Minggu, 06 Februari 2011

Genetika turun-temurun

Seringkali genetika itu tidak dapat dipersalahkan lho..
Aku menyadarinya akhir-akhir ini saat menghabiskan liburan akhir semester di rumah. Aku masih sering cukup takjub mendapati keluargaku-brillian-aneh. Ada-ada saja ulah maupun ucapan yang sering membuatku spicles, bengong, dan syok.

Urutkan mulai dari yang terkecil, Ain. Dia masih berusia belum genap lima tahun. Bisa sangat manja, genit, manis, namun akhir-akhir ini lebih terkesan brutal dan mirip anak laki-laki. Aku tanya ke Ain, memprotes rambutnya yang selalu cepak pendek. "Hei, bisa ga' dipanjangin dikit tuh rambutmu? Ain entar aku beliin pita rambut." Dan dia dengan bangganya nyengir, "aku potong sendiri Mbak rambutku..weeek!"

Oke. no comment. Nyerah.

Selanjutnya, ia dengan senang hati BELAJAR. Kamu tahu? yeah, dengan kesadaran mandiri dia BELAJAR. Tapi seringkali hobinya itu sangat merepotkan. Dia akan mengulang ulang baca Iqra jilid 3 yang ia bisa dengan fasih. Dia akan menulis abjad dan angka dengan konsisten karena satu pujian. Dan sialnya, dia.. sangat amat susah diatur diarahkan.

Nut: "coba ini dibaca, apa bacanya?" *menunjuk gambar hewan dengan tulisan 'domba' di bawahnya.
Ain: "ga' bisa."
Nut: "ayolaaah... ini huruf apa hayoo?"
Ain: "Ini embek.."
Nut: "Ain.. ini huruf apa, yang hamil depan ini lhoo.. masa lupa?" *berusaha sabar.
Ain: "hm... D"
Nut: "Bagus, yang ini..?"
Ain: "O"
Nut: "Sip..trus?"
Ain: "M"
Nut: "Jadi bacanya... DOM...?"
Ain: "DOMBEK!"
Nut: *Glek!

Beda lagi dengan adikku cowok, Jir. Kelas 3 SD namun sangat-sangat tidak berminat menjadi seorang murid budiman yang intelek. Jir seorang ahli game di warnet, semua anak kecil langganan warnet pasti kenal dengannya. Dia sudah membuat akun facebook, dengan profil picture beruang kutub berpantat besar lalu saat kuprotes ia berganti dengan Iron Man. Yang menakjubkan, dia memintaku mengajarinya mengedit blog. Olala, Jir punya blog? Yep, namanya emblus.blogspot.com dengan posting pertama yang tidak kumengerti sampai sekarang: "hai siapa punya hack dan cheat wild ones?"

Suatu hari, sepulang sekolah:

Jir: "Mum, anak-anak lho ketawain aku tadi depan kelas.. aneh"
Mum: "Mang kenapa Jir?"
Jir: "Bu Is kan tanya cita-ita. Semua yang maju ke depan rata-rata cita-citanya jadi polisi atau tentara. Yang cewek mau jadi dokter kalo' ga' guru.."
Mum: "Lha trus? cita-citamu apa?"
Jir: "Aku bilang mau jadi pelawak kaya' Sule!" 
Mum: *syok, terperangah... "kamu yakin bisa kaya jadi pelawak Jir?"
Jir: "Sumpah Mum.. Sule itu kaya, bisa beli mobil!"
Mum: *Siiiing

Tapi memang menurut pengakuan ibuku, Jir mengidolakan Sule dan ia provokator ulung dalam mengusili teman-temannya. 

Lalu Erja.. adekku yang satu ini sekarang di pesantren. Terakhir kabarnya, dari Mum, kalo' dia dipanggil Afgan oleh teman-temannya. Aku hanya bisa ngakak sepuasnya.
Mum: "Beneran, dia dipanggil Afgan. Aku pas njenguk, tanpa sengaja teman-temannya berteriak ke Erja, 'Aaafgaan I Love You"!!!"
Nut: "Hah? kok bisa? Anak ga' punya idung gitu?"
Dan ibu akan melakukan pembelaan habis habisan untuk putra tersayangnya, yang selalu dimirip-miripkan aktor.

Beralih ke Nem. Akhir-akhir ini ia tertarik dengan tarot hanya untuk membaca karakter dan hubungannya dengan anak Riau. Gebetan barunya itu memang sangat charming, dan mirip putra ningrat. Berkali-kali dia mengangkat topik si *Kan baik ke aku maupun operator warnet kami.

Nem: "Dia ganteeng ya.. ah, pasti bahagia deh satu kampus sama Kan."
Nut: "Kamu udah bilang itu selusin kali.."
Nem: "Tau nggak Mbak, papanya kerja di perusahaan minyak XXXX....."
Nut: -__-"

Dan dia bisa sangat jutek pada eks-boy nya.Ada-ada saja ulahnya. Contoh: meminta komentar operator warnet atas foto mantan dan cowok gebetannya.
Nem: "Man, liat deh.. cowok ini ma yang ini cakep mana?"
Man: "Hm.. yang ini ganteng banget. Yang satunya manis.."
Nem: "Yah tapi kamu lebih suka mana..?"
Man: "-__-" (*aku cowok normal oi! oi!) "Mbak..." menatap Nem dengan serius, "Liat cowok jangan dari fisiknya.. liat dari dalemnya. Belum tentu yang ganteng ini baik. Sapa tau yang jelek ini atinya..."
Nem: "Atinya juga jelek!" *memutus obrolan dengan ketus lalu pergi.

Mungkin, jika ditarik garis keturunan.. barulah kita paham mengapa aku dan adek-adekku tampak eksotis. *Wakakakakakakak.

Mum: "Lagi nonton apa?" *penasaran ngeliat aku dan Nem serius depan laptop.
Nem: "Film Korea."
Mum: "Kenapa ga' cari aja di internet video jambak-jambakannnya Jupe dan Depe?"
Nut & Nem: "errrrr...."
Mum: *melongok ke laptop, "Lho ini siapa cakepnya? Saipul Jamil?"
Nut: *Glek!
Nem: "Muuuuum!!! ini artis KOREA! Bukan Saipul Jameeel!"
Mum: *nyengir innocent, "Mirip sih. Eh, ada yang mau ngajarin aku buat kotak-kotak power point?"

Senin, 17 Januari 2011

Uas dan efeknya

Siang ini, biskuit saltines (tanpa gula) adalah satu-satunya penyelamat perut sebelum seorang mahasiswi begok ditemukan terkapar di kamar Sinking-Titanic-nya, tewas kelaparan dan seperti pecandu online Jepang, hikikomori. UAS juga merupakan salah satu penyebab mahasiswa terjangkit stres akut dan mengurus-kering-kerontang tiba-tiba karena harinya dipenuhi asupan lusinan buku secara signifikan. Meski demikian belum ada korban jiwa 'betulan' dalam tragedi UAS selama ini (kecuali film 3 idiot, mati karena tugas akhirnya ditolak oleh rektor). Pihak rektorat pasti menutupi segala aib yang berhubungan dengan UAS *gaya mengendus. UAS perkampusan belum pernah secara serius diekspos media massa. ANEH. Padahal UAN selalu dapat perhatian rubrik pendidikan di koran koran nasional. UAS dianaktirikan. Well, sebenarnya oleh pelaku UAS juga.


 Uas juga seringkali diartikan sebagai Ujian Akhir Santai atau pun Ujian Agak Serius. Maka dari itu sebuah polemik muncul saat UAS terus diadakan selama bertahun-tahun lamanya tanpa kemajuan signifikan terhadap anak didik dosen. Udah deh... bahasaku jadi ikutan baku kaya' gini. Hadeeh.. -__-"


Efek samping Uas salah satunya adalah semakin banyaknya pasien di klinik kampus. Tidak ada lima menit, diagnosis dokter yang bertumpu pada komputer selalu memberikan obat yang sama karena persediaan terbatas mengingat layanan kesehatan ini adalah GRATIS. Maka, pernah sesekali aku mencoba datang karena gejala yang menurutku tidak biasa dan mencurigakan..

Bu dok: "apa Mbak gejalanya?"
Nut: "sering pusing mendadak, terus kalo' udah makan gampang lemes Dok, saya rasa ada gangguan pada tekanan darah saya, trus pusingnya di bagian samping dan depan kepala, trus sering merasa mual dan sesak napas... mungkin saya agak tertekan, apa ada indikasi semacam hipertensi atau justru hipotensikah? saya juga gaaaampang banget kecapekan padahal tidak beraktivitas berat seperti part time nguli bangunan di gedung kampus saya yang baru." *hiperaktif nggak, hiperbolis iya.
Bu dok: "oh, santai aja.. itu sakit pra uas. Udah biasa kok..." tersenyum kalem dan mengarahkan steteskop ke perut mengecek bunyi lambung.
Nut: *Glek. 
Vonis dokter klinik kampus luar biasa mencengangkan.

Dan menjadi anak budiman dua minggu Uas adalah proses yang cukup berat, sehingga sepertinya bahkan mengurangi berat badan sendiri. Uas pun bisa menyita isi dompet. Contoh, kamu merasa harus makan makanan enak dan bergizi karena curiga makan indomie dan nasi telur burjo terus menerus menyebabkan proposal penelitianmu macet di tengah jalan karena mulas. Jadi korelasinya sebanding dengan berapa rupiah yang dikeluarkan untuk makan enak. Hahahaha.. *tertawa ngeles.

Begitu juga dengan TA atau pun skripsi. Mbak tetangga samping kamar -_-", mulai menunjukkan gejala-gejala ketidakstabilan emosinya. Setiap hari, aku dibangunkan dengan lagu-lagu yang sama, dan sampai hapal. "Wanita dijajah Pria" selalu mengiringi bangun siangku. Tapi terkadang ia akan sangat senang memutar lagu Michael Jackson, Endah n Rhesa, Float dan lagu-lagu barat yang cukup enak di dengar. Yang jelas, ia tidak berganti haluan ke dang dut atau bang Rhoma.
 
Kali ini, Mbak Sup hobi memutar lagu Penggemar Rahasia-nya oleh Sheila on7.

M.Sup: "Nut, denger deh, ini lagu yang sekarang aku banget. Hohoho.."
Nut: "emang lagi ngefans sapa?"
M.Sup: "banyak dooong. Ga' satu doang, Mr. Er teruuuus. Terapkan konsep recycle pada gebetan. Jadi jangan terpaku sama satu cowok, yang banyak sekalian biar kita ga' stres. Ini adalah strategi yang sangat tepat. Hoho.." *hari ini mbak Sup entah mengapa gaya bicara dan rambutnya mirip ibunegara, Ani Yudhoyono.

Akhir-akhir ini juga ia sering menanyakan hal yang sama 2-3 kali padaku. "Nut, kamu udah aku ceritain belum kalo aku ketemu si Mao di depan atm BNI?" "Nut, aku udah tunjukin belum fotonya si Den, temen yang aku ajak kondangan maren?"

Begitu seterusnya, sampai aku perlu ingatkan berkali-kali kalo' mbak Sup udah bercerita tentang insiden ketemu Mr. Mao dan kondangan dengan Mr. Den ke semua orang di kos lantai atas. Lalu dia akan menyodorkan sketsa terbarunya untuk tugas akhir.

M.Sup: "Nut, hee.. liat deh. Ini gambaranku lho.. udah lama aku nggak gambar."
Nut: *Siiing
(Mbak Sup adalah anak arsitektur dan baru kemarin lusa kamarnya berantakan penuh sketsa bantaran kali Code).
Nut: *mengamati dengan muka serius, "ini apa depan masjid?" *menunjuk suatu gambar abstrak.
M.Sup: "Mana? itu amphiteater.."
Nut: "Oh, trus ini gerobak yaa?" *menunjuk gambar mini gerobak bakso dan gerobak pasir.
M.Sup: "HUAAA!!! Hore!!! akhirnya ada yang ngerti gambarku juga!"
Nut: "Hah? maksudnya ga' ada yang paham ini gambar apa?"
M.Sup: "Iya, selalu tanya itu apa... huahahaha, Nut! kamu bisa identifikasi gerobak dengan jelas."
Nut: "Lha emang kenapa gambar gerobak segala? ini tempat apa? lahan PKL?"
M.Sup: "itu parkiran."
Nut: "Hah????" *bengong, dan lupa untuk kesekian kalinya mengusulkan teman game The Sims 3 untuk tugas TA atau skripsi mbak Sup.


Beberapa efek lain karena Uas adalah:

1. kamu akan sering mimpi tentang tugas dan dosen. Baru-baru ini aku mimpi asisten dosenku memaksaku ngecat dinding dan aku terjatuh hingga patah tulang. Serem euy.
2. Memori jangka panjangmu akan sedikit kabur karena asupan berlebihan dari materi Uas dalam memori jangka pendek. Aku kemarin bahkan lupa nama teman seangkatan sejurusan dan sekelompokku dulu waktu MOS. Ajaib. Aku memikirkannya hingga berhari-hari.
3. kamu akan jarang mandi. Serius, aku sekarang membatasi penggunaan air bersih untuk mandi, karena prihatin dengan Uas yang berkepanjangan.


Tapi menurutku hal yang paling parah adalah saat mbak Sup menyangka buntelan laundry yang kudekap adalah bingkisan boneka dari seorang cowok. Dan hari ini aku sukses mengenakan bolero terbalik saking tergesa-gesanya. *semoga penjaga rental di ujung gang yang cakep itu tidak sadar Tuhan.. amin.
Hehehe...
  Luar biasa`mbejog deh.

Senin, 10 Januari 2011

Stories of Nyuyee

Tahun baru itu... menyenangkan. Tapi tentu saja, aku pernah melewatkan tahun baru yang menyedihkan. Bisa kau bayangkan, bagaimana merananya malam tahun baru 2009, saat aku habiskan malam sendirian di loteng rumah.

Poor me, kala itu penuh dengan tekanan, menjelang tes tes ujian masuk, dan keruwetan lainnya. Aku hanya sudi untuk membuka laptop, menulis diary, menunggui ponsel berharap seorang pemuda online, nyatanya, ia sedang seru-serunya menghadiri pesta ultah teman. Dan aku iri setengah mati, nyaris gantung diri. Oke, sarkasme.

Nyentriknya sih, aku menghadap jemuran, melihat sesekali kembang api sederhana, mendengar dari jalan raya knalpot-knalpot yang mengharu biru, termenung.. sesekali suara tawa orang mabuk terdengar sambil putar lagu dang dut membahana, oke--layaknya jalan mereka sendiri, desa mereka mandiri.

Dan aku mirip seorang bintang video klip. Entah lagunya apa.
Yang jelas waktu itu aku berdoa semoga mereka yang sedang mabuk keracunan Nyambik yang sengaja mereka goreng crispy. Kamu tahu nyambik? sebutan untuk anak buaya. Entah beli dimana. Kurasa Carrefour atau Superindo tidak menjualnya.

Lalu pernah juga tahun baru yang horror. Aku lupa tepatnya, 2007 atau 2008. Saat itu aku dan Dad, terpaksa berjejalan di alun-alun kota yang padat. Hiruk pikuk sih, ditambah orang senewen membakar knalpotnya. Percaya atau tidak, di tengah keidiotanku merekam suasana tahun baru, hanya semacam letupan dan desingan kembang api di langit, tanpa sengaja aku merekam suara dari alam lain.
Hiii.. merinding. --ini aku posting tengah malam--
Saat aku putar ulang di rumah, ada suara lain yang tidak lazim. Suara cambukan-lecutan, tapak kaki kuda, dan orang-orang tanpa wujud memekik kesakitan. Ada suara menyebut-nyebut Allah. Dan oke.. aku sukses bikin teman-teman cewek menjerit ketakutan di kelas.


Tahun baru 2011 pun cukup menyegarkan otak. Menghabiskan waktu di pantai bersama teman-teman. Ikut menikmati bakaran ikan gratis, hasil lobby seseorang, dan aku, berempat dengan teman selatar pendidikan, duduk lesehan keroyokan pada satu nampan. Makan nasi ikan bakar. Dilanjutkan sholawatan --serius-- nyanyi-nyanyi ga' jelas, makan jagung bakar, dan bermain ombak. 

Hal yang paling menyeramkan di awal tahun baru 2011: tatapan tajam seorang teman. Ia merasa perlu mengikat kakiku dengan tali tambang saat ia sholat, agar aku tidak lenyap dari pandangan. Padahal, aku hanya.. yah, semacam jalan-jalan sendiri, ngobrol dengan ibu penjual ikan, nelayan bernama Panimin yang habis melaut dengan orang Jepang, juga seorang tengkulak ikan dari Semarang. Kau tahu kan? Sejenis sosialisasi dengan penduduk setempat. Dan tanpa sadar, teman-temanku telah mengawasi dari radius lima meter dengan tatapan mengiris kornea.





Hal yang paling menyenangkan pun saat aku dapat menggambar Raja Kentang, setelah sebelumnya menggambar bulatan bayi kentang dan bayi kentang sedang menangis. :)
Sarapan pertama di tahun 2011 pun luar biasa istimewa: nasi pincuk dengan telor dan sayur pare yang pahit.


Ini pose yang akan menjadi trend 2011, 'Nut on Wave'