Senin, 23 April 2012

21 itu... sesuatu!


Kali ini memang agak berbeda. Aku agak malas membalas komentar satu-satu selamat ulang tahun di jejaring sosial, jadi kusengaja dengan kejamnya, kusembunyikan tanggal lahirku. Berkali-kali sebelumnya aku juga katakan pada Yoah bahwa ia tak perlu memberiku kado. Maksudku, hello, aku bukan anak anak lagi yang mengidam-idamkan kado macam dari sinterklas. Hanya saja mungkin sekilas aku sok dewasa. Parahnya, adalah saat pukul 11.45 WIB, serius pukul 12 malam kurang seperempat, Yoah datang dengan bungkusan pesanan.

Yoah: "Selamat ulang tahun.."
Nut: "Ini jam berapa..?"
Yoah: "Di hapeku udah jam 12 weeek!"
Nut: "Lah, dari dulu jam di hapemu emang lewat 15 menit."
Yoah: "Biarin, pokoknya aku udah ngucapin dan sekarang jam 12 malam." *keras kepala + ego lelaki + mekso.
Nut: "Astaga.. Yoah, kan udah kubilang kalo jam kelahiranku ini masih abstrak. Aku curiga ulang tahunku tanggal 12 bukan tanggal 11 April, masih besok mau tengah malam aku lahirnya kira-kira.." 
Yoah: *cuek bebek sambil mengangsurkan kantong plastik isi buryam seperti biasa.

Aku terbengong bengong, karena juga mendapati isi kantong plastik besar isinya abon dan bubur instan. Dengan terharu aku menyerap buryam yang masih panas. Dan meski bukan dimaksudkan untuk kado, bubur instan dan abon adalah kado ulang tahun paling brillian yang pernah Nut dapatkan.

Yoah: "Udah gih, masuk sana! nanti masuk angin!"
Nut: -_-" *rasanya dia memperlakukan hari ulang tahun seperti jam besuk di rumah sakit.

Esoknya, UTS jam tujuh pagi.

Dengan tergesa-gesa aku berangkat ke kampus. Merutuk karena tanggal lahir ini selalu bertepatan dengan prosesi UTS. Lalu sampailah pada kelas yang dituju dengan ngos-ngosan. "Hosh..hosh.. absen 11, Hoooh!" aku melirik kartu ujianku dan mencocokkannya pada nomor kursi. Ya ampun, 11! Brillian, di tanggal 11 April aku mendapat kursi nomor 11, pasti ini hadiah dari staf kampus.

Dengan semangat, karena mata kuliah ini sengaja mengulang, maka segera aku kerjakan. 10 menit kemudian... kertas absensi tersodor, aku segera hendak menandatangani kolom nomor 11, tapi alamak! Bukan Amanatia Junda! Harusnya, aku histeris dan langsung pingsan. Ini sangat horror. Kau bisa bayangkan, jangan-jangan aku sudah meninggal dan tanpa sadar gentayangan untuk ikut UTS, lalu kursi yang aku duduki sebenarnya kursi orang lain karena nyatanya aku tidak pernah terdaftar dalam kelas ini!

Akhirnya dengan lemas aku acungkan tangan.
Nut: "Err... maaf, Bu.. saya kayaknya sudah meninggal salah masuk kelas"
Bu Pengawas: "Kok bisa? ruang berapa? ujian mata kuliah apa?"
"Nut: "Err... kayaknya ruang sebelah.. jadi gimana? saya kerjain di sini saja atau pindah?"
Bu Pengawas: "Sebentar saya tanyakan ke pengawas yang lain."

Ya ampuun, bisa kau bayangkan? hanya aku satu satunya angkatan tua senior, karena rombongan teman temanku yang mengulang di kelas sebelah. Alamak! Malu sekali sama adik adik kimcil kelas yang sepertinya menatapku dengan pandangan penuh curiga. Akhirnya, aku diizinkan keluar dan ganti kelas dengan satu nomor yang sudah aku kerjakan. Ugh! beruntung sekali, kursi sial nomor 11 di kelas salah alamat tadi kosong dan tidak datang penghuni aslinya.

Pagi resmi datang. Itu tandanya, yah katakanlah, umurku 21 tahun sekarang. Yippi! ajaibnya, yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun, hm.. Yoah masuk hitugan ga' sih?, adalah..... KASKUS.

-__________-" it'sooo AMAHZINGG!



Kami dari Kaskus - The Largest Indonesian Community mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk anda di hari yang spesial ini!
Semoga panjang umur, sehat dan selalu dilimpahkan rejeki.


Kaskus Network
www.kaskus.us


amin. amin. amin, Gan.. eh#. *bahkan aku lupa punya akun di situs Pertamax itu.

Pihak ketiga yang berbela sungkawa atas menu sarapanku yakni nasi abon, koreksi, ngucapin ulangtahun adalah Mbah dan Auntie yang tetap saja cekikikan di Malang nan sejuk dan damai sedangkan Jogja menggila panasnya berkat UTS.

Lalu keempat disusul oleh Nem, adikku tercinta yang saking pedulinya terhadap fenomena ulang tahun hingga overdosis.

Tiba-tiba saja ia mengucapkan ulang tahun disusul tawaran minta-kado-apa, tumben sekali, dan dilanjutkan keluhan mengenai kebingungan atas kado untuk selera ibu. Setelah galau sejenak ia pun update status yang seharusnya mengharukan.

dua orang penting di hidupku sedang berulang tahun, berdoa semoga sehat, diberi umur panjang, rejeki lancar, semuanya lancar. amiiin

Aku pun bingung, lantas mengira salah satu dari yang ia maksud, selain kakaknya yang paling cantik ini, adalah mantan pacarnya. Seingetku mantan pacarnya ulang tahun di bulan April juga.

Nut: Sapa..? eks?
Nem: Ibu sama sampeyan...
Nut: Oh

Sejenak aku berpikir dan cepat cepat komentar lagi.

Nut: Ibu tanggal 17 Jeh!
Nem: Hah? iyo.. yo... lupa aku! wakakakakkak
Nut: SUMPAH. PARAH!

21th, well, it's really somehing, yeah?




Mall Juga Punya Rasa


Yoah itu... terkadang sangat menakjubkan.
 Maksudku, aku bisa dibuatnya terbengong-bengong heran atas bagaimana responnya terhadap suatu hal.

Nut: *Mengulurkan wafer, "Mau? enak loh..."
Yoah: *ragu-ragu, tapi kemudian mencobanya satu, beberapa saat kemudian, "Ya ampuun, ini wafer apa?!"
Nut: "Emang kenapa?" *keheranan
Yoah: "WAFER INI RASA MALL!"
Nut: *keselek. "Kok.. kok bisa?"
Yoah: "Iya, beneran! aku jadi inget mal. Rasa apa sih ini?"
Nut: -_-" "Ini rasa tiramisu Geblek!"

Akhirnya aku paham, kini setiap melintas di mall dan tercium perpaduan dari aroma kopi, mocca, dan coklat di beberapa coffeshop, aku selalu mengendus dan berseru, "Rasa Mall!"

Pembekalan KKN


... adalah pembekalan KKN. Apakah Anda tahu, Saudara-Saudara? satu-satunya yang tidak dimiliki mahasiswa asing adalah betapa menyenangkannya melaksanakan program KKN. Libur semester panjang menuju semester tujuh ini, aku bertekad abdikan seluruh raga demi masyarakat desa, aku dedikasikan ilmuku untuk program KKN kampus tercintaku.

Jadi, marilah pertama-tama selesai UTS, di Minggu cerah yang seharusnya santai kayak di pantai, kita tunaikan kewajiban mengikuti pembekalan KKN.

 Apa itu pembekalan KKN?

a. piknik bersama angkatan 2009 di halaman Fakultas Filsafat
b. pelatihan membuat bekal ala Jepang 
c. pelatihan mengemas ransum
d. pengisian materi seputar KKN oleh lembaga-lembaga yang terkait.

Jawabannya d, Delta Saudara-Saudara...

Dalam pembekalan kali ini terdapat 5 sesi untuk 5 macam materi hari ini. Mulai jam setengah delapan pagi buta sampai jam satu siang bolong. Untunglah, fyuh, dari 5 presentasi, 4 di antaranya lumayan segar, dan 1 sisanya aku sudah bosan dan cemilanku kebetulan habis. 

Jadi, hari ini aku datang pembekalan layaknya piknik, saking takutnya di tengah-tengah kebosanan yang mendera saat presentasi berlangsung, perutku menjerit jerit. Tanpa sempat sarapan aku buru-buru belanja: satu botol sedang air mineral, sekotak biskuit abon, dua buah apel, satu buah pir, dua kerat wafer coklat krispi. Karena memang sebelumnya, dianjurkan panitia pembekalan untuk bawa bekal dan boleh ngemil di kelas, jadi tak kan kusia-siakan momen ini. Tapi, begoknya lugunya aku, panitia tak sampai hati tak memberi jam istirahat barang sepuluh menit.

Nut: "Hai, ikutan!" *memanggil sekawanan anak golongan darah ABO yang hendak berburu sarapan.
B : "Bukannya kamu sudah makan Nut dari tadi?" *mungkin dia liat aku beli roti keju dari temen yang masih sempet jualan untuk dana KKN.
Nut: "Hehehe..." *inosen "Kan belum afdhol kalo' ga' makan nasi.."

Sampailah perburuanku pada sekantong kecil penthol kecap dan sekotak nasi.

Sebenarnya, pembicara-pembicara yang masuk kelas kami cukup menyenangkan. Namun sialnya, kelas kami sangat gaduh. Aku di kursi barisan kedua, terdepan (karena kursi barisan pertama kosong), sibuk menyimak sambil sesekali menggigit cemilan sambil sesekali meneguk minuman sambil sesekali mencatat nomor hp relasi di buku catatan. 

Materi 1: Prosedur Tes Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan

Nut: "Lin.. kayaknya muka mbaknya ga' asing deh ya.. staf front office kampus po ya? atau mana ya?" *berkomentar sambil mengamati mbak-mbak manis yang bertugas sebagai operator power point.
Lin-Lin: "Masa'?"

Lalu pembicara pun, seorang wanita berjilbab coklat, mengenalkan diri atas nama klinik kampus.

Nut: "Astagaa...." *berbisik lirih.
Lin Lin: "Pantes familiar.. orang kamu langganan mereka.."
Nut: -__-"

Materi kesehatan ini cukup menghebohkan, karena ibu pembicara yang sabar dan tabah itu menjelaskan berbagai hal dengan nada datar...

Bu Pembicara: "Bedanya mahasiswa KKN dan reguler, kalo ada kematian, mahasiswa KKN dapat santunan kematian. KKN yang lalu sudah ada 4 laporan kematian..."
Kelas: "Hoooo..." *gaduh karena seram

Bu Pembicara: "Hal hal medis yang tidak kami tanggung adalah, biaya kontrasepsi dan biaya sunat bagi laki-laki.."
Kelas: "Hooo...." *koor tapi sibuk dengan otak masing masing.

Bu Pembicara ini pun juga menjelaskan cara-cara yang tepat dalam pertolongan pertama pada kecelakaan, seperti luka bakar yang harus direndam air shampo dingin, sampai dengan pingsan karena tenggelam harus segera diberi ciuman napas buatan.

Selanjutnya yang tambah bikin heboh adalah materi ketiga mengenai filosofi KKN. Karena pembicara adalah dosen filsafat dan beliau berbakat ikutan stand up comedy, kelas pun gaduh berkali kali lipat. 

Pak Pembicara: "Karena yang lain berbicara soal fisik dan teknis, maka saya akan jelaskan hal-hal yang metafisik...."

Begitulah beliau memulai presentasi dengan slide yang tidak berurutan dan harus dibaca dari kalimat terbawah lalu naik ke atas. Karena saking banyaknya Mbejog tertawa, Mbejog sampai bingung harus tuliskan komedi bapaknya yang bagaimana. Yang jelas bapak filsafat satu ini luar biasa menghibur dan jenius. d^^b