Tampilkan postingan dengan label dialog-parah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dialog-parah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Motif Selalu Bervariasi


Berpergian ke mall dan membeli sesuatu di sana bukanlah tradisi sebagian besar orang-orang di Jogja, setidaknya bagi orang-orang terdekatku. Tapi, kemarin karena ada suatu hal yang cukup substansial --menunggu jam kuliah selanjutnya-- layaknya wanita normal, aku ikut terjebak ke mall bersama empat sekawan. Sebenarnya, 5 sekawan, tetapi Meg-Meg adalah tipikal mahasiswi rajin yang suka ngadem di mushola kampus. Jadi, Nduty pun gagal mengajaknya by phone.

Nduty: "Halo Meg, kamu mau ga' ikutan ke Gale? Jalan-jalan.. Oh, ada rapat ya.. oke kalo gitu.."
Inta: "Meg-Meg kumpul rohis lagi ya?"
Nut: "Nduty, harusnya kamu bilag studi banding, bukan jalan-jalan.."
Nduty: "Oh iya ya.. bener!"

Acara keliling mall pun dimulai. Sebenarnya bukan keliling areal pertokoan sih, lebih tepatnya menyisir deretan rak rak baju lusinan kali. Oleh karena aku sebelumnya tidak punya pengalaman window shopping dengan mereka, alhasil aku hanya manut ke tempat-tempat yang dituju meski mataku tidak bisa lepas dari konter frozen yogurht yang enak mampus.

Setelah satu jam keliling tanpa perubahan pada kantong dompet, akhirnya aku baru sadar bahwa hanya Nduty dan Inta yang terobsesi dengan busana. Sedangkan Lutis lebih memilih sekadar memilah jaket yang cocok buat KKN dan Hestong yang ingin cepat-cepat membeli kreps untuknya dan pacarnya. Aku pun lama berkutat pada toko-toko baju, dan rasanya resah, mondar mandir ga' karuan karena terusik aroma seafood di resto sebelah. Kulihat, Inta masih sibuk memilih baju bunga-bunga transparan dan dia perlu mencoba minimal tiga helai baju dengan motif bunga yang berbeda. Sedangkan Nduty, sibuk sekali berburu tank top.

Nut: "Eh ini bagus loh Nduty.. bajunya," *usulku semenarik mungkin dan menunjuk baju simpel berkerah renda.
Nduty: *melirik, "aku ga' suka model gitu.."
Nut: "Oh.. jadi mau beli yang model gimana?"
Nduty: "Nih nunggu mbaknya ngambilin stok tank top.."
Nut: "Item lagi..?"
Nduty: "Iya.. kan biar keliatan kurus. Tapi susah cari yang XL."
Nut: "Cari aja yang kainnya melar.."
Nduty: "Ah, ga' yakin aku.."
Nut: "Jangan-jangan di lemarimu tank top semua isinya.." *mulai curiga.
Nduty: "Hahahah, bener! ada 9 tank top item di lemariku. Kemarin baru beli dapat diskonan, sekarang beli lagi.." *ngikik inosen.

Lama-lama aku ternyata kelelahan juga. Mungkin karena faktor finansial tidak mendukung kali ya.. jadi aku pun pasrah menunggu Nduty dan Inta menyelesaikan hajat hidup mereka, sedangkan aku, Lutis, dan Hestong berdiri lesu di depan butik kebaya. Acara pun dilanjutkan makan es krim dan Hestong makan kreps (sialnya, aku baru tahu promo beli dua bonus satu krep lagi). Tiba-tiba, Nduty mulai panik. Hape nokia bututnya tidak ada di tas. Meski BB-nya sehat wal afiat di tas tapi Nokia butut itu rupanya tetap kesayangan nya.

Nduty: "Nut, tolong miskolin dong... sapa tau ketinggalan di mobil. Aduh, aku taroh mana ya?"

Perlu tiga kali misscall untuk menenangkan Nduty bahwa Nokianya aman-aman saja. Dan benar saja seperti dugaan kami, Nokia itu tergeletak manis di dashboard mobil.

-_-"

Di perjalanan balik ke kampus, aku mendapati bahwa sesungguhnya seseorang ingin cepat lulus itu dipengaruhi banyak motif yang berbeda. Dan hal ini aku temukan pada diri Lutis. Sebelumnya, aku mengenal Lutis sebagai mahasiswi yang pendiam, ga' neko neko, santun, dan budiman. Aku benar-benar baru menyadari bahwa ia luar biasa rajin saat kami menjadi partner untuk presentasi kelas Mas Riz. Aku hanya melongo, saat ia tunjukkan begitu banyak data yang ia temukan dan terpaksa aku ikut "serius" menyiapkan presentasi tentang Arab Spring yang menarik.

Aku pun baru tahu, di balik sikapnya yang tenang menghanyutkan, Lutis fobia gempa. Maksudku, dia sangat cemas saat mobil Nduty diparkir di basement dan aku pun sempat suatu kali membaca status facebooknya tentang seorang kakak di Sumatra.

Lutis: "Mas.. ndang metu o (cepat keluar), di tivi pada rame bilang kalo' disana gempa.." *nada luar biasa cemas.
Masnya: "Oh, sikik (sebentar), tak sholat ashar sik (aku sholat ashar dulu..)
Lutis: :'( antara cemas dan terharu jadi satu.

Lalu saat kami mendengar jawaban Lutis mau balik ke kampus padahal jadwal-kosong-mendadak ialah respon kami; geleng-geleng kepala.

Lutis: "Aku turun di kampus aja Nduty.."
Inta: "Loh, mau ngapain?"
Lutis: "Mau ke perpus, baca skripsi.." *tenang, mantap, bulat, penuh tekad.
Kami: "Wooo.. edyaaan..!"

Lalu aku pun menyelutuk tentang topik kebaya wisuda, dan merembet ke persiapan ribet mahasiswi menjelang wisuda.

Lutis: "Aku udah nggak sabar. Doain ya, targetku tahun depan udah wisuda.."
Nut: "Woo.... pake kebaya dong?"
Lutis: "Iya dong! kan wisuda sekali doang. Harus total. Aku mau gemukin badan.."
Nut: "Latihan pake' high heels juga Lut.."
Lutis: "He'em!" *mantap. "Biar cepat lulus, biar cepet kerja..."
Nut: "Waoow..."
Lutis: "Kan mau ada ada SS5..."
Nut: "Eh.....? apaan...?"
Lutis: "Super Show 5! jadi aku bisa beli tiket dan nonton konsernya!" *cerah, meregangkan tangan.
Nut: *speechless.

Padahal, baru saja Super Show 4 kelar dan Super Junior baru kemarin melambaikan tangan dramatis untuk pulang ke Korea, Lutis sudah berpikiran jauh ke depan. Dia sungguh visioner. Namun, setibanya di kampus...

Lutis: "Eh, aku pulang aja deh.. ga' jadi ke perpus."

-_-" ternyata dia labil juga.

Begitu pula Nduty yang tiba-tiba menyahut saat aku hendak menuju parkir sepeda.

Nduty: "Nut! Ngopo e kamu misscall hape-ku?" *sumpah dengan nada inosen sambil buru-buru ngecek hapenya.

\m/


Senin, 23 April 2012

21 itu... sesuatu!


Kali ini memang agak berbeda. Aku agak malas membalas komentar satu-satu selamat ulang tahun di jejaring sosial, jadi kusengaja dengan kejamnya, kusembunyikan tanggal lahirku. Berkali-kali sebelumnya aku juga katakan pada Yoah bahwa ia tak perlu memberiku kado. Maksudku, hello, aku bukan anak anak lagi yang mengidam-idamkan kado macam dari sinterklas. Hanya saja mungkin sekilas aku sok dewasa. Parahnya, adalah saat pukul 11.45 WIB, serius pukul 12 malam kurang seperempat, Yoah datang dengan bungkusan pesanan.

Yoah: "Selamat ulang tahun.."
Nut: "Ini jam berapa..?"
Yoah: "Di hapeku udah jam 12 weeek!"
Nut: "Lah, dari dulu jam di hapemu emang lewat 15 menit."
Yoah: "Biarin, pokoknya aku udah ngucapin dan sekarang jam 12 malam." *keras kepala + ego lelaki + mekso.
Nut: "Astaga.. Yoah, kan udah kubilang kalo jam kelahiranku ini masih abstrak. Aku curiga ulang tahunku tanggal 12 bukan tanggal 11 April, masih besok mau tengah malam aku lahirnya kira-kira.." 
Yoah: *cuek bebek sambil mengangsurkan kantong plastik isi buryam seperti biasa.

Aku terbengong bengong, karena juga mendapati isi kantong plastik besar isinya abon dan bubur instan. Dengan terharu aku menyerap buryam yang masih panas. Dan meski bukan dimaksudkan untuk kado, bubur instan dan abon adalah kado ulang tahun paling brillian yang pernah Nut dapatkan.

Yoah: "Udah gih, masuk sana! nanti masuk angin!"
Nut: -_-" *rasanya dia memperlakukan hari ulang tahun seperti jam besuk di rumah sakit.

Esoknya, UTS jam tujuh pagi.

Dengan tergesa-gesa aku berangkat ke kampus. Merutuk karena tanggal lahir ini selalu bertepatan dengan prosesi UTS. Lalu sampailah pada kelas yang dituju dengan ngos-ngosan. "Hosh..hosh.. absen 11, Hoooh!" aku melirik kartu ujianku dan mencocokkannya pada nomor kursi. Ya ampun, 11! Brillian, di tanggal 11 April aku mendapat kursi nomor 11, pasti ini hadiah dari staf kampus.

Dengan semangat, karena mata kuliah ini sengaja mengulang, maka segera aku kerjakan. 10 menit kemudian... kertas absensi tersodor, aku segera hendak menandatangani kolom nomor 11, tapi alamak! Bukan Amanatia Junda! Harusnya, aku histeris dan langsung pingsan. Ini sangat horror. Kau bisa bayangkan, jangan-jangan aku sudah meninggal dan tanpa sadar gentayangan untuk ikut UTS, lalu kursi yang aku duduki sebenarnya kursi orang lain karena nyatanya aku tidak pernah terdaftar dalam kelas ini!

Akhirnya dengan lemas aku acungkan tangan.
Nut: "Err... maaf, Bu.. saya kayaknya sudah meninggal salah masuk kelas"
Bu Pengawas: "Kok bisa? ruang berapa? ujian mata kuliah apa?"
"Nut: "Err... kayaknya ruang sebelah.. jadi gimana? saya kerjain di sini saja atau pindah?"
Bu Pengawas: "Sebentar saya tanyakan ke pengawas yang lain."

Ya ampuun, bisa kau bayangkan? hanya aku satu satunya angkatan tua senior, karena rombongan teman temanku yang mengulang di kelas sebelah. Alamak! Malu sekali sama adik adik kimcil kelas yang sepertinya menatapku dengan pandangan penuh curiga. Akhirnya, aku diizinkan keluar dan ganti kelas dengan satu nomor yang sudah aku kerjakan. Ugh! beruntung sekali, kursi sial nomor 11 di kelas salah alamat tadi kosong dan tidak datang penghuni aslinya.

Pagi resmi datang. Itu tandanya, yah katakanlah, umurku 21 tahun sekarang. Yippi! ajaibnya, yang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun, hm.. Yoah masuk hitugan ga' sih?, adalah..... KASKUS.

-__________-" it'sooo AMAHZINGG!



Kami dari Kaskus - The Largest Indonesian Community mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk anda di hari yang spesial ini!
Semoga panjang umur, sehat dan selalu dilimpahkan rejeki.


Kaskus Network
www.kaskus.us


amin. amin. amin, Gan.. eh#. *bahkan aku lupa punya akun di situs Pertamax itu.

Pihak ketiga yang berbela sungkawa atas menu sarapanku yakni nasi abon, koreksi, ngucapin ulangtahun adalah Mbah dan Auntie yang tetap saja cekikikan di Malang nan sejuk dan damai sedangkan Jogja menggila panasnya berkat UTS.

Lalu keempat disusul oleh Nem, adikku tercinta yang saking pedulinya terhadap fenomena ulang tahun hingga overdosis.

Tiba-tiba saja ia mengucapkan ulang tahun disusul tawaran minta-kado-apa, tumben sekali, dan dilanjutkan keluhan mengenai kebingungan atas kado untuk selera ibu. Setelah galau sejenak ia pun update status yang seharusnya mengharukan.

dua orang penting di hidupku sedang berulang tahun, berdoa semoga sehat, diberi umur panjang, rejeki lancar, semuanya lancar. amiiin

Aku pun bingung, lantas mengira salah satu dari yang ia maksud, selain kakaknya yang paling cantik ini, adalah mantan pacarnya. Seingetku mantan pacarnya ulang tahun di bulan April juga.

Nut: Sapa..? eks?
Nem: Ibu sama sampeyan...
Nut: Oh

Sejenak aku berpikir dan cepat cepat komentar lagi.

Nut: Ibu tanggal 17 Jeh!
Nem: Hah? iyo.. yo... lupa aku! wakakakakkak
Nut: SUMPAH. PARAH!

21th, well, it's really somehing, yeah?




Mall Juga Punya Rasa


Yoah itu... terkadang sangat menakjubkan.
 Maksudku, aku bisa dibuatnya terbengong-bengong heran atas bagaimana responnya terhadap suatu hal.

Nut: *Mengulurkan wafer, "Mau? enak loh..."
Yoah: *ragu-ragu, tapi kemudian mencobanya satu, beberapa saat kemudian, "Ya ampuun, ini wafer apa?!"
Nut: "Emang kenapa?" *keheranan
Yoah: "WAFER INI RASA MALL!"
Nut: *keselek. "Kok.. kok bisa?"
Yoah: "Iya, beneran! aku jadi inget mal. Rasa apa sih ini?"
Nut: -_-" "Ini rasa tiramisu Geblek!"

Akhirnya aku paham, kini setiap melintas di mall dan tercium perpaduan dari aroma kopi, mocca, dan coklat di beberapa coffeshop, aku selalu mengendus dan berseru, "Rasa Mall!"

Sabtu, 19 November 2011

Bahas Bintik Kulit

Aku, Jir, dan Ain sedang asyik menonton film perdana Lindsay Lohan di salah satu stasiun televisi. Saat itu Lindsay masih anak-anak dan terlihat sangat "normal". Maksudku, ia sekarang lebih menyerupai wanita yang abnormal saat berkali-kali masuk penjara dan rehabilitasi, dituduh mencuri kalung, bertengkar dengan banyak artis, bahkan mencium bibir ibu kandungnya sendiri saat mabuk *aku baca di gosip-gosip internet sih. Seperti yang kita ketahui, acapkali orang barat memiliki bintik-bintik kecil kecoklatan di sekujur badannya. Dan ternyata bintik-bintik alamiah tersebut sangat kentara di wajah Lindsay saat masih kecil.

Jir: "Yeiks! jelek sekali wajahnya.. hiii..!" 
Ain: "Itu jerawat Mas.." *nada bijak seorang gadis cilik.
Jir: "Bukan! Itu cacat fisik!" *bantahan yang sama sekali tidak perlu.

Nut: "err...." *bingung harus menanggapi apa buat ocehan anak kelas 4 SD dan TK Besar.

Jumat, 25 Maret 2011

Nem canggih!

Jumat siang yang membuat mata berat gara-gara dongeng dosen terbuyarkan sudah. Ucapan thanks to ini buat adek tercinta, Nem. Dan aku curiga akhir-akhir ini aku ngidam apa sampai punya adik seaneh dia. Maksudku, apakah menjadi begok dan aneh adalah indikasi dari ikatan persaudaraan LDR? Awal mulanya, baru saja, ia menyapaku dalam kotak chat facebook:
 
 
Nem: mbk, cepat!  *urgent sekali nadanya
Nut: opooooooooooo? heeh..!
Nem: quiz 3second! *quiz online favoritnya di fb
Nut: *glek! kirain rumah kebakaran ato ape? 
tuk tuk! kuis opo? moso aku iso menang maneeeh? *mengingat tempo lalu aku menang kuis label clothing ini karena paksaan adik yang budiman.
Nem: aku ae jeh, buat soal yang lucu2 ttg 3 second
contoh:
nah BUAYA apa yg cakep, cantik, keren, gaul, dan memikat hati aku?? Jawaban: Buayangin kamu ajach deh pake 3 Second!
mbk!
cpt
cptttt! *tabiatnya keluar, memaksa kakak kandung mengeksploitasi sisi gelapnya.
Nut: hah?!!  mnurutmu aku ono ide konyol ngunu?
tak tulis nang mbejog ahhhh *masih sempat-sempatnya memikirkan kepentingan pribadi, ciri kakak egois.
Nem: Mbk, ayooo aaaaa!!!! buatin yg gombal2 gitu loh....
Nut: itu kerjaannya cowok jualan gombal
aku kan ga gombaaaaaal!!! *memekik tidak rela.
Nem: coba koyo' ngene;
eh mbk ayahmu kerjany sedot wc y
soalny km uda nyedot hatiku
Nut: -____-" trus hubungannya ma 3sec?
gueblek!
Nem: itu bukan tebakan dink! iyoo! opo loh...?
angka 3 apa yg paling bagus?
ya 3second
Nut: okeh. *memilih netral
Nem: aah geje!
Nut: paham paham
ishh!!
aneh2 ae seh iku admin
ngene ae..; *akhirnya membantu, tidak tega hati
siapa admin grup fb paling cakep?
admin 3 sec, soalnya slalu modis sih
hahahaha
*padahal ya mereka dgaji ga dibuat beli produknya 3sec
 
 Nem: padahal ya mereka dgaji ga dibuat beli produknya 3sec
ini ya dimasukkin?
Nut: yo ga laaaaaaaah!!!!!
idiot!!! *memekik nyaring, tolong mbejog Ya Alloh!! \m/
Nem: troooos? opo maneh yo?
iki lucu ga?
BEL apa yang membuat hati gembira.?
Jwbannya :
BELiii produk 3second clothing.
Nut: lucu lucuu :D
LUTU BEUDDD DEH!
CANGGIH!
LULUS SNMPTN KAMU KALO GINI *memuji dengan luar biasa tulus dan antusias
Nem: itu punya orang. =__=
hduuuh!
nut: *gubrak! 
-_____________________________________-""""
Nem: ujian apa yg paling menegangkan ?
ujian jawab quizny 3second
lucu gak?

Nut: serem, THRILLER, HOROR! *nyerah, sekalian ikut begok
Nem: mksud e?
Nut: MEDENI! (nakutin!) *nada serius
 
Nem: opo ne?
Nut: soalmu
Nem: oohh
ujian apa yg paling horror, serem, dan thriller?
ujian jawab quiznya 3second dunk...
ngunu tha?
ah ga lucu deh koyo e...
 
Nut mengibarkan bendera putih di Jogja, menyerah pada dialog chat kali ini. 



PS: Aku juga tidak tahu alasan konkretnya mengapa Nem mengganti kembali Profil Picture Facebooknya dengan salah satu tokoh Happy Tree yang menurutku, kelewat sadis. Peniti tancapin ke muka. Maksudku, hei kalo seumpama itu terjadi padaku yang memakai jilbab, apa ia akan sanggup bayanginnya?

Kamis, 17 Maret 2011

diare not diary


Si Nem kembali aneh. Akhir-akhir ini status facebooknya sangat melankolis dan membutuhkan penulisan  secara in deep, seperti:
Belahan jiwamu hanya seindah jiwamu...........

Mungkin efek menjelang UNAS kali ya? aku rasa, aku harus sangat memakluminya. Tapi tetap saja agak terkejut mendapati reaksi chatnya di facebook.

nut: aq loro jeh (aku sakit oi: laporan biasa)

nem: sumpah luuuuuuuu??!
trus gmn?
dah d bwa k rmh skit?
obatnya? 

(aku curiga yang sedang chat itu bukan adekku)
 
nut: lebai
 
(-______-")
 
nem: hduw ap perlu tlp UGD???
nut: biasa wae
heeeeeeee
aq diare doang!!!
nem: yowes gpp

(sebenarnya dia sedang membayangkan aku sakit apa?)

Jumat, 25 Februari 2011

My long-long-long hair, eh?





Sebenarnya ini rahasia, psst... pssttt... :x

Tapi yang benar saja, aku harus umumkan pada seluruh dunia bahwa tahun ini umurku mencapai 20 tahun. Kau tahu apa artinya? aku merasa seperti naga yang mempunyai dua kepala dan tua. Dan tiba-tiba lap! daya ingatku akan melemah, dan minatku pada semacam kartun Rugrats, Hi Arnold, dan Doraemon akan menurun. Sulit kubayangkan. Maksudku aku tidak begitu rela wajahku akan dihinggapi flek hitam, atau rambutku perlahan memutih. 


Oke, berlebihan. Tapi jujur, menurutku masa pertumbuhan yang telah usai menyisakan beragam keletihan dan kepala yang gampang cenat-cenut. Jadi, you know so well laaaah, aku bukan tipe produktif aktif yang mempunyai timbunan energi sangat banyak.

Hm, berlanjut pada umur 20 yang dua bulan lagi akan aku rayakan (bodoh-amat-sendiri-atau-tidak), aku rasa aku memerlukan rambut panjang. Hahahaha... nggak rasional emang. Tapi setidaknya rambut panjang akan membuatmu terkesan lebih anggun dan dewasa, dan tua, jelas. Kupikir, aku tidak perlu memanjangkan rambut secara sambung menyambung helaian tipisnya. Itu akan sangat palsu dan labil mengingat aku pakai jilbab. Jadi secara alami saja aku panjangkan. mari kita tunggu, dan please jangan menungguku update foto with my long hair karena sia-sia saja anda menunggu sampai Obama mundur dari jabatan.



Nut: *bercermin terharu di kamar depan kamarnya. "Hai, coba liat, rambutku mirip dewi-dewi Yunani. Aku merasa asing."
Tep: "Apa maksudmu?!"
Nut: "aku udah beri tau belom, proyek pemanjangan rambut natural ini?" *mengibaskan poni.
Tep: "Nggak penting," *sambil meraba rambutnya sendiri yang sudah panjang.
Nut: "Menurutmu aku pantas nggak punya rambut segini panjang?" *menunjuk pinggang, karena selama 19 tahun hidup belum pernah sepanjang itu.
Tep: "No... no.. no!"
Nut: "Kenapa eh?"
Tep: "Bokermu ga' bakal all out!" *pasang muka serius.
Nut: *tertegun, muka polos "Oh, iya, ya... emang bakal susah ya bokernya kalo' jongkok?"
Tep: "Begok! Nuuttt..! Ga' logis masih aja dipercaya! apa gunanya kuncir rambut dudul???!!" *menjambak rambut frustrasi.
Nut: "Oh, iya ya... he...he..he..." *nyengir innocent.



Meski demikian, keduanya berpikir ulang untuk memanjangkan rambut.





P.S: hampir saja posting di blog satunya (padahal blog serius dan filsuf, hahaha). Oh ya, mulai hari ini saya resmi menjadi penggemar font Trebuchet karena menarik iman saya untuk berpaling dari Arial. Well, menyesal karena tidak memakai Trebuchet sejak posting awal. Tapi kekonsistenan saya goyah, karena tak usahlah kau setia pada font. Oke, ga' penting.

Jumat, 18 Februari 2011

Telpon Sang Mummy

"Wake up everyone, how can sleep bedtime like this..."

Sambil mendengarkan dendang lembut Jason Mraz, aku teringat kebiasaan ibuku tempo hari yang cukup menganggu namun suka bikin orang cekikikan sendiri jika diingat-ingat. 

Oke, kemampuan ibu cukup payah dalam menggunakan perangkat teknologi komunikasi. Dan prasangka curiga berlebihan suka hinggap di kepala orangtua konvensional. Seperti kecurigaan pulsa untuk menelepon sangat mahal, hingga ia harus berkata sangat cepat, berserta dengan kalimat yang sangat efektif dan efisien.

Terkadang ibu memulai komunikasi jarak jauh interlokal supercanggih ini dengan cukup 'hectic'. Seolah-olah ibu sedang berhadapan langsung dengan yang beliau telepon. Hal ini meskipun seringkali terjadi, kadang cukup menakjubkan saat mendapati suara sang ibu dari radius ratusan kilometer, berteriak nyaring. Membuyarkan semua mimpi.


Mum: "Banguuun! Banguuun! Oi, Banguun! Udah Siang!"
Nut: "Hoaahm.. hm.....?" *menggenapkan ruh yang masih melayang-layang di atas ranjang.
Mum: "HEEEEH! BANGUN... BANGUN!"
Nut: "mmmmm........"
Mum: "Yo opo kabare? wes kerasan tha?" (*gimana kabarnya? udah betah kan?)
Nut: Glek! *mengerjap! kali ini curiga masih terjebak di alam lain. Hello? Oh, Muuuum....! aku sudah semester 3, maksudku, er.... jelaslah, aku BETAH di Jogja! SANGAT BETAH MALAH! Kenapa masih dipertanyakan Tuhaaaannn?
Nut: "ya Mum, ya.. hmm.. betah.. ya.. hmm," *masih terdapat sisa sisa kantuk berat.
Mum: "Oh, laptopnya udah betah ya di Jogja?" *nada polos.
Nut: *Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.......................

Jadi, yang dimaksud "betah" adalah laptop ibu yang sengaja aku ungsikan ke Jogja untuk menemani kegundahan hati. God! tidak bisa dipercaya, ibu lebih peduli dengan laptopnya dari mata anak sulungnya yang paling budiman ini.

Mum: "Heee.. ga' kuliah?"
Nut: "Entar jam 12.. hoaaammmh"
Mum: "Ga' sholat subuh ya..?"
Nut: "hmmmmm...." 
Mum: "apa? M?" (*menstruasi .red)
Nut: "hmmm..." *masih menggumam 
Mum: "oke, udah deh tidur lagi sana.."
Klik!
Nut berbalik posisi tidur, tengkurap, tidur lagi.

Lain waktu dengan sangat parah ibu telepon lagi dengan suara nyaring khas suporter lapangan bola.

Mum: "Heee!! Banguuun! Banguuun! udah sholat subuh tha?"
Bibi: "Hah?"
Mum: "iya bangun! ini udah jam berapa?"
Bibi: "jam setengah enam, aku udah sholat tadi.."
Mum: "ga' kuliah?"
Bibi: "Ehhhhhhh?"
Mum: "Halo, Ya? Tia?"
Bibi: "Neeeeeng, iki ITA duduk TIA!" (Kak, ini ITA bukan TIA!)
Mum: "Hehehe..." *innocent
Bibi: Groaaaaaarrr! 

Salah alamat telepon yang sangat menyeramkan, eh?

Hm, setidaknya kemampuan mengetik sms ibu sudah cukup stabil dan mudah dicerna. Ibu bukan kaum alay, tentu, bukan pula kaum ababil. Ibu hanya... yah.. sedikit unik saja. :D

Contoh: kirim sms forward rapat yayasan ke anak-anaknya, dan adik, dan pegawainya.
kirim doa sebelum makan pada bibi, padahal niatnya bukan doa semacam itu.
menyesal harus tidur, meski enggan karena sedang seru-serunya browsing di google, dengan kata kunci yang dicari adalah Adjie Massaid, kolestrol, dan bentuk narative text.
Hm, setidaknya juga harapan dibangunkan suara semerdu Jason Mraz hanyalah khayalan belaka. T_T

Minggu, 06 Februari 2011

Mereka innocent, yeah?

Iseng-iseng nengok draft blog, aku menemukan chat dan komentar-komentar tidak berdosa di bawah ini: 
Nut: arek eleeeeek!! (*anak jeleeek!)
Nes: hehehe nyapo nek :D (*kenapa Nek? --panggilan populerku kala SMA):D 
Nut: telpon! ugh!
Nes: sek Nek sabar2... tugas q sik numpuk.. hahaha (*bentar Nek sabar..)
Nut: kpan marine caaah? (*kapan selesainya bocah?)
Nes: nek dosenq wes tobat be'e Nek.. (*kalo dosenku udah tobat kali Nek..)
Nut: -__-"

---------------------------

 

auntie: i need veritaserum,
me: i need a pensieve, for who?
auntie: aku dewe. (*my self)
me: gawe opo?. (*for what?)
auntie: mbuh, aku dewe lali gunane. (* dunno, i forgot what that function)
me: geblek.

Padahal veritaserum adalah cairan kejujuran, dan bibiku tidak tahu apa yang harus ia perbuat dengan cairan ajaib tersebut. Lain waktu, dia tiba-tiba bilang:

auntie: i-need-a-portkey

me: buat apeee lagi? (*merasa curiga ia tak tahu kegunaan benda ajaib yang bisa memindahkan kita kemana pun itu)

auntie: hehe.. entahlah. Eh, aku butuh ramuan polyjus...!

me: Hm.. mau nyamar jadi sapa?

auntie: bukan sapa sapalah!

me: Lha trus buat apaa?

auntie: buat nyuruh orang nyamar jadi akuu..

me: mang ada yang mau repot-repot nyamar jadi anda?

auntie: banyak. aku kan cantik :)

me: wew! *gleks

*Efek harry potter pada wanita karier.

 ---------------------

 

Ada juga komentar brillian di facebook, dari teman sekelasku saat masih di kelas sepuluh, SMA. Dari komentari blangkon yang ia pakai berimbas pada obrolan panjang dan berikut komentar edannya mengenai perkembanganku soal dunia tulis menulis.

Mada: wah,aku wes gawe novel judule beranak dalam jamban...hahaha..iyo tak dungakno, coba mulai lahan liyo wae koyo nulis kejadian tonggomu nyolong jemuran terus mbok lebokno nang koran memo..

(*wah, aku udah buat novel berjudul 'beranak dalam jamban' hahahaha, iya aku doakan. coba mulai lahan lain ja, kayak nulis kejadian tetanggamu nyuri jemuran terus masukkan ke koran Memo)

 

Nut: Wakakakakakak. Parah kone iku (*parah kamu itu). Betewe, aku udah coba nulis blog ringan. Semacam camilan, agak konyol kok. Buka deh mbejog.blogspot.com.. semoga terhibur :P

 

Mada: ancene ket sma awakmu wes konyol makane sampe disenengi pak Njot..haha..jek mending beranak dlm jamban trs nyolong memehan timbange beranak dalam magic jar terus nyolong entonge sego..haha,yo engkok tak kunjungi.

(*emang sejak SMA kamu udah konyol, jadi sampai disukai pak Njot --guru killer fisika-- hahaha.. masih mending beranak dalam jamban terus nyuri jemuran daripada beranak dalam magic jar terus nyuri sendok nasi, hahahaha.. iya nanti aku kunjungi)


Nut: -___-" (*Mada punya imajinasi yang luar biasa eh? --baru tahu--)

Minggu, 09 Januari 2011

golongan darah

Prolog:

Suatu sore, langit kelabu sedemikian tebal. Seorang gadis berjilbab tengah berlari hingga ia merasa perutnya ditusuk-tusuk tongkat sihir. Berlari, menuju asramanya. Berlari, tidak menjauhi asmaranya. Hahaha.. kalimat norak apaan sih ini. Dan disambut gerbang dua lapis, maka gedung itu menjulang layaknya kastil Hogwarts. 

Menaiki tangga dengan suara gaduh, menghempaskan diri di sofa dan rentangkan kaki di atas meja.

Mbak Sup: "Pasti lagi kumat 'lebay' nya.."
Mbak Fu  : "Kenapa e Nut?"
Nut: "Hosh..hosh..hosh.." *efek lari di tengah gerimis dramatis disertai halilintar dan pantatnya berasa menjadi sepotong pancake blueberry karena saking lamanya ngendon di bilik warnet untuk kejar deadline.
Mbak Sup: "Tau ga.. si Nut ini golongan darahnya AB lhoo"
Mbak Fu: "Hooh? iya po?" *pupil mata melebar.
Mbak Sup: "He-eh, makanya aneh. hiii.."
Mbak Fu: "Kepribadian ganda kayaknya.." *muka lebih serius.
Mbak Sup: "Kayak e.."
Mbak Fu: "Kalo' ngelamar kerja di kantor di Jepang dia udah ga' keterima.."



Nut: "-__-" 
*membayangkan akan menjadi koki masak sushi atau ninja jika menjadi warga Jepang.