Tampilkan postingan dengan label analisis begok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisis begok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Etimologi Pribadi

Mungkin malam ini bisa dibilang malam yang selo--luang. Sembari menikmati gangguan flu dan setelah puas menelusuri secara random berita terkait Justin Bieber, lalu lanjut ke Selena Gomez (dan aku tak ingin beropini dalam penyebutan negara "random" untuk Indonesia oleh JB), akhirnya pencarianku berakhir pada satu nama: Natia.

Percaya deh, karena ini memang terjadi untuk mahasiswi macam Mbejog yang kurang kerjaan tapi kreatif. Jadi percayalah, nama Natia ternyata jauh lebih menarik dibahas ketimbang penelurusan nama Syahrini atau pun Ashanti atau err.. Luhmann misalnya. Oh, percayalah.. Mbejog sampai takjub sendiri terhadap penemuan besar malam ini.

Jadi, singkat cerita, ada satu lagi kegemaran Mbejog yang kadang menuai protes dari berbagai kalangan, karena ulahku macam teroris selebritis. Aku suka sekali menggunakan nickname yang berbeda di tiap fase jenjang akademis. Karena nama yang dianugerahkan Tuhan melalui orangtuaku lumayan fleksibel keren, sumpah aku ga' bermaksud narsis, maka terjadilah mutilasi personal pada namaku. 

Berikut daftar nama yang telah dilegalisasi:

Tia: ini nama masa kecil, dan setiap orang di kelurga besar dan tetangga memanggilku demikian. Dan karena saat duduk di bangku SD aku luar biasa polos, (kau tahu? semacam nonton telenovela dan mengira ciuman itu hidung bertemu hidung, seperti mengendus), maka namaku tetap T-I-A.

Amanatia: ini cukup panjang memang sebagai panggilan. Namun salahku sendiri memperkenalkan demikian kala Masa Orientasi Siswa SMP, jadi aku pasrah saat temanku memanggilku Aman, dan Am-Am.

Ama: ini nama pendek yang digunakan teman teman sepesantren saat SMP dulu. Tidak banyak alasan mengapa mereka lebih menyukai memanggilku Ma, lalu berlanjut ke Mama, karena pengasuh pondok kebetulan bernama Junda. Kurang etis bukan kalau aku menyamai nickname Ibu asrama kami?

Junda: tentu, saat itu aku SMA, dan sama sekli tidak mengenal siapa pun sebelumnya karena aku termasuk murid jenis migran dari kabupaten lain. Menggunakan nama Junda pun masih sering disalahgunakan, menjadi Jindes, dan tafsiran umumnya aku lahir di bandara Juanda, Surabaya.

Natia: nah, ini! Ini-lah akhir aneka nama panggilan khas Mbejog. Digunakan saat mulai kuliah tanpa seizin orang tua (dan sejak kapan aku perlu izin? rasanya semacam hak prerogatif), dan berlanjut hingga detik ini. Awalnya, sungguh, aku hanya iseng dan butuh variasi nama. Tapi, ya ampuun, rasanya nama ini lama lama menjadi beken. Aih, sekampus pun tidak ada yang menyerupai. 

Akhir-akhir ini pun aku mempertimbangkan, bahwa N-A-T-I-A adalah nama yang cukup komersial. Oh, maksudku, aku harus jaga-jaga bukan jika suatu saat ada serbuan penggemar antah berantah yang meminta tanda tanganku? Aku pun sudah memulai merenovasi tanda tanganku yang kata Mbak Pu penuh risiko dan kerumitan hidup di masa depan, dan kata Lin-Lin susah untuk dipalsukan dalam rangka TA--Titip Absen.

Meski lidahku awalnya canggung juga mengucapkan "natia", serasa ya ampun.. ini nama siapa? asing sekali! dan beberapa orang akan mengernyit, "Nadia..?" lantas serta merta aku bilang namaku pakai T bukan D. Tapi, sebuah nama memang punya kadar estetika sendiri ya? Ini aku alami setelah teman SMA-ku cerita pengalamannya saat halal bihalal di sebuah komunitas regional di Jogja.

Mas Az: "Oh, dari SMA 1 Sidoarjo..., kenal Natia?" (kenalan baruku di fakultas saat masih berstatus Maba--mahasiswa baru)
Khariz: "Natia? Siapa, Mas?"
Mas Az: "Anak Komunikasi, anak 2009 juga.."
Khariz: "Hah? Junda, Mas?"
Mas Az: "Loh, namanya Junda?"
Khariz: "Iya! Amanatia Junda kan?! dia sekelas sama aku dulu."
Mas Az: "Oh, tapi namanya Natia.."
Khariz: "Oala.. Mas, itu Junek! JUNDA NENEK!"

Aku yang tidak-sedang-berada-di-TKP dan mendengar Khariz berkomentar dengan pede-nya, merusak citra perdanaku, pengen segera kutabok.

Khariz: "WUAHAHAHA! Nenek.. Nenek.... nama JUNDA aja jadi NATIA!"

Oh, iya, aku juga dipanggil Nenek oleh teman SMA. -_-"

Begitulah, namaku kini Nutia di blog (kata Vai, teman chat-ku, mirip merek selai), dan suatu ketika aku iseng searching nama Amanatia dan Natia di mesin pencari. Taraa! aku menemukan satu nama Amanatia (seorang dokter) dan Natia (nama hotel keren di Bali). Saat itu takjub dan terbersit ide untuk membuat proposal Honeymoon pada manager hotel Natia saat aku nikah kelak. Kau tahu, setelah 2014 pasti pesta resepsi tanpa sponsor merupakan sesuatu yang kuno. Percaya deh! Saat itu SBY pun sudah dianggap kuno.

Lalu malam ini aku mendapat pencerahan, bahwa nama Natia seperti halnya Nadia, er... cukup famous pasaran. Maksudku, di Negara Georgia, Natia adalah nama yang sangat familiar. Oh, aku pun menemukan di sejumlah situs-nama-bayi (kau belum pernah mampir kesana? maksudku, aku kadang kesana hanya untuk memikirkan masa depan bayiku kelak), nama Natia ternyata sama bermaknanya dengan nama Nadia. 

Oh.. okelah... *kecewa.

Pertama, aku menemukan album foto sekolah. Ia bernama Lominatze Natia. Dia.. cantik dengan rambut ikal eksotis.



Kedua, aku menemukan blog dan terdapat profil dari Natia Pavliashvili. Dia.. oke, cantik dan tentu, berhidung mancung.



Ketiga, aku menemukan pemain biola keren dan SO AM-AH-ZIING, Natia Mdinaradze, sumpah! kalian harus liat you tube-nya.



Keempat, yang paling dahsyat...! aku menemukan yang benar-benar seksi dan sensual, dan waow! Natia Makatsaria, Miss Rep. Georgia 2004. 



Emm.. dan selebihnya ada Natia Mosashvilli (manajer di New York), serta satu WNI status mahasiswi dan satu lagi manajer. Well, that's so great! *aku berasa menjadi alien karena perbedaan menyolok dari wanita-ras-mancung di atas, dan meskipun kami sama, n-a-t-i-a, tak satu pun dari mereka bersedia donor hidung padaku. \m/ 

Begitulah, di dunia ini, nama bukan hanya menjadi perkara yang enteng. Seperti halnya saat orang tuaku menyematkan nama Amanatia, yang berasal dari kata "amanat", yang bermakna "yang bisa dipercaya" atau interpretasi yang lain; Tuhan menitipkan kepercayaan besar pada orangtua-ku dengan kelahiranku.

Dan arti kata Natia pun cukup berbeda:


Polish Meaning: 
The name Natia is a Polish baby name. In Polish the meaning of the name Natia is: Hope.



Soul Urge Number: 11
People with this name have a deep inner desire to inspire others in a higher cause, and to share their own strongly held views on spiritual matters.

Expression Number: 9
People with this name tend to be passionate, compassionate, intuitive, romantic, and to have magnetic personalities. They are usually humanitarian, broadminded and generous, and tend to follow professions where they can serve humanity. Because they are so affectionate and giving, they may be imposed on. They are romantic and easily fall in love, but may be easily hurt and are sometimes quick-tempered.

Yap! dari bahasa Polandia, meski orang Georgia bersikeras mengatakan nama Natia berasal dari negerinya, yang bermakna cahaya. Jadi, daripada memihak, aku gabung saja artinya, jadi cahaya-harapan. Toh, keterangan di atas pun sangat gue-beud, *intuitif, romantis, penuh hasrat, inspiratif, penuh kasih sayang, dan segala hal yang positif-gratis-sebaiknya-dicomot-saja.

\m/

Minggu, 22 April 2012

Cemilan Baru ala Maaggie


Maag akut membuatku memikirkan ulang konsep gaya hidup yang sehat. Jadi selama ini gaya hidup mahasiswa itu.. err, terpaksa aku bilang; susyah-untuk-sehat. Hidup mahasiswa itu lebih banyak didominasi oleh begayaan begini begono. Maksudku, kadang kita mahasiswa bisa begaya ala aktivis, demo sana sini padahal sih ga paham paham amat sebab muasal tereak tereak kepanasan, lalu begaya sok borjuis, nongkrong di kafe sana sini padahal masih ngutang di angkringan, ada pula begaya jadi mahasiswa intelek, padahal 99% kutipan di makalah hasil dari adopsi langsung di Wikipedia.

Jadi nih ya, aku pun ikut begaya-begayaan sok sehat sok sibuk. Yah jadi nih ya, hahaha, aku begaya jadi filsuf, mikir yang berat-berat, jadi deh begaya sakit maag akut. Jadilah aku kalo ditanya, inginnya sih sangat kalem. Umpama begini:

"Lo kemaren sakit apa?"
"Gastritis"
"Buset, apaan itu?"
"Semacam kontraksi perut"
"Wedeh, lo ngelahirin?"
"Bukan Dodol! itu rasanya menderita MAGH PARAGH"
"Oh.."

Dan itulah mengapa aku tidak lagi sungguh-sungguh simpati pada iklan tahunan tiap Ramadhan yang dibintangi Dedy Mizwar. Promag sumpah-demi-perut tak akan pernah mujarab. Lalu yang paling mengenaskan adalah asupan sambal sangat berkurang drastis. Ibarat cabe naik harganya seribu kali lipat, begitulah aku mengkhianati petani cabe. Aku menjauhinya dan aku diam diam berselingkuh dengan bubur ayam ga' pake kuah. 

Sebenarnya, ini semua demi anakku kelak. Alibi ini selevel alibi tingkat visioner. Maksudku, ayolah, bayangkan saja tiap maag ini kumat, ugh! rasanya hidup dan mati beda tipis. Kau hanya bisa meringis dan berguling guling di kasur tanpa alasan yang jelas. Kau harus menikmati satu persatu napasmu yang sesak dan perutmu yang mengembung keras seperti ikan fugu, dan punggungmu yang rasanya tergilas truk, dan otot perut yang tegang, disertai kram luar biasa. Ini semacam kontraksi, eh. Jadi, kadang aku cemas kalau terlalu banyak kumat, aku tidak akan sempurna merasakan kontraksi saat bersalin kelak. Dan aku tak akan sempurna menjadi seorang ibu yang penuh pengorbanan.

Kadangkala, reaksiku adalah pasrah tak berdaya apa adanya dan bersahaja saat aku harus diculik dan dibawa ke IGD. Tapi percayalah, berkali-kali aku kesana tak pernah aku paham sekali pun mengapa namanya berubah dari UNIT GAWAT DARURAT menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT. Maksudku, seni instalasi cukup keren dan memikat, lain halnya dokter yang biasa mengabaikanku di IGD.

Jadi saat terakhir kalinya aku kambuh, whoa! satu-satunya yang dapat menghiburku di ruang IGD adalah pertanyaan khas dokter hampir ke semua pasien di sebelahku, termasuk aku:
"Eeknya gimana?"

Di tengah bermacam-macam keluhan, dokter di rumah sakit rujukanku itu sangat gemar bertanya tentang "eek" dan aku curiga ia punya minat khusus pada benda berharga satu ini.

Dokter: "Eeknya gimana Mbak?"
Nut: "Eh..?"
Dokter: "Normal bentuknya? susah atau gampang?"
Nut: "Eh...?"
Dokter: "Tadi masih sempat eek?"
Nut: "Ehhhhhh.......?"

Dalam kondisi lemas bagai kertas, aku hanya berusaha menghayati sepenuh hati penderitaan perutku, memikirkan para anak gizi buruk di Somalia atau Nigeria atau Zimbabwe sedangkan aku menyia-nyiakan enaknya beras impor. Sedangkan urusan "eek" aku bahkan lupa sama sekali. Dan bagi dokter tersebut, ia bagaikan arkeolog yang menunggu kabar artefak terbaru.

Saat kesehatan mulai membaik aku pun mulai mengatur strategi baru. Maksudku, selama ini oh-please-deh-generasi-ababil, aku seringkali mengabaikan apa itu kecanggihan Google dalam menasehati masalah kesehatan. Aku telusuri artikel-artikel maag dan macam macam terapi serta rintangannya, lalu kudapati bahwa BENGKOANG adalah umbi-umbian super-duper-ajaib.

Sejak saat itu, kudeklarasikan di status facebook cemilan utamaku adalah BENGKOANG. 

Wahai Mahasiswa setanah air sebangsa sepresiden, khasiat bengkoang selain dapat menjadi rujak manis dan es buah, ia dapat mengurangi asam lambung, mendinginkan perut, menyelamatkan dehidrasi, pengganti karbohidrat skala kecil, memperkuat tulang, melancarkan sembelit, menyukseskan diet, dan yang terpenting KULITMU AKAN SEPUTIH CITRA.

Sekarang pun aku sedang mengudap bengkuang gajah yang lezat dan segar, kraus.. kraus... Anda mau?


P.S: no sambal pedas, no banyak S (santan,soda,saus,es) no banyak MSG, NONONO Mie Instan! ...err, kalo' yogurht masih dipertimbangkan, aku sedang ajuin banding ke Mahkamah Agung. 
Yes abon, yes nasilembek, yes buryam, yes kerupuk, YES BENGKOANG.

kadang saat aku tersiksa dengan pantangan-pantangan ini, aku teringat pada perjuangan Lin Lin mengatasi jerawatnya dengan pantangan belasan kategori makanan. :')






Minggu, 20 November 2011

Mungkin dia.. disorientasi?

Dlot, masih saja berkutat dengan problem-asmara-berkepanjangan. Fyuh, sebenarnya sangat melelahkan. Ia terjebak dalam permainan cinta dengan para lelaki di UKM-nya. Entahlah, sejauh ini sudah tujuh orang cowok --seingetku, kemungkinan lebih-- yang pernah setidaknya, menjalin skandal kecil-kecilan dengannya. *Semoga Dlot tidak tersinggung dengan pemilihan kataku. :D Damai yak Dlot ^^!

Namun, cowok terakhir kali ini cukup berbeda dari karakter tipikal cowok-cowok affair sebelumnya. Ia seorang.. ehm, Ikhwan alias Akhi-akhi. Ia bernama, ah, sebut saja, Aki. Dlot lagi-lagi mabuk kepayang dengan pesona sejenis lelaki idealis-religius. Tidak bisa dielakkan, berbagai konflik batin muncul, dan selalu dikeluhkan Dlot. Biasanya, dalam bentuk sajak-sajak melankolis.

Suatu malam, seperti biasa Dlot membutuhkan telingaku. Saat itu ia sedang berulang tahun, dan mengeluhkan betapa tidak sensitifnya si Aki. 

Dlot: "Bayangkan Nuuut, tegoo banget! Aki kemarin bilang kalau mau pulkam pas aku ulang tahun. Oke sih, meski nyakitin tapi aku bisa coba maklum. Sejak ibunya meninggal dia memang jadi sering pulang. Tapi ternyata dia ke Blitar. Malah main dan nginep di rumah Gell!" *sambil merintih kesakitan.
Nut: "Hmm.." *sebagai catatan penting Gell adalah cowok affair sebelum Aki datang dalam kehidupan Dlot. Dan mereka semua memang dalam satu organisasi.
Dlot: "Bahkaaaan.. parahnya Aki ngucapin met ultah siang hari! Coba bayangin!"
Nut: "Loh.. emang yang ngucapin pertama siapa? si Gell?"
Dlot: "Bukan. Yang ngucapin jam 12 malam teng-teng Yoah. Aku pikir itu sms dari Aki. Tapi.. Y-O-A-H!"
Nut: *senyap lalu.. "BUAKAKAKKAKAKAKAKAKAK, Kasian sekali kau Nak!"
Dlot: -__-" *langsung manyun.
Nut: "Terus ngapain juga si Aki nginep ke rumah Gell?"
Dlot: "Ga' tau. Huh! Dia bahkan lebih milih aku daripada Gell. Entahlah, sebenarnya dia tahu nggak sih aku pernah bikin affair sama Gell. Sekarang mereka berdua jadi akraaab sekali. Bahkan yang ngucapin met ultah kedua itu Gell! katanya si Aki ga' bisa dibangunin pas disuruh telpon aku buat ngucapin.. Parah ga' siih Nut? Tega sekali..."

Astaga! aku nggak bisa bayangin kalau perkembangan asmara Dlot menjadi sedemikian rumit. Tampak si Gell mempunyai siasat di balik kedekatannya dengan Aki sekarang. Gell jelas masih sayang ke Dlot dengan sikapnya yang begitu perhatian. Buktinya, ia ingat dan peduli untuk telpon Dlot saat ulang tahunnnya. Tapi...

Nut: "Tunggu.. tunggu... Dlot, mereka berdua, maksudku, Gell dan Aki nggak tidur sekamar kaan?" *nada curiga.
Dlot: "Iya, kenapa?"
Nut: "AAAAAA.. tidak salah lagi!"
Dlot: "Eh, kenapa?"
Nut: "MEREKA BERDUA HOMO!" *sarkas
Dlot: "Hah? homo? nggaklah! hahahaha.. nggak mungkin deh Nut. Hahahaha...! aku ga' bisa bayangin kalo' Gell dan Aki Homo. Ngawur kamu!"
Nut: "Ishh... tapi masuk akal! Mereka mencurigakan. Bisa Intim sekali secara mendadak. Pasti Aki jatuh cinta sama Gell. Aku liat keduanya punya pose foto PP fb yang aneh. Mungkin.. itu sisi gelapnya. Gell seorang multi-orientasi yang menjebak si polos Aki! dan Aki baru sadar bahwa selama ini ia gay...!"
Dlot: *Glek! "Nggak mungkin Gell homo, aku ga' bisa bayangin...! Tapi kalo Aki sih... Arghh! mana mungkin seorang ikhwan alim gitu HOMO NUUTT?"
Nut: "Hmm.. kalau ga percaya tanya aja sekarang ke Aki.. ia ga' normal tauk! Bisa sangat tidak peduli ulang tahunmu, malah tidur sekamar dengan Gell. Serem banget!"
Dlot: "Entahlah.." *nada mulai ragu.

Beberapa hari kemudian, Dlot telepon lagi. Kali ini mengabarkan bahwa hubungan persahabatan Gell dan Aki semakin erat. Ternyata, Aki belum pernah tahu jika Gell pernah menjalin skandal dengan ceweknya sekarang. Lalu topik berpindah pada kado ulang tahun Aki untuk Dlot. 

Kalian bisa tebak apa hadiahnya?
Taraaaa! File Film The Notebook.
Gubrak!

Alkisah, Dlot dan Aki pernah berbincang-bincang mengenai film. Dlot mengaku belum pernah menonton The Notebook, sedangkan Aki sudah pernah. Dlot bilang secara asal kalau kapan-kapan ia ingin menonton film tersebut. Ternyata rekaman memori Aki sangat kuat menandai The Notebook sebagai salah satu keinginan terbesar Dlot, setelah obsesi PUNYA SUAMI adalah keinginan terbesarnya selama ini. Ceritanya, Aki menyodorkan flashdisk yang ia pinjem dari Dlot dan berkata, "fd-nya buka ntar malam aja yaa.. ada kadoku di dalamnya."

Whuaa! siapa pun akan mengira dalam benda mini itu ditemukan video maker yang sangat romantis. Berisi foto-foto disertai rangkaian kata-kata puitis. Jadi, saat Dlot membokar folder-folder di fd-nya malam itu, ia sama sekali tidak menemukan hal mencurigakan yang menyolok. Tiba-tiba, Aki telepon.

Aki: "Sudah dibuka kadoku?"
Dlot: "Er... belum. aku ga' nnemu. Kamu taruh dimana kadonya? Btw, kayaknya kemarin pas temenku pinjem fd dia lagi copy The Notebook deh. Nih masih ada file-nya, belum dia hapus.."
Aki: "Oh, The Notebook itu kadoku. Selamat Ulang Tahun yaa.."
Dlot: "......." *speechless parah.

Besoknya Dlot sudah menuliskan di secarik kertas segala praduga di otaknya mengenai kenapa Aki memberikan film itu sebagai kado.

Aki: "Gimana filmnya? bagus?"
Dlot: "Tunggu.. aku udah buat daftarnya" *membuka catatannya. "1. Kamu tahu nggak sebelumnya kalo' yang jadi pemeran utama cowok di The Notebook itu artis favoritku?"
Aki: "Nggak." *singkat, jujur.
Dlot: "2. Kamu pengen aku mikir apa pas kamu ngado film banyak adegan nggak-nggak itu?"
Aki: "Loh?" *polos dan lugu
Dlot: "Kamu beneran nggak pengen aku mikir pengen yang nggak-nggak..? Kamu sama sama sekali nggak mikir....? Astaga!! Kamu nggak homo kan?!!!"
Aki: "Hah? Homo? kok bisa tiba-tiba....? Aku pun nggak lihat adegannya, pas adegan vulgar aku cepetin."
Dlot: "Kayaknya bener deh ada orang yang bilang kamu.." *inget Nut sang psikolog.
Aki: "bilang apa?"
Dlot: "Nggak.. lupain. Trus nomer 3. Ending The Notebook kan pemain utama ceweknya kena alzheimer. Trus lupa ingatan bahkan lupa sama cowoknya. Tapi akhirnya lumayan happy ending saat mereka meninggal bareng. Kamu bayangin nggak kalo' suatu saat aku kena alzheimer terus kamu bakal lakuin kaya' yang cowok itu lakuin?"
Aki: "Buakakakakakak! Enggaklah. Kamu kok mikir sejauh itu sih? Aku ngado yah cuma pengen kamu nonton. Katanya dulu belum pernah nonton The Notebook dan pengen.."
Dlot: *Glek!


Itulah kawan, lelaki. Selalu mempunyai daya rekam memori lebih detail daripada wanita tetapi tidak pernah berpikir panjang atas tindakannya. Sejauh ini, aku nggak kaget saat si Aki menghadiahi Dlot file film. Maksudku, aku juga menemui kasus hampir serupa yang menegaskan bahwa lelaki sungguh alien dari Mars yang sangat.......... well, oke, terpaksa aku bilang sederhana.

TAPI MENYEBALKAN. 
x_____x"

Dan percayalah, rekonstruksi serial drama romantis itu hanya omong kosong. Cowok-cowok di dunia ini 80% terlahir tanpa sisi romantis sekali pun. Hufft, susahnya. Setelah aku puas ngakak guling-guling dengar cerita Dlot, lalu gantian deh Dlot ngakak gulung-gulung sambil salto menertawai kado ulang tahunku yakni mawar-dalam-kotak-sepatu dari seorang lelaki.

*Ups.


Malu Mengakui

 
Akhir tahun 2011 ini adalah anugrah luar biasa dari Tuhan untuk Indonesia dan berefek pula padaku. Bagaimana tidak? Medali emas yang diraih Indonesia bersinar-sinar layaknya gunung ehm yang digali Freeport dengan rakusnya. Yang paling menarik di Seagames kini adalah final sepakbola Indonesia vs Malaysia Senin nanti. Tidak sabar menunggu rasanya. 

Maksudku, well, perkembangan pesat terjadi pada Nut. Finally, aku meresmikan diri menyukai cabang olahraga sepakbola. Setelah sekian lama disuguhi ribuan tayangan bola, dan tidak pernah sama sekali bisa paham, akhirnya paham juga tentang tendangan-aturan-bola. Untuk pertama kalinya, aku berhasil menikmati jalannya pertandingan secara penuh saat Indonesia vs Thailand berlaga. Saat itu Nut sekeluarga sedang menonton sepakbola di kamar sambil tiduran. Berikut fakta yang membuat pertandingan tersebut berasa nikmat sekali:

1. Pengetahuan telah banyak meningkat. Ditambah dengan komentar-komentar Dad dan Jir tentang sepakbola. Selama ini aku mengira jika Jir hanya tertarik dengan game, Spongebob, dan Naruto. Ternyata ia juga lumayan berkompeten dalam urusan bola.

2. Wasit Korea yang benar-benar menyita perhatian karena begitu murah hati untuk mengeluarkan kartu berkali-kali. Apalagi ia seperti memihak Indonesia karena permainan kasar Thailand. Terlebih lagi, dia keren, tidak seperti boyband, dan mengingatkanku pada pemain saxophone lokal favorit. ^^

3. Pemain bernama Tibo sangat cakep! Dia berkharisma. Ganteng luar dalam. Pemain asal Indonesia timur ini bagai matahari terbit yang selalu menawan.

Lalu disusul dengan pertandingan semifinal yang baru saja usai. Indonesia vs Vietnam yang sangat menegangkan. Inilah kali kedua aku bisa menikmati sebuah pertandingan meskipun sering mengernyit ngeri. Ternyata, baru tahu kalo sepakbola adalah liga yang berdarah-darah. Terguling, keseleo, teckling, terpeleset, keseruduk, salto, benturan kepala, hingga terjepit adalah resiko yang memang harus ditanggung pemain sepak bola.

Ada tiga tokoh favoritku di sini: Tibo, wasit Korea yang lagi-lagi turun, dan pelatih Timnas yang jaim. Ketiganya sangat sedap dilihat. Meski yah, berkali-kali aku harus dapat protes dari para lelaki karena naksir Tibo. Apalagi Yoah dan Peki yang terus menjagokan Diego gak ganteng. Hingga akhirnya Tibo dapat meluncur, menembak gawang.

GOL!


Nut: "AAAAAAAAAAAAAA!!! GOL!!!!!" *menggebuk galon kosong dengan kalap sambil memekik mekik. Suporter di belakang menari-nari. Suporter di televisi jingkrak jingkrak. SBY di istana karaokean.

Heboh sekali rasanya saat bertransformasi menjadi salah satu suporter Indonesia yang ehm lumayan paham tentang sepakbola. Bukan seperti saat final AFF dulu antara Malaysia vs Indonesia. Aku masih ingat jelas, ketika hampir berurai airmata di jalan raya hanya gara-gara Yoah menyeretku pulang di menit-menit terakhir pertandingan AFF. Meski kalah, rasa nasionalisme polos nan lugu pun membuat siapa saja tidak rela meninggalkan tim merah putih.

Dan oke, sekarang aku bukan Nut yang buta sepakbola lagi. Bahkan aku mulai hapal nama-nama pemain U-23. Contoh: Patrick Wanggai, Andik, Gunawan, Dirga, Egi, Ferdinand, Diego, Miega, dan tentu saja Titus Bonaiii!!!

Ditambah lagi aku pun mampu menjadi pengamat amatiran junior yang sangat membanggakan saat mengomentari hasil pertandingan Indonesia vs Malaysia di group A.

"Kau tahu? menurut pengamatanku, keputusan pelatih Timnas udah bener deh. Dia memang seharusnya tidak mengeluarkan skuat inti, 5 pemain utama diganti pemain cadangan. Maksudku, apa pun hasilnya, Indonesia masih tetap maju ke babak semifinal. Dan inilah saat yang tepat bagi pelatih untuk mengukur ekspektasinya pada seluruh awak U-23. Biar saja kalah di babak kemarin daripada kalah di semifinal nanti. Kita harus benar-benar paham kekuatan Indonesia dan bersikap realistis. Mental awak cadangan pun memang juga harus dipantau langsung dipertandingan. Biar adil.." argumenku meluber kemana-mana, meski salah menyebutkan Tibo yang kusangka bernama Okto sebelumnya.

Yoah bengong, kemudian nyengir lebar dan sok memujiku dengan nada menyebalkan seperti biasa. Mbak Pengamat katanya. Huh!

Nut: "Eh tapi kenapa yaa wasit-nya dikeluarin?" *tanyaku tidak mengerti.
Yoah: "Wasit?"
Nut: "Iya! wasit Malaysia.. kenapa kok bisa dikeluarin?"
Yoah: *hening lalu.. "BUAKAKAKAKAKAKAK, Mana ada wasit dikeluarin. Siapa yang berani ngeluarin wasit?!! Buakakkakakak!"
Nut: *baru nyadar kalau kepeleset ngomong. Yang aku maksud pelatih bukan wasit. Sial.
Yoah: "Siapa yang berani heh?!"
Nut: -_______-" "Andi Mallarangeng yang berani" *nada dongkol gara-gara diketawain.

Tapi bagaimana pun juga, kembali ke pertandingan tadi, Indonesia benar-benar membanggakan. Dan aku pun menulis status di facebook seperti ini: 

malam minggu yang sangat mengesankan berkat gol si ganteng Tibo, hahahaha, sudah kubilang berkali-kali, dia cakep. Termasuk pelatih Indonesia dan wasit Korea.


Padahal sebenarnya aku ingin menulis: I LOVE YOU TIBO SO MUCH. Tapi batal karena merasa norak malu mengakui dan well, aku bisa dikecam pecinta Diego nanti. Hufft. --Padahal apa sih menariknya Diego yang potongan rambutnya saja tidak beraturan dan tak pernah masukin gol?--

Rasanya, sulit membayangkan tiga minggu yang lalu bahwa aku belum mengerti apa itu offside, tendangan penjuru, hakim garis, teckling, penalti, tendangan bebas, aneka pelanggaran, dan banyak hal sepele lainnya menyangkut sepakbola. Sehingga Nipnip dan Yanyan harus sabar memberitahuku banyak informasi dasar.


Forza Indonesia!!







Betewe, apa sih artinya Forza?



Kamis, 23 Juni 2011

Bukan Penggila Gosip

Salah satu alasan mengapa Mbejog jarang update info terbaru mengenai selebriti tanah air adalah banyaknya channel yang tersedia. Berdiam di sebuah kotak tivi, tayangan yang lebih menggiurkan seperti Masterchef Australia, Top Model, CSI, film-film di HBO dan StarMovies membuat mbejog lebih suka berleha-leha dengan tayangan impor. 

Bukan berarti tidak mencintai produk lokal, sama sekali tidak. Tapi kadang yeah, apa perlu kita tiap hari dengar suara melengking Feni Rose yang setajam silet? atau debat tawur heboh di TV One? atau mungkin sinetron Nikita Willy, Julia Estelle, dan Nabilla Syakieb yang mendayu-dayu? setidaknya Mbejog hanya terbius oleh Mata Najwa yang alamak! cool guys. Selebihnya, biasa saja.

Hanya dengar-dengar selentingan saja, Anang Syahrini pisah kontrak. Anang dengan Ashanty. Syahrini dengan pose menohoknya. Itu saja, dan tidak terlalu penasaran mengapa Anang punya selera wanita ber-make up tebal. *Hm...

Tatkala iseng buka-buka profil saudara-kerabat-handai-taulan, mbejog tidak sengaja menemukan salah satu FANS SEJATI KRONIS Anang Syahrini. "Ohh...." *speechless. Uniknya, kerabat yang masih saudara jauh itu (*memang jarak rumahku dan dia jauh sih) masih berumur belasan tahun. Kalau tidak salah SMP atau SMA.
Status jejaring sosialnya mengindikasikan kerabatku ini mengandaikan dirinya bertemu Anang dan Syahrini, dan ah.. saya jadi terharu. Tapi tunggu! Kenapa harus pasangan duet itu? Kenapa bukan Justin Bieber maybe, Sherina maybe, atau siapa kek yang lebih berkelas untuk remaja.

Namun akhirnya aku sadar bahwa yaaaah, tanpa penggemar sejati seperti kerabatku, Anang tidak akan mampu membeli mobil baru untuk Ashanty (*lho...?! --oke, baru baca gosip). Pencarian-iseng-total pun berlanjut pada grup Syahrini. Dan Alamaaak!

She is like a Princess, Huh?

Julukan tersohor Syahrini serasa benar-benar menggelikan. Maksudku, atas dasar apa dia dipuja sebagai putri? Hello, yang benar saja. Apa karena kostumnya yang sering berkilauan dan bertumpuk dan bergaun lebar?

Berarti Lady Gaga harusnya dijuluki  The Lady Mad, dan Justin Bieber dianugerahi gelar A Purpleboy. 

Merasa sebagian diri tidak mengerti atas semua keanehan fenomena selebritis Indonesia, lantas mungkin julukan yang tepat baginya adalah the flag princess... oke, biarkan imajinasiku berkembang. Maksudku, tahu kan? gaunnya yang berkibar-kibar kala nyanyi? Oh, seharusnya dia berganti haluan saja nyanyi lagu cinta tanah air.

Selanjutnya...
Sumpah, mbejog tidak mengikuti perkembangan gosip-lagu-hits. Tidak sengaja Mbejog mendapati video klip Syahrini, KAU-YANG-MEMILIH-AKU.

Reaksi mbejog: melongo. *Lho? Lho...? apa-apaan ini?

Lirik yang mengindikasikan curahan hati Syahrini yang ditinggal pergi Anang Hermansyah itu benar-benar VULGAR. Dalam artian, benar-benar diaransemen dan digubah untuk konfrontasi dengan duda beranak dua tersebut.

Apalagi ditampilkan adegan seorang pencipta lagu yang meninggalkan Syahrini demi wanita lagi.

Berikut potongan liriknya...

Kau yang telah memilih aku
Kau juga yang sakiti aku
Kau putar cerita
Sehingga aku yang salah

Kau selalu permainkan wanita
Kau ciptakan lagu tentang cinta
Hingga semua tahu
Kau makhluk sempurna

Next, cekidot lirik kolaborasi Anang Syahrini sebelumnya:

Bila kau menjadi milikku
Memang lukaku belum sembuh semua
Juga dukaku belum sirna semua

Jangan memilih aku
bila kau tak sanggup setia
Kau tak mengerti aku
diriku yang pernah terluka

Begitulah Sobat. Ini Tragedi. Setelah Anang curhat tentang dirinya yang ditinggal pergi KD dan trauma, kini Syahrini yang curhat tentang dirinya yang ditinggal Anang. Begitulah dunia, ada yang ditinggalkan lalu meninggalkan. *sok filsuf.
Setelah menonton video klip, tanpa sengaja berpindah ke saluran tivi yang menayangkan gosip Anang ke Jember bersama kekasihnya, Ashanty.

Huff.. mbejog begitu menghayati hingga memikirkannya dalam-dalam... 

-----------at  MPD--------

Yoah: "Hei, melamun aja rek!"
Nut: "Eh..?"
Yoah: "Kenapa e pandanganmu menerawang? kangen rumah?" *nada penuh simpati.
Nut: "Kagak... aku lagi kepikiran Anang-Syahrini kok" *muka polos.
Yoah: *gubrak!
Jatuh dari bangku mie ayam pinggir dalan.

------------------------------------------




 

Kamis, 09 Juni 2011

KRS: Tradisi yang Mengesankan


 Aku baru nyadar kalau ternyata selama bulan Mei blog ini tak tersentuh cerita begok dari jemari yang lemah gemulai ini. Awal Juni seperti ini, selain momen UAS yang ditunggu-tunggu, Masa pra KRS pun juga dinanti-nanti ratusan warga FISIPOL UGM. 

Dan aku baru nyadar bahwa tradisi ini sangat mengesankan tiap semesternya.

KRS atau yang tidak lain tidak bukan Kartu Rencana Studi adalah momen dimana mahasiswa memilih secara mandiri matakuliah yang akan dipelajari semester mendatang. Istilah ini aku kira, sama dengan kampus kampus yang lain. Tapi apa daya, di kampusku momen ini sering menuai sumpah serapah.

Berlagak sok sophisticated, atau memang usaha kita semua beradaptasi dengan teknologi canggih, KRS menjadi momen mengakses portal akademik berjam-jam lamanya. Bisa jadi karena server kampus, atau aplikasi yang dipakai kampus, atau gangguan teknis kata admin kampus, membuat pra-pengisian ini macet total.

Seperti menunggu perayaan tahun baru, saat dibukanya masa pengisian KRS, pukul 00.00 WIB  serentak para mahasiswa bertubi-tubi mengakses portal dengan ganas. Usul mbejog alangkah  indahnya jika momen ini bertepatan dengan ulang tahun kampus. Sesuai tradisi, mengucap pada jam 00.00 lebih bermakna ketimbang esok jam 06.00. 

Mengapa mereka seganas itu? (*saya juga bagian dari mereka). Ini menyangkut nasib masa depan kuliah selanjutnya, Saudara-saudara. Kuota kelas yang terbatas menyebabkan mahasiswa mengaktifkan naluri liarnya untuk berebutan, keroyokan, tawuran, demi kursi kelas matakuliah tertentu. Tentu, implikasinya ada beberapamatakuliah yang dalam hitungan jam full, ada yang dalam hitungan hari sepi. 

Dialog seperti ini biasa terjadi

x: "eh lu dapat kelasnya pak Anu?"
y: "kagak, telat.. asem! pas klik terakhir masih sisa dua, pas loading gagal.. udah diambil duluan."
x: "wakakakkak, nasib lu ngenes banget dah. bu Ano kan killer, tugas banyak, pelit nilai lagi."
y: "gimana lagi? terpaksa.. siap-siap ngulang deh."
x: "mantap meen.."
y: *muka kelabu, muram.

Begitulah. Momen ini sangat menyiksa bagi kami jika matakuliah yang diincar tidak berhasil ditangkap. Ironisnya, hanya gara-gara KRS mahasiswa cukup ahli menerawang memprediksi takdir KHSnya (Kartu Hasil Studi).

Padahal katanya sih, dulunya, KRS-an dilakukan secara manual menggunakan kertas. Lalu pihak staff kampus akhirnya membuka masa Pra-KRS, sebelum UAS, sebelum tahu IP kami berapa. Pertimbangannya mungkin biar keroyokan dapat diantisipasi. 
Kenyataannya? Nggak juga.

Kalau udah seperti ini fanpage kampus penuh dengan protes, admin terpojok, dan dekan masih berleha-leha nonton debat di Metrotv (*lho?)

Berikut beberapa wall di fanpage kampus:


FireFox dah ga detect.. maka mungkin 1. lagi diperbaiki, 2 Meledak
(ngakak bacanya, mahasiswa memang penuh imajinasi)

mas adminnya juga lagi ikut minggu tenang???
(mas admin lagi liburan dong, ke Hawai)

adminnya g brni konfirmasi..lepas tangan, BAGUS!!!!!!!
(suruh Tifatul lepas jas)

Bayar BOP telat = ancaman sanksi akademik,pengumuman ditempel disegala penjuru kampus... Portal tak mampu mewadahi mahasiswa=adminnya anteng,akademik tenang tanpa permohonan maaf dan pemberitahuan... setimpal??
(kritis, dan marilah kita anarkis. :P, hack saja deh..)

Min, gini nih fasilitas yg dimiliki World Class University ?
Mau KRS aja ribetnya minta ampun.
(ampuni Universitas Kelas Dunia ini Tuhan \m/)

‎502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY 502 BAD GATEWAY
(sebaiknya diganti surah Al Fatihah dan tahlil)

bad gateway....TOOOOOOOO IIIUU KOTO?? WAKARAHEN YA?????? FIX-SHITE KUDASAAAAAAAAAAAIIIII
(mbejog juga mau misuh pake' bahasa Rusia ah..)

semangat
(tanpa tanda seru dan tanda yang lainnya, bisa bayangin ekspresi yang ngetik di atas 
-___________-" = chayoo)

MIN ADMIN TUNJUKKAN BATANG HIDUNGMU!!
(Betewe, adminnya lumayan cling lho..)

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa KRS an, lancar tanpa error.
 Terimakasih Admin, terimakasih action script.
sudahlah kawan-kawan, kasihan adminnya disalahin terus, ntar adminnya nangis lho....
(ini mahasiswa angkatan tua yang suka pamer dan kepedean)

mas admin, tolong dong kita besok senin mau ujian, masih banyak tugas juga. Mending krs ditutup sekarang! Daripada nggak jelas kapan selse diperbaikinya. terlunta2 ni..
(nggak terlalu berhubungan sih sama ujian dan tugas, jadwal tidur aja yang terlunta-lunta)


Direnungkan secara lapang dada dan toleransi, mas admin adalah tumbal dari kapitalisme kampus. Kalau boleh usul, adakan KRC saja (Kartu Rencana Cuti). Tapi bagaimanapun juga, di kala duka siksa seperti ini, suatu saat pasti aku akna merindukannya. KRS memang mengesankan! 

d^^b


Senin, 18 April 2011

Ulat Bulu, Horror 2011

Lama sudah rasanya, tidak menulis banyak cerita begok selama beberapa minggu terakhir. Maklum, UTS dan banyak deadline rasanya hampir membuatku koma, saking lelahnya. Tapi well, UTS kelar dan aktivitas mulai berjalan normal hari ini.

Meski, tetap saja dari Miss Lab, seorang asisten dosen, tidak pernah absen tugas. 


Judul Matakuliah: Penyuntingan Berita
Tugas: Mencari kata, kalimat, dan headline untuk dianalisis
Doa: Semoga Miss Lab yang tengah bunting mengandung segera melahirkan.

Lalu di tengah kebosanan total menyergap, aku membaca berita mulai perompak nan misterius Somalia, sampai dengan jadwal nikah--lagi lagi William n Kate--yang terlalu digembar-gemborkan. Apalagi pilihan tempat untuk pesta lajang Kate yang diinfokan bukan di istana. Wajar saja--tahu kan gimana horornya pesta lajang?--dan ahahahaha, bisa tidak bayangin pesta itu mengganggu tidur Ratu Elizabeth yang sudah tua?

Aku sulit memahami, mengapa harus ada tradisi pesta lajang, padahal besok acara nikah dan harusnya dengan kondisi prima untuk mempelai pria maupun wanita.

Nah, di puncak kebosanan ini lah tiba-tiba aku ngakak sejadi-jadinya di depan situs Kompas online. 

Alasannya, terdapat berita berjudul ULAT BULU INI LEBIH SUKA CELANA DALAM.

Entah mengapa, Kompas menyajikan beritanya dengan sangat kocak dan sampai membuatku ngakak guling-guling bahagia. Padahal, sebelumnya aku mengutuki Kompas yang tidak sesuai dengan slogannya; Amanatia Hati Nurani Rakyat, karena menampilkan berita William-Kate secara mubazir dan ga' penting.

Berita kali ini, sungguh berasal dari HATI TERDALAM DAN TERJUJUR RAKYAT.

Ani (47), istri Ketua RT 15 RW 7 Usman Amar, menjelaskan, pagi dan sore ulat bulu yang tinggal di pohon-pohon cemara turun ke bawah. Menjelang siang, ulat merambat ke atas pepohonan. Saat itulah bulu-bulu ulat berterbangan membuat gatal lebih dari 147 kepala keluarga di sana. 

(Aku baru tahu kalo' ulat dapat terbang, dan curiga mungkin yang dimaksud adalah peri kupu-kupu manis berbulu)

Celakanya, saat ulat bulu merambat ke atas itulah para ibu rumah tangga selesai mencuci pakaian dan menjemur. Nah, ketika itulah bulu-bulu ulat yang beterbangan menempel di jemuran, terutama pakaian dalam. Mengapa? ”Saya pikir karena bahannya kaus, bulu-bulu ulat paling banyak nyangkut di pakaian dalam,” kata Yanti (30).

(Pernyataan bu Yanti kurang ilmiah, maksudku banyak kan pakaian yang berbahan kaos?)

Bayangkan, berapa bulu ulat menempel ke kulit jika tubuh memakai pakaian rangkap, pakaian dalam dan pakaian luar. ”Bagian tubuh paling gatal adalah yang ditutup pakaian dalam. Perempuan lebih parah gatalnya daripada laki-laki karena memakai pakaian dalam lebih banyak. Kalau laki-laki, kan, bisa enggak pakai kaus dalam biar enggak terlalu gatal. Kalau perempuan, masa enggak pakai BH?” kata Ani. 

(Seharusnya ....ungkap Ani, dilematis. Info di atas memang bikin merinding semriwing, Kawan)

Kalau diabaikan? ”Ya, bakal enggak bisa tidur kita,” ucap Yanti. "Gara-gara ulat bulu, saya sampai enggak pakai celana dalam!" teriak salah satu ibu, dengan mimik kesal.


(Pengakuan ibu X ini sangat terus terang. Dia mungkin salah satu aktivis arisan RT yang merasa ulat buru telah melecehkan HAM-nya.


Apalagi kalau habis mandi badan belum kering langsung pakai pakaian dalam. ”Wuaaah, bisa bentol merah semua badan kita,” tambah Ani.


(Ibu Ani pun terlihat ekspresif, dan memang kesimpulannya warga yang diwawancara--ibu-ibu RT 15 RW 7, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat sangat terbuka dan terekspos)


Dan fantastisnya, berita Kompas yang biasa sepi komentar, dibanjiri 2589 like FB. Waow! Amazing! masyarakat Indonesia memang satu selera, menyukai berita yang jujur, apa adanya, sangat urgent, dan selalu menyentuh daerah sensitif.

Tengok saja beberapa komentar SUMPAH KREATIF di bawah ini:


Senin, 18 April 2011 | 08:44 WIB
kemungkinan ulat bulu bosan kali di pohon tinggalnya makanya dia mencari tempat yg layak di huni berupa CD

Senin, 18 April 2011 | 04:11 WIB
Ya Allah..kirimkanlah ulat bulu ini ke celana dalam anggota2 DPR yg kegatelan pgn berfoya..jg ke dalam celana dalam anggota FPI yg semena2 amiiiiiin (doa anak kecil)

Minggu, 17 April 2011 | 15:28 WIB
pingin dong jadi bulu ulat...wkwkwk



Memang, fenomena ulat bulu akhir-akhir seperti momok di tahun 2011. Menurutku pribadi, Hanung Bramantyo yang telah memproduksi film jujurnya, Tanda Tanya, harus mempertimbangkan ideku.

 Yth Mas Hanung: buatlah film dengan tema Ulat Bulu, genre: horror thriller, judul: Bulu Kuduk Merinding, dan estimasi: dapat menembus Hollywood dengan modal ulat bulu yang mampu bersaing di bursa satwa horror, seperti anakonda, hiu, buaya, piranha,laba-laba, dan lebah yang sering digambarkan sebagai makhluk ganas pemakan manusia. Jangan pilih kasih dong Mas, masa' lakonnya kalo ga manusia pasti hantu terus?

Brilian bukan ideku? :P