Tampilkan postingan dengan label begok-kreatip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label begok-kreatip. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Etimologi Pribadi

Mungkin malam ini bisa dibilang malam yang selo--luang. Sembari menikmati gangguan flu dan setelah puas menelusuri secara random berita terkait Justin Bieber, lalu lanjut ke Selena Gomez (dan aku tak ingin beropini dalam penyebutan negara "random" untuk Indonesia oleh JB), akhirnya pencarianku berakhir pada satu nama: Natia.

Percaya deh, karena ini memang terjadi untuk mahasiswi macam Mbejog yang kurang kerjaan tapi kreatif. Jadi percayalah, nama Natia ternyata jauh lebih menarik dibahas ketimbang penelurusan nama Syahrini atau pun Ashanti atau err.. Luhmann misalnya. Oh, percayalah.. Mbejog sampai takjub sendiri terhadap penemuan besar malam ini.

Jadi, singkat cerita, ada satu lagi kegemaran Mbejog yang kadang menuai protes dari berbagai kalangan, karena ulahku macam teroris selebritis. Aku suka sekali menggunakan nickname yang berbeda di tiap fase jenjang akademis. Karena nama yang dianugerahkan Tuhan melalui orangtuaku lumayan fleksibel keren, sumpah aku ga' bermaksud narsis, maka terjadilah mutilasi personal pada namaku. 

Berikut daftar nama yang telah dilegalisasi:

Tia: ini nama masa kecil, dan setiap orang di kelurga besar dan tetangga memanggilku demikian. Dan karena saat duduk di bangku SD aku luar biasa polos, (kau tahu? semacam nonton telenovela dan mengira ciuman itu hidung bertemu hidung, seperti mengendus), maka namaku tetap T-I-A.

Amanatia: ini cukup panjang memang sebagai panggilan. Namun salahku sendiri memperkenalkan demikian kala Masa Orientasi Siswa SMP, jadi aku pasrah saat temanku memanggilku Aman, dan Am-Am.

Ama: ini nama pendek yang digunakan teman teman sepesantren saat SMP dulu. Tidak banyak alasan mengapa mereka lebih menyukai memanggilku Ma, lalu berlanjut ke Mama, karena pengasuh pondok kebetulan bernama Junda. Kurang etis bukan kalau aku menyamai nickname Ibu asrama kami?

Junda: tentu, saat itu aku SMA, dan sama sekli tidak mengenal siapa pun sebelumnya karena aku termasuk murid jenis migran dari kabupaten lain. Menggunakan nama Junda pun masih sering disalahgunakan, menjadi Jindes, dan tafsiran umumnya aku lahir di bandara Juanda, Surabaya.

Natia: nah, ini! Ini-lah akhir aneka nama panggilan khas Mbejog. Digunakan saat mulai kuliah tanpa seizin orang tua (dan sejak kapan aku perlu izin? rasanya semacam hak prerogatif), dan berlanjut hingga detik ini. Awalnya, sungguh, aku hanya iseng dan butuh variasi nama. Tapi, ya ampuun, rasanya nama ini lama lama menjadi beken. Aih, sekampus pun tidak ada yang menyerupai. 

Akhir-akhir ini pun aku mempertimbangkan, bahwa N-A-T-I-A adalah nama yang cukup komersial. Oh, maksudku, aku harus jaga-jaga bukan jika suatu saat ada serbuan penggemar antah berantah yang meminta tanda tanganku? Aku pun sudah memulai merenovasi tanda tanganku yang kata Mbak Pu penuh risiko dan kerumitan hidup di masa depan, dan kata Lin-Lin susah untuk dipalsukan dalam rangka TA--Titip Absen.

Meski lidahku awalnya canggung juga mengucapkan "natia", serasa ya ampun.. ini nama siapa? asing sekali! dan beberapa orang akan mengernyit, "Nadia..?" lantas serta merta aku bilang namaku pakai T bukan D. Tapi, sebuah nama memang punya kadar estetika sendiri ya? Ini aku alami setelah teman SMA-ku cerita pengalamannya saat halal bihalal di sebuah komunitas regional di Jogja.

Mas Az: "Oh, dari SMA 1 Sidoarjo..., kenal Natia?" (kenalan baruku di fakultas saat masih berstatus Maba--mahasiswa baru)
Khariz: "Natia? Siapa, Mas?"
Mas Az: "Anak Komunikasi, anak 2009 juga.."
Khariz: "Hah? Junda, Mas?"
Mas Az: "Loh, namanya Junda?"
Khariz: "Iya! Amanatia Junda kan?! dia sekelas sama aku dulu."
Mas Az: "Oh, tapi namanya Natia.."
Khariz: "Oala.. Mas, itu Junek! JUNDA NENEK!"

Aku yang tidak-sedang-berada-di-TKP dan mendengar Khariz berkomentar dengan pede-nya, merusak citra perdanaku, pengen segera kutabok.

Khariz: "WUAHAHAHA! Nenek.. Nenek.... nama JUNDA aja jadi NATIA!"

Oh, iya, aku juga dipanggil Nenek oleh teman SMA. -_-"

Begitulah, namaku kini Nutia di blog (kata Vai, teman chat-ku, mirip merek selai), dan suatu ketika aku iseng searching nama Amanatia dan Natia di mesin pencari. Taraa! aku menemukan satu nama Amanatia (seorang dokter) dan Natia (nama hotel keren di Bali). Saat itu takjub dan terbersit ide untuk membuat proposal Honeymoon pada manager hotel Natia saat aku nikah kelak. Kau tahu, setelah 2014 pasti pesta resepsi tanpa sponsor merupakan sesuatu yang kuno. Percaya deh! Saat itu SBY pun sudah dianggap kuno.

Lalu malam ini aku mendapat pencerahan, bahwa nama Natia seperti halnya Nadia, er... cukup famous pasaran. Maksudku, di Negara Georgia, Natia adalah nama yang sangat familiar. Oh, aku pun menemukan di sejumlah situs-nama-bayi (kau belum pernah mampir kesana? maksudku, aku kadang kesana hanya untuk memikirkan masa depan bayiku kelak), nama Natia ternyata sama bermaknanya dengan nama Nadia. 

Oh.. okelah... *kecewa.

Pertama, aku menemukan album foto sekolah. Ia bernama Lominatze Natia. Dia.. cantik dengan rambut ikal eksotis.



Kedua, aku menemukan blog dan terdapat profil dari Natia Pavliashvili. Dia.. oke, cantik dan tentu, berhidung mancung.



Ketiga, aku menemukan pemain biola keren dan SO AM-AH-ZIING, Natia Mdinaradze, sumpah! kalian harus liat you tube-nya.



Keempat, yang paling dahsyat...! aku menemukan yang benar-benar seksi dan sensual, dan waow! Natia Makatsaria, Miss Rep. Georgia 2004. 



Emm.. dan selebihnya ada Natia Mosashvilli (manajer di New York), serta satu WNI status mahasiswi dan satu lagi manajer. Well, that's so great! *aku berasa menjadi alien karena perbedaan menyolok dari wanita-ras-mancung di atas, dan meskipun kami sama, n-a-t-i-a, tak satu pun dari mereka bersedia donor hidung padaku. \m/ 

Begitulah, di dunia ini, nama bukan hanya menjadi perkara yang enteng. Seperti halnya saat orang tuaku menyematkan nama Amanatia, yang berasal dari kata "amanat", yang bermakna "yang bisa dipercaya" atau interpretasi yang lain; Tuhan menitipkan kepercayaan besar pada orangtua-ku dengan kelahiranku.

Dan arti kata Natia pun cukup berbeda:


Polish Meaning: 
The name Natia is a Polish baby name. In Polish the meaning of the name Natia is: Hope.



Soul Urge Number: 11
People with this name have a deep inner desire to inspire others in a higher cause, and to share their own strongly held views on spiritual matters.

Expression Number: 9
People with this name tend to be passionate, compassionate, intuitive, romantic, and to have magnetic personalities. They are usually humanitarian, broadminded and generous, and tend to follow professions where they can serve humanity. Because they are so affectionate and giving, they may be imposed on. They are romantic and easily fall in love, but may be easily hurt and are sometimes quick-tempered.

Yap! dari bahasa Polandia, meski orang Georgia bersikeras mengatakan nama Natia berasal dari negerinya, yang bermakna cahaya. Jadi, daripada memihak, aku gabung saja artinya, jadi cahaya-harapan. Toh, keterangan di atas pun sangat gue-beud, *intuitif, romantis, penuh hasrat, inspiratif, penuh kasih sayang, dan segala hal yang positif-gratis-sebaiknya-dicomot-saja.

\m/

Senin, 23 April 2012

Pembekalan KKN


... adalah pembekalan KKN. Apakah Anda tahu, Saudara-Saudara? satu-satunya yang tidak dimiliki mahasiswa asing adalah betapa menyenangkannya melaksanakan program KKN. Libur semester panjang menuju semester tujuh ini, aku bertekad abdikan seluruh raga demi masyarakat desa, aku dedikasikan ilmuku untuk program KKN kampus tercintaku.

Jadi, marilah pertama-tama selesai UTS, di Minggu cerah yang seharusnya santai kayak di pantai, kita tunaikan kewajiban mengikuti pembekalan KKN.

 Apa itu pembekalan KKN?

a. piknik bersama angkatan 2009 di halaman Fakultas Filsafat
b. pelatihan membuat bekal ala Jepang 
c. pelatihan mengemas ransum
d. pengisian materi seputar KKN oleh lembaga-lembaga yang terkait.

Jawabannya d, Delta Saudara-Saudara...

Dalam pembekalan kali ini terdapat 5 sesi untuk 5 macam materi hari ini. Mulai jam setengah delapan pagi buta sampai jam satu siang bolong. Untunglah, fyuh, dari 5 presentasi, 4 di antaranya lumayan segar, dan 1 sisanya aku sudah bosan dan cemilanku kebetulan habis. 

Jadi, hari ini aku datang pembekalan layaknya piknik, saking takutnya di tengah-tengah kebosanan yang mendera saat presentasi berlangsung, perutku menjerit jerit. Tanpa sempat sarapan aku buru-buru belanja: satu botol sedang air mineral, sekotak biskuit abon, dua buah apel, satu buah pir, dua kerat wafer coklat krispi. Karena memang sebelumnya, dianjurkan panitia pembekalan untuk bawa bekal dan boleh ngemil di kelas, jadi tak kan kusia-siakan momen ini. Tapi, begoknya lugunya aku, panitia tak sampai hati tak memberi jam istirahat barang sepuluh menit.

Nut: "Hai, ikutan!" *memanggil sekawanan anak golongan darah ABO yang hendak berburu sarapan.
B : "Bukannya kamu sudah makan Nut dari tadi?" *mungkin dia liat aku beli roti keju dari temen yang masih sempet jualan untuk dana KKN.
Nut: "Hehehe..." *inosen "Kan belum afdhol kalo' ga' makan nasi.."

Sampailah perburuanku pada sekantong kecil penthol kecap dan sekotak nasi.

Sebenarnya, pembicara-pembicara yang masuk kelas kami cukup menyenangkan. Namun sialnya, kelas kami sangat gaduh. Aku di kursi barisan kedua, terdepan (karena kursi barisan pertama kosong), sibuk menyimak sambil sesekali menggigit cemilan sambil sesekali meneguk minuman sambil sesekali mencatat nomor hp relasi di buku catatan. 

Materi 1: Prosedur Tes Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan

Nut: "Lin.. kayaknya muka mbaknya ga' asing deh ya.. staf front office kampus po ya? atau mana ya?" *berkomentar sambil mengamati mbak-mbak manis yang bertugas sebagai operator power point.
Lin-Lin: "Masa'?"

Lalu pembicara pun, seorang wanita berjilbab coklat, mengenalkan diri atas nama klinik kampus.

Nut: "Astagaa...." *berbisik lirih.
Lin Lin: "Pantes familiar.. orang kamu langganan mereka.."
Nut: -__-"

Materi kesehatan ini cukup menghebohkan, karena ibu pembicara yang sabar dan tabah itu menjelaskan berbagai hal dengan nada datar...

Bu Pembicara: "Bedanya mahasiswa KKN dan reguler, kalo ada kematian, mahasiswa KKN dapat santunan kematian. KKN yang lalu sudah ada 4 laporan kematian..."
Kelas: "Hoooo..." *gaduh karena seram

Bu Pembicara: "Hal hal medis yang tidak kami tanggung adalah, biaya kontrasepsi dan biaya sunat bagi laki-laki.."
Kelas: "Hooo...." *koor tapi sibuk dengan otak masing masing.

Bu Pembicara ini pun juga menjelaskan cara-cara yang tepat dalam pertolongan pertama pada kecelakaan, seperti luka bakar yang harus direndam air shampo dingin, sampai dengan pingsan karena tenggelam harus segera diberi ciuman napas buatan.

Selanjutnya yang tambah bikin heboh adalah materi ketiga mengenai filosofi KKN. Karena pembicara adalah dosen filsafat dan beliau berbakat ikutan stand up comedy, kelas pun gaduh berkali kali lipat. 

Pak Pembicara: "Karena yang lain berbicara soal fisik dan teknis, maka saya akan jelaskan hal-hal yang metafisik...."

Begitulah beliau memulai presentasi dengan slide yang tidak berurutan dan harus dibaca dari kalimat terbawah lalu naik ke atas. Karena saking banyaknya Mbejog tertawa, Mbejog sampai bingung harus tuliskan komedi bapaknya yang bagaimana. Yang jelas bapak filsafat satu ini luar biasa menghibur dan jenius. d^^b

Minggu, 22 April 2012

Cemilan Baru ala Maaggie


Maag akut membuatku memikirkan ulang konsep gaya hidup yang sehat. Jadi selama ini gaya hidup mahasiswa itu.. err, terpaksa aku bilang; susyah-untuk-sehat. Hidup mahasiswa itu lebih banyak didominasi oleh begayaan begini begono. Maksudku, kadang kita mahasiswa bisa begaya ala aktivis, demo sana sini padahal sih ga paham paham amat sebab muasal tereak tereak kepanasan, lalu begaya sok borjuis, nongkrong di kafe sana sini padahal masih ngutang di angkringan, ada pula begaya jadi mahasiswa intelek, padahal 99% kutipan di makalah hasil dari adopsi langsung di Wikipedia.

Jadi nih ya, aku pun ikut begaya-begayaan sok sehat sok sibuk. Yah jadi nih ya, hahaha, aku begaya jadi filsuf, mikir yang berat-berat, jadi deh begaya sakit maag akut. Jadilah aku kalo ditanya, inginnya sih sangat kalem. Umpama begini:

"Lo kemaren sakit apa?"
"Gastritis"
"Buset, apaan itu?"
"Semacam kontraksi perut"
"Wedeh, lo ngelahirin?"
"Bukan Dodol! itu rasanya menderita MAGH PARAGH"
"Oh.."

Dan itulah mengapa aku tidak lagi sungguh-sungguh simpati pada iklan tahunan tiap Ramadhan yang dibintangi Dedy Mizwar. Promag sumpah-demi-perut tak akan pernah mujarab. Lalu yang paling mengenaskan adalah asupan sambal sangat berkurang drastis. Ibarat cabe naik harganya seribu kali lipat, begitulah aku mengkhianati petani cabe. Aku menjauhinya dan aku diam diam berselingkuh dengan bubur ayam ga' pake kuah. 

Sebenarnya, ini semua demi anakku kelak. Alibi ini selevel alibi tingkat visioner. Maksudku, ayolah, bayangkan saja tiap maag ini kumat, ugh! rasanya hidup dan mati beda tipis. Kau hanya bisa meringis dan berguling guling di kasur tanpa alasan yang jelas. Kau harus menikmati satu persatu napasmu yang sesak dan perutmu yang mengembung keras seperti ikan fugu, dan punggungmu yang rasanya tergilas truk, dan otot perut yang tegang, disertai kram luar biasa. Ini semacam kontraksi, eh. Jadi, kadang aku cemas kalau terlalu banyak kumat, aku tidak akan sempurna merasakan kontraksi saat bersalin kelak. Dan aku tak akan sempurna menjadi seorang ibu yang penuh pengorbanan.

Kadangkala, reaksiku adalah pasrah tak berdaya apa adanya dan bersahaja saat aku harus diculik dan dibawa ke IGD. Tapi percayalah, berkali-kali aku kesana tak pernah aku paham sekali pun mengapa namanya berubah dari UNIT GAWAT DARURAT menjadi INSTALASI GAWAT DARURAT. Maksudku, seni instalasi cukup keren dan memikat, lain halnya dokter yang biasa mengabaikanku di IGD.

Jadi saat terakhir kalinya aku kambuh, whoa! satu-satunya yang dapat menghiburku di ruang IGD adalah pertanyaan khas dokter hampir ke semua pasien di sebelahku, termasuk aku:
"Eeknya gimana?"

Di tengah bermacam-macam keluhan, dokter di rumah sakit rujukanku itu sangat gemar bertanya tentang "eek" dan aku curiga ia punya minat khusus pada benda berharga satu ini.

Dokter: "Eeknya gimana Mbak?"
Nut: "Eh..?"
Dokter: "Normal bentuknya? susah atau gampang?"
Nut: "Eh...?"
Dokter: "Tadi masih sempat eek?"
Nut: "Ehhhhhh.......?"

Dalam kondisi lemas bagai kertas, aku hanya berusaha menghayati sepenuh hati penderitaan perutku, memikirkan para anak gizi buruk di Somalia atau Nigeria atau Zimbabwe sedangkan aku menyia-nyiakan enaknya beras impor. Sedangkan urusan "eek" aku bahkan lupa sama sekali. Dan bagi dokter tersebut, ia bagaikan arkeolog yang menunggu kabar artefak terbaru.

Saat kesehatan mulai membaik aku pun mulai mengatur strategi baru. Maksudku, selama ini oh-please-deh-generasi-ababil, aku seringkali mengabaikan apa itu kecanggihan Google dalam menasehati masalah kesehatan. Aku telusuri artikel-artikel maag dan macam macam terapi serta rintangannya, lalu kudapati bahwa BENGKOANG adalah umbi-umbian super-duper-ajaib.

Sejak saat itu, kudeklarasikan di status facebook cemilan utamaku adalah BENGKOANG. 

Wahai Mahasiswa setanah air sebangsa sepresiden, khasiat bengkoang selain dapat menjadi rujak manis dan es buah, ia dapat mengurangi asam lambung, mendinginkan perut, menyelamatkan dehidrasi, pengganti karbohidrat skala kecil, memperkuat tulang, melancarkan sembelit, menyukseskan diet, dan yang terpenting KULITMU AKAN SEPUTIH CITRA.

Sekarang pun aku sedang mengudap bengkuang gajah yang lezat dan segar, kraus.. kraus... Anda mau?


P.S: no sambal pedas, no banyak S (santan,soda,saus,es) no banyak MSG, NONONO Mie Instan! ...err, kalo' yogurht masih dipertimbangkan, aku sedang ajuin banding ke Mahkamah Agung. 
Yes abon, yes nasilembek, yes buryam, yes kerupuk, YES BENGKOANG.

kadang saat aku tersiksa dengan pantangan-pantangan ini, aku teringat pada perjuangan Lin Lin mengatasi jerawatnya dengan pantangan belasan kategori makanan. :')






Jumat, 20 Januari 2012

Pasar Malam Sekaten = Surga Barang Murah

Mungkin, Jogja tidak akan lengkap tanpa pasar malam Sekaten. Pasar malam yang diadakan sebulan-dua bulan ini memanjakan mata wanita yang doyan beli barang murah namun dibutuhkan. Tapi kenyataannya, berdasarkan nilai estetika yang ada, saya biasanya justru terobsesi dengan barang yang berada di antara garis kebutuhan dan bukan kebutuhan.

Di pasar malam, yang telah beberapa kali saya kunjungi entah-dengan-alasan-apa-pun, saya tidak pernah merasa bosan. Yang saya tidak minati justru wisata kulinernya, yyang bagi saya tidak menarik dan tentu pula kurang enak.
Berikut daftar dagangan-wajib-ada-di-pasar-malam-Sekaten-2011/2012:

  1. Kolor warna warni : Rp. 10.000
  2. Sandal sepatu (flat, high heels, hingga kets):  Rp. 15.000-30.000
  3. Pernik-pernik 10.000-5000 dapat tiga, seperti obeng, colokan listrik, kotak makan plastik, gelas, gunting, hingga alat cukur. Stand ini sungguh menyolok karena banyak pernik yang digantung.
  4. Aneka jilbab
  5. Pakaian dalam wanita warna warni.
  6. Handuk
  7. Aneka Kaos. 
  8. Boneka, khususnya sekarang Shaun The Sheep.
  9.  Jaket
  10. emperan kalung, cincin, dan pernik pernik bros.
  11. selebihnya, masih banyak lagi, tapi dari semua yang ada yang pasti ada dan MAHA WAJIB, yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, yang area-nya paling luas, yang kalau temanmu hilang disana kamu akan lebih susah carinya daripada di Matahari Deptstore... tempat itu adalah AWUL-AWUL. Pernah dengar? atau sudah pernah kesana? tempat semacam tenda penjualan baju-baju bekas impor. Yag sekarang menjadi trend kaum urban-lokal Jogja. Dagangan awul-awul kini pun sudah merambah menjadi tas bekas dan boneka bekas yang harus digantung kaki dan lehernya. Awul-awul adalah tempat yang ajaib. Kamu akan bisa menemukan blazer langka dengan harga 10.000 rupiah. Atau rok mini lucu seharga 5000 rupiah saja. Tertarik?
Berikut daftar belanja yang sudah saya dapat dari pasar malam tahun ini:

9 potong baju awul-awul. Mulai dari rok panjang, vest, dress, overall, kemeja denim, blazer, hingga rok mini. Ah, saya suka beli rok mini yang tentu tidak dapat saya pakai karena gendut lingkar perut dan pinggang tak proposional. Dan akhirnya saya hibahkan rok denim pendek itu pada Lin-lin yang semakin kurus karena alergi belasan jenis makanan. Beruntung, dia kurus :)

Selebihnya saya dapat dua macam motif bunga wallpaper.

Haha.. itu saja kok. Sesuatu yang mungkin justru hanya akan dibeli di Sekaten. Tragisnya, kini saya sedang mendambakan Barbie (Rp. 20.000) lengkap dengan beberapa potong baju yang dijual 10.000-an tiga, dan piring pecah belah yang berbentuk persegi.

Seperti biasa, estetika. 
-_-" 

Senin, 26 September 2011

Sambil menunggu..

Sebenarnya, dorongan kuat posting malam ini adalah karena penungguan. Maksudku, yeah, modem lagi in slow motion, dan gosip tentang Sheila Marcia yang hamil untuk keduanya kalinya tidak tayang-tayang di screen laptop. Oke, nggak banget deh malam ini. 

Tapi terlepas dari pandangan semena-mena kalian tentang--Ya ampuun betapa nganggurnya Mbejog malam ini? (ngaku deh!)--banyak agenda yang nunggu untuk diselesaikan.
Misalnya: agenda terdekat = ambil laundry. Lalu disusul garap paper sebejibun, baca buku-buku pinjaman, selesein tulisan, review buku, dan apa pun lah yang kesannya, kuharap sedikit lebih intelek di semester lima ini... -------

----Apa daya? menjadi mahasiswi semester lima seakan akan memasuki usia 40 tahun. Maksudku, berasa tua hanya karena berhasil menyelesaikan separoh target masa kuliah dengan sehat wal afiat.
Meski yah.. berasa tua ini tidak berkorelasi dengan kepedulian senioritas yang acap kali membumi di lingkungan kampus--well, aku sama sekali tidak mengenal dan tidak ingin tahu angkatan 2011--setidaknya aku tertarik pada kelas internasional yang SELAMAT dibuka untuk yang RAWAN TIDAK SELAMAT.

Rawan tidak selamat ini adalah KAMI--kami yang merasa agak well, kesusahan untuk memahami bahasa asing. Dan malangnya, inilah semester percobaan di jurusan Ilmu Komunikasi. Sehingga, program kelas internasional akan ditutup tahun depan jika hasil studi kami buruk. Jadi kesimpulannya: aku dan "kami" adalah kelinci percobaan.

Ya, kelinci putih yang tertarik mengapa seorang cowok bule Prancis menyukai memakai pashmina pink dan scarf merah menyala di kelas Komunikasi Antar Budaya?

Dan berkali-kali dosenku, senang sekali membagi tradisi Indonesia-yang-kelewat-oh-ayolaah kepada bule-bule di kelas, seperti: penggunaan Insya Allah, yang kerap dibelokkan artinya menjadi "Sik, tak pikirke sik.. ketoke aku males.." oleh masyarakat Indonesia.

Aku menghitung berapa kali dosenku menanyakan hal yang sama, do you know Insya Allah? dan sampai akhirnya si bule pun membagikan informasi bahwa di Prancis juga ada semacam istilah seperti itu dengan tulisan Inch Allah.
Oke, dalam kasus ini aku menolak keras pertukaran informasi makna kontekstual Insya Allah dalam kelas Interculture and Cross culture Communication. Karena: 1. aku sebagai WNI kemungkinan kecil menggunakan kata Insya Allah pada mereka, para bule. 2. Maher Zein dengan lagunya berjudul Insha Allah telah cukup dikenal di Eropa. dan 3. Isu kontemporer jauh lebih menarik untuk dibicarakan DIULANG-ULANG sampai mual. Contoh fenomena terkini adalah: Alhamdulillah yah.. sesuatu banget!


Lebih seru lagi jika di kelas, presentasi pembuka bukan dengan disuguhi oleh seabrek teori tapi dengan cuplikan wawancara Syahrini dan cincin-cincin keramatnya. Topik pengaruh gaya bicara selebritis Indonesia atau dunia mungkin akan menjadi suatu pencerahan di kelas berdurasi dua setengah jam.

 Do you know Syahrini? Alhamdulillah yeah... very something! :D
.....
Very something error in this country
......
 like me
.....



PS: er.. betewe, gosip Sheila Marcia masih loading juga. Grrr !!!

Kamis, 23 Juni 2011

UAS hampir berakhir


Detik-detik menjelang akhir UAS...


Tik tok tik tok, suara detak jam tidak dapat membuat Mbejog gelagapan. Besok pagi ada proposal manajemen media yang harus dikumpul. *Yeah, take it easy man. Besok pagi ada ujian tes tulis Psikologi Komunikasi di kelas. *Yeah, i want!

Hari ini adalah titik akumulasi perang besar-besar selama dua minggu lawan UAS. Penyelesaian dan penutup yang manis adalah agenda dua matakuliah besok yang menyenangkan. Meski masih tergambar jelas panasnya pemanasan UAS. Sangat tegang, seru, dan membuat orang nyaris pingsan.
Hari 1: Sosiologi Komunikasi > esai empat halaman. Cukup menantang, namun dapat dikendalikan dengan cukup profesional. Kecuali terbirit birit mengumpulkan dan mendapat omelan Yoah.
Hari 2: Jurnalisme Media Cetak > siksaan dimulai. 4 berita dalam waktu 2 hari. Itu artinya, kau bersedia menyusuri Jogja selatan hingga petang, kau bersedia malam-malam wawancara calon kritikus sastra, kau bersedia dompetmu terkuras untuk koneksi internet, dan kau bersedia olahraga jantung berkejaran dengan menit-menit deadline.
PS: Dikabarkan sebanyak 20 pasukan gugur dalam medan perang. Alias tugas tidak diterima karena terlambat hitungan menit. Horror!
Hati 3: Cobaan belum berakhir REPORTASE > penderitaan dimulai dari kata BATIK, berlanjut dengan berburu dosen sejurusan, mogok di tengah keramaian Imogiri malam-malam, janjian pagi-pagi dengan hipnoterapis, ngebut seperti ikut pacuan kuda, dan yang terakhir menuliskan semua data dengan tangis dan muntah.

Berikut kutipan berburu biografi dosen:

Nut: "Maaf.. Mas NY bisa minta waktunya ga' Mas buat wawancara tentang kehidupan Mas?"
NY: "Oh, saya sudah ada dua kelompok yang wawancara. Cari yang lain dulu ya.." *lemah lembut.
Klik! Oke, cari lagi. Semangat!

Nut: "Mas NG, bisa minta waktunya buat wawancara?"
NG: "Saya lagi di Gorontalo, lagi on the stage.. konser. Sorry." *menakjubkan.
Klik. Allright. Menurut sumber terpercaya beliau sedang berada di konsernya ST12

Nut: "Mas, ini Nut.. boleh minta waktunya buat wawancara? buat tugasnya Bang BR, besok dikumpul.."
SL: "Saya di Jakarta." *skakmat!
Klik! Er...... *mulai frustrasi.

Nut: "Piye Meg, hadang aja deh dosen kita di kampus!"
Meg: "Ketemu Mas GH katanya lagi sibuk."
Nut: "Groaaaaar!!!!" *frustrasi plus panik

Nut: "Eh tau Cak BD dan Mas Wn ga' di kampus?"
XX: "Kagak tuh. Cak BD di Kulonprogo, Mas Wn di Jakarta." *mematikan
Nut: "God...!"

Nut: "Siang Mas, bisa minta waktu buat..."
RZ: "Wawancara yah? wah, ini lagi diwawancara sama si SS.." *ramah
Nut: Glek!

Nut: "Mas WD, boleh wawancara hari ga'? iya, hari ini, di kampus.."
WD: "Silakan.. saya selalu di kampus.." *melegakan
Nut: "YIPPPI!" *Yes! berhasil! akhirya!

Sesampainya di kampus...... *siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing, syok mendapati dua orang temannya telah sibuk mencatat wawancara Mas WD.

Hari ke 4,5,6?
Sudahlah, tidak ada yang menarik. :D

Kamis, 09 Juni 2011

Teman Baru

Tadaa! Tadaa!

Yup, teman baru itu ada HELM.
Sebuah helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bermerk XYZ (*apaan deeh filosofinya).
Aku jatuh hati pada pandangan pertama meskipun dia suka merusak jilbabku.
Dia bernama: SONY TULUNG
Yeah, ga' ada alasan spesifik untuk menamainya seperti nama pHOst kuis Famili 100 tempo dulu.

Tapi memang selalu ada alasan khusus bagi seseorang untuk memberi nama, berbeda jauh dengan makna populernya.

Nut: "Kenalin, Sony Tulung.." *berjalan dan mendekapnya dengan terpaksa dalam mall.
Mbak Sup: "Kok ga Sona saja?"
Nut: "Dia cowok," menunjuk gambar tokoh kartun Sony yang tercetak di helmnya.
Mbak Sup: "Kalau gitu aku juga ah, helmku namanya Andra."
Nut: *mengernyit. "Andra n The Backbone?"
Mbak Sup: "Nggaklah, Andra itu gebetanku."
Nut: "Oke." 
Mbak Sup: "Hm.. aku kangen sapa Andra, cepet ke parkiran yuk!" *cekikikan.
Nut: -___________-"

Melaporkan mimpi

Sungguh lho, aku ga' sungguh-sungguh serius bilang ke Yoah, kalau mimpi itu akan berguna jika diceritakan. Maksudku mbejog memang punya semacam file catatan mimpi, itu pun karena untuk mengeksplorasi ide bawah sadar buat bahan materiil menulis cerita.
Tapi Yoah, seperti yang dia bilang jauh-jauh hari, gampang gampang susah inget-inget mimpi, kini justru alih-alih mencatatnya, dia malah lebih suka melaporkan mimpinya. Ga' tanggung-tanggung, dalam keadaan setengah sadar dia mengirim SMS atau telepon. Seperti baru saja yang terjadi:

---Yoah telepon---

Nut: "Bangun oi, udah maghrib.."
Yoah: "Hm... aku barusan mimpi"
Nut: "mimpi apa?"
Yoah: "aku mimpi ada komunitas mimpi di Jogja"
Nut: *merinding. 
Yoah: "ada bulenya juga.."
Nut: "ada aku gak? ada aku gak?" *pertanyaan wajib.

Tentu saja, ritual seperti ini sangat begok. Seringnya, Yoah bercerita kalau dia bermimpi gunung meletus, lahar meluber, jembatan roboh, merambat di jembatan rapuh, dan bencana-bencana lain. Atau.. kerabat keluarga. Minggu kemarin dia pun bilang, kalau dia bermimpi adiknya berubah menjadi adikku -___________-" (*macam sinteron Putri yang Tertukar saja).
Dan lama-lama, aku percaya dia bisa jadi script writer Inception II yang handal. 

Sialnya, jikalau aku selalu antusias mendengar mimpinya, menyahuti dengan serius, mencoba menganalisis dengan ilmiah, dia malah ngakak sepuasnya. Seperti laporanku yang satu ini.

Nut: "Mimpiku panjang banget dan agak buruk."
Yoah: "Hm.."
Nut: "Aku mimpi mau nikah..." *nada getir
Yoah: "Sama?"
Nut: "Indro Warkop."
Yoah: "Buakakakakakakakakakakakakak!" *ngakak guling-guling.
Nut: -_________-" *manyun tingkat tinggi.

Yeah, sudikah kalian menceritakan mimpi kalian, Sobat?




Jumat, 25 Februari 2011

Imajinasi otak novelis

Apa jadinya dua bocah yang bertemu dengan obsesi serupa? 

Kami ingin menjadi penulis fiksi yang sama-sama menyukai Harry Potter dan cinta mati pada Luna Lovegood (aku ingin sekali sablon selembar kaos bergambar fotonya). Nyentrik sih, tapi chatting kami terkadang kelewat ekspresif. 


Kisanak? 
(*imajinasi awal sebagai tokoh dalam kultur Jawa Hindu Budha)

9:48pm
Saudagar?
heeeee..
(*memilih setting cerita Malin Kundang)

9:49pm
Empu tantular apa kbr?

9:49pm
dy lg semedi
di Gunung Agung bali
(*imajinasi sebenarnya Mpu Tantular sedang berjemur di Kuta bersama Julia Roberts)

9:50pm
Kenapa Nyai Bidara tdk ikt?

9:51pm
sibuk meeting ma dewa bumi
(*bermaksud mengekspresikan dewa bumi yang ada di film Kera Sakti)

9:52pm
Kabarnya Dewi Aphrodite sdg slametan 3 bulanan kehamilannya y?
(*Gubraak, dibelokkan ke Mitologi Ancient Greek)

9:54pm
mbuh wong iku ga jlas
rumor
mungkin mau promosi oriflame
dy ikut mlm
biar dapat make up kcantikan gratis
Ned is offline
-___-" 

Minggu, 06 Februari 2011

Attack!




*Gambar ini diambil sebelum pertama kalinya bertarot ria di KFC, dan sebelum akhirnya diseret mas-mas rapi untuk cek kadar lemak serta tingkat indeks kegendutan saya. Hahaha... *ketawa setan.


Buat mahasiswa, haruslah pintar-pintar memilih. Maksudku, dengan uang jajan yang segitu-gitu aja, cara cerdik untuk makan agak bergensi enak pun bisa diakali. Salah satunya adalah dengan membeli KFC Attack! Berikut tips-tipsnya:

1. Paket Attack cuma ada di hari Senin-Jumat, jam 3-5 sore.
2. Tanggal merah tidak berlaku. Jadi awas ketipu!
3. Harga naik, mulai dari 5000 sekarang menjadi 8000 rupiah. *belum pajak.
4. Bandingkan dengan bukan jam 'attack', paket panas dengan menu yang sama seharga 15.000 rupiah.
5. Jangan membeli nasi per satuan karena harganya selangit. 5000 untuk ukuran segenggam.
6. Yakinlah, perkedel kentang tumbuk seharga 5000 dapat dua itu tidak mengenyangkan.
7. Air mineral yang dijual seharga 1000-1500 di warung menjadi 5000 di fastfood. Jadi, mending belilah paket goceng, mulai burger, spaghetti, sampai wafel bertabur choco chips.


Sekian. Saya fleksibel kok. Ada kalanya saya bisa nongkrong di angkringan berjam-jam lalu berada di cafe-cafe eksotis dengan menu dan harga canggih.Dan akibat paket Attack saya pernah ditertawakan Oom saya. Sial. Dia cekikikan dan suka menyindir saya karena paket attack. \m/


P.S: Ini bukanlah promosi ataupun rasisme merk makanan cepat saji tertentu, melainkan keisengan dan keseloan belaka. :P

sms melankolis

Menghadapi cewek melankolis cukup mudah. Seperti ini contohnya:
Dlot, sahabatku, sedang menghadapi fase sulit yang cukup kelabu. Sedari pagi sms-smsnya suram dan penuh kata puitis. Maksudku, kau tahu kan? seseorang bisa menjadi pujangga secara efektif saat dia patah hati. 

Oh, man~
It's  not enough to say "i am sorry"
It's time to say goodbye

Kupikir-pikir sebaiknya aku nyanyikan lagu "i am sorry goodbye" nya Krisdayanti pasti serasi dengan suasananya.

Aku tidak menanyakan dia kenapa, karena sudah dapat menebak, dia pun segera menulis..

I am fine. Aku udah biasa kehilangan kok.

Ok.

Lalu seperti biasa, Dlot menghujaniku dengan sms sms panjaaang yang begitu menyayat hati.

Aku baru baca file-file tulisanmu. Kayaknya hari ini dipenuhi dengan hal-hal yang membuatku menangis mendadak. Sial, segitu cintanya ya kamu..sama dia? cewek benar2 makhluk begok yang terlalu memuja cinta, dan cowok benar benar makhluk autis yang terlalu menyepelekan cinta. Tuhan, kenapa hari ini mendung? kenapa hari ini badai hujan? pengen liat pelangi....

Nut reply --> send "DERITA CINTA MEMANG TIADA AKHIR"

Dlot reply ---> send "Ga' jadi nangis malah ketawa ngakak guling-guling... ingat Pat Kay, babi jelek di film Sun Go Kong.."

Tuuuh kan, apa kubilang? obat mujarab untuk ratu melankolis adalah jadilah begok dalam menanggapi puisi-puisinya. d^^b



P.S: Barusan dapat REVISI dari pembaca setiaku, seperti ini:


"Beginilah cinta, deritanya tiada akhir" by: Ti Pat Kai alias Pangeran TiangFeng




Kurasa dia maniak film Kera Sakti dan mengidolakan babi tersebut :D

Minggu, 09 Januari 2011

Adek dan Merek

Hadeeh -___-"
Aku kakak perempuan yang mempunyai adik sangat amat cerewet. Sebut saja namanya Nem. Jika menginginkan sesuatu semacam bantuan dan sejenisnya, ia melebihi Mommy untuk urusan mendesak. Akhir-akhir ini intensitas kecerewetannya meningkat. Entahlah.. padahal aku merasa tidak pernah mencereweti dia sesering itu.
Mulai putus cinta, hingga dibuat ikut pusing, sampai dengan urusan lomba. Beruntung, SANGAT, beruntung dia anak IPA. Karena dulu aku mantan anak IPS, ia hanya berhenti sampai kelas satu SMA untuk bertanya tanya seputar mata pelajaran. Dan sekarang aku tahu, dia suka bertanya tanya tanpa sungkan pada WEL, temanku di Bandung.
Bedaku sama Nem, jelas banyak. Aku Nut dan dia Nem *dan anakku nanti namanya NIMMY, catat NIMMY  

Perbedaan kami di antaranya:
Dia suka sekali mengoleksi list FB nya dengan temanku.
Dan aku.. tidak.
Dia suka sekali menulis status 'menye-menye'
Dan aku... sorry ajeee yee...
Dia bisa saja ganti PP Fb nya dengan foto cowoknya
Dan aku.. mungkin, nunggu pre wedding.

Soal lomba, entah bisa dibilang berapa kali, dia melibatkanku dengan legal maupun ilegal. Tapi rasanya seperti terus ditarik tarik ujung kerah bajuku, jadi yah, okelah, terpaksa menuruti ambisinya.
Seperti lomba FB untuk hadiah KAOS dan KEMEJA gratis.
Ia bahkan rela meneleponku hanya gara-gara update terbaru soal kuisnya muncul di wall facebook. Dia selalu pantengin profil FB merek garmen kesukaannya, dan selalu berharap menang, dan selalu nge-wall, dan selalu komen status admin merk kaosnya. 
Heran. -__-"
Sampai akhirnya aku terpaksa ikut untuk meredam kecerewetannya, sampai terpaksa pula MENANG untuk dapet paketan dari merek-mahal-yang-aku-males-beli. Ujung ujungnya dia maki-maki di FB, karena justru kakaknya yang dapat perhatian admin untuk menang.
Nem: "Nakalaaaaaaaaaan, padahal jawabanku disalahno...!"
Nut  : "Muah!" :*)
Nem: "Curaaaaang! padahal kamu juga lupa nyertain no hapeee!"
Nut  : "Muah!" :*)
Nem: "Yeiks!"
Nut  : "Alamatku jelas yooo, mereka lebih milih ngirim ke Jogja daripada ke kota lumpur."
Nem: *tidak berdaya untuk protes.

Tapi semangatnya tidak padam begitu saja. Lomba akhir tahun yang disunnahkan ikut oleh dia, dengan enggan aku tolak. Inti lombanya: foto dengan produk merk tersebut. Dan sebenanrnya banyak spot menarik di Jogja untuk narsis. Tapi apalah daya, aku sedang tidak berselera ikut. 

Dan adikku... well, selalu ikut.


Aku keselek dibuatnya. Hahaha, dia serius foto depan danau lumpur bersama ekspresi menantang. Entahlah, kenapa dia tidak gambarkan penderitaan korban lumpur? *misal tengkurap dengan kaos kesayangannya yang disobek copang-camping, agar menimbulkan kesan dramatis. Dan tiba-tiba saja aku berpikir, aku bisa juga foto di Merapi untuk menandingi PP facebook-nya sekarang. Jadi, sebenarnya apa sih yang ada di otak adikku saat berpose kacak pinggang demikian? *kecuali emang niat pamer jaket baru.





Sedangkan aku lebih memilih pamer kaos gratis-yang-biasa-biasa saja itu setelah olahraga pagi. Itu foto menyiratkan kedamaian luar biasa menurutku dan bau badan menyengat karena kadar keringat yang berlebihan. Setidaknya, aku seperti agen vvan oranje dari planet lain yang sedang bertugas ngecek keamanan gedung rektorat UGM. Cool kan? ya? ya? ya?

Senin, 03 Januari 2011

Status Bola

Oke, terlambat. 
 Yap! Basi banget deh. -_-"
Euforia AFF sudah mulai menguap dari otak masing-masing orang. Dan giliranku baru menuliskan fenomena keren ini di tahun berikutnya. Emang sih, masih belum ada seminggu. Tapi well, banyak sekali yang ingin kuluapkan hingga aku dibuat bingung mau menuliskannya dengan subtema apa, di note, di blog, atau di semua tempat? tidak, tidak ingin menato garuda di dadaku, di piyama tidur maksudku.
 Tapi beruntung, di tengah kesibukan yang mendera, (sibuk guling-guling di kasur), aku masih sempatkan diri mengumpulkan status-status unik dari FB terkait fenomena AFF.

 26 Desember 2010

Ternyata tampak jauh berbeda, status dosen, kakak angkatan atas, teman SMA, teman kuliah, seniman dll. Yang menyadarkanku, nasionalisme yang dihasilkan oleh benda bulat tersebut bisa menjadi belasan perspektif yang menohok. Kawan, maaf, saya tidak menuliskan nama pembuat status, jadi mari menebak bersama-sama:

Dosen:
“ternyata banyak yang mengkambinghitamkan tanggal...”
“masalah 11 orang kita adalah mental ... Maka mari cari kambing hitam duhai Markus !!!!”
“.. boleh saja orang bilang KALAH or MENANG itu biasa.. tapi bagaimana pun yang namanya KALAH pasti MENYAKITKAN ! semua gara-gara NURDIN & BESUS ! :)”
::::  Dosen lebih cenderung mengoreksi kekurangan timnas daripada menghujat (karena memang mereka terbiasa untuk koreksi bukan?), dan tidak menyukai percampuran unsur mitos kait mengait dilibatkan dalam logika bola.
Teman SMA:
“boleh lah suporternya bawa laser, tapi pemain malaysia emang lebih oke dibandingkan dulu saat dikalahkan 5-1. However, meski banyak koreksi, perjuangan timnas harus dihargai! WE LOVE U TIMNAS!! GARUDA DI DADAKU!” --tipe teman yang update status selama beberapa kali saat pertandingan.
 “heyy malingsiaa!!ternyata emang loe plagiat!krisis kepercayaan budaya! gue ngrti loe pengecut kaia kecoa ngesot!pertandingan gini aja loe kotor, hahahahahahahahahaha pengecut!” –tipe teman yang terlalu banyak berada di lingkungan ekstrem jurusan politik.  
Percuma, gimana2 malaysia itu pasti menang di matchday 1 ini, alasannya :
1. Game dilaksanakan dikandangnya
2. Kelihatan permainan asli bek Indo yang amburadul
3. Indo Kalah Mental
4. Malaysia menghalalkan segala cara untuk menang
...Tapi kita gag boleh nyerah, masih ada matchday 2 di GBK, SEMANGAT !!! –tipe teman yang ingin menunjukkan status seobjektif dan sesistematis mungkin.
timnas siap2 diHUJAT lagee oleh rakyat Indonesia...tlg HARGAI kerja keras pemain Timnas kita..belum tentu kita BISA...!!!! say jancok pada orang yang mengHUJAT Timnas...!!!!!! –tipe teman yang membela dan menghayati penuh perjuangan Timnas.
MALAYSIA IBLIS!!!!!SETAN!!!!MAEN CURANG!!!!! ekspektasi berlebihan untuk TIMNAS berujung kekecewaan :''( --tipe teman yang juga berkarakter keras, ditambah lagi tiap hari makan ilmu hukum.
:::: Kecenderungan teman sebaya dan sebudayaku, menilai pertandingan dari luarnya saja, menitikberatkan pada kecurangan tim lawan.
Teman kuliah:
Sesumbar Rajagobal bahwa "Malaysia punya kejutan buat tim Garuda" terbukti sudah malam ini, dan karenanya sudah dari jauh-jauh hari saya tidak kaget dengan pertandingan yang macam ini.
Kalau Malaysia bisa lempar laser dan petasan ke lapangan, jangan-jangan leg kedua di Senayan nanti suporter kita sembelih orang :sigh: --tipe teman yang memiliki prediksi tertentu untuk timnas.
Wis to kalah yo kalah.. hahaha. –tipe teman yang menerima dengan ringan hati hasil pertandingan.
Baru kemarin kasih n berkat natal dibagikan,,
Hari ini uda misuh2 gara2 kalah bola??
Gmn damai natal bs terwujud?? –tipe teman taat yang selalu merefleksikan segala sesuatu dengan Tuhan
:::  Cenderung apatis.
Kakak Angkatan:
 Semua orang belajar dari kekalahan..
Indonesia kurang peka sama yang satu itu..
baru winner di semifinal.. bak artis diundang kemana2..
akibatnya sekarang ya begini..
Lapindo dan Tsunami tenggelam oleh Timnas –tipe mahasiswa pencari celah dalam cela yang terlupakan.
malaysia NDESO!!!!! –tipe mahasiswa yang tidak suka berbasa basi di status.
Indonesia main fair play, sedangkan Alaysia main child play and cheat play
Kasian, kaya' gitu aja udah girang
Dasar uncivilized people, najis tau ngeliat kelakuan kalian –tipe mahasiswa yang suka dengan istilah dan plesetan untuk melampiaskan kemarahannya.
Ada kemungkinan, bahwa yang main-main laser di berbagai pertandingan AFF itu bukan cuma dari satu pihak pendukung saja, atau mungkin dilakukan oleh provokator dgn suatu tujuan tertentu.... –tipe mahasiswa yang terobsesi dengan teori konspirasi di balik segala peristiwa.
::: Semakin beragam warna status mahasiswa senior
Perwakilan dari seniman:
Indonesia menang dalam peningkatan para pemain sepak bola di lapangan tapi kalah strategi diluar lapangan.....belajarlah sama para Politikus. Djaduk Ferianto.
:::Dagelan khas seniman dan budayawan itu menyentil.
Namun dari semua status ajaib di atas, secara pribadi tidak ada yang SEAJAIB status bibiku tersayang
Garuda di dadaku, Arema di hatiku, Hello Kitty di hp-ku.
Kombinasi dari Nasionalisme, Primordialisme, dan Westernisasi sekaligus.
I Said: Like this Auntie.. :)