovegoodhermione: thanks atas pujiannya.Hoho. Sponsorku didukung Burberry dkk lhoo..
rattanbay: Iyo, jaket2nya luar biasa kerrrreeeeeennnnn...

rattanbay sudah sign out. (12/4/2010 10:37 PM)


--flat-- 

Aku dan Malming awal Desember = Menyampah di Blog.
\m/