Minggu, 09 Januari 2011

golongan darah

Prolog:

Suatu sore, langit kelabu sedemikian tebal. Seorang gadis berjilbab tengah berlari hingga ia merasa perutnya ditusuk-tusuk tongkat sihir. Berlari, menuju asramanya. Berlari, tidak menjauhi asmaranya. Hahaha.. kalimat norak apaan sih ini. Dan disambut gerbang dua lapis, maka gedung itu menjulang layaknya kastil Hogwarts. 

Menaiki tangga dengan suara gaduh, menghempaskan diri di sofa dan rentangkan kaki di atas meja.

Mbak Sup: "Pasti lagi kumat 'lebay' nya.."
Mbak Fu  : "Kenapa e Nut?"
Nut: "Hosh..hosh..hosh.." *efek lari di tengah gerimis dramatis disertai halilintar dan pantatnya berasa menjadi sepotong pancake blueberry karena saking lamanya ngendon di bilik warnet untuk kejar deadline.
Mbak Sup: "Tau ga.. si Nut ini golongan darahnya AB lhoo"
Mbak Fu: "Hooh? iya po?" *pupil mata melebar.
Mbak Sup: "He-eh, makanya aneh. hiii.."
Mbak Fu: "Kepribadian ganda kayaknya.." *muka lebih serius.
Mbak Sup: "Kayak e.."
Mbak Fu: "Kalo' ngelamar kerja di kantor di Jepang dia udah ga' keterima.."



Nut: "-__-" 
*membayangkan akan menjadi koki masak sushi atau ninja jika menjadi warga Jepang.

Adek dan Merek

Hadeeh -___-"
Aku kakak perempuan yang mempunyai adik sangat amat cerewet. Sebut saja namanya Nem. Jika menginginkan sesuatu semacam bantuan dan sejenisnya, ia melebihi Mommy untuk urusan mendesak. Akhir-akhir ini intensitas kecerewetannya meningkat. Entahlah.. padahal aku merasa tidak pernah mencereweti dia sesering itu.
Mulai putus cinta, hingga dibuat ikut pusing, sampai dengan urusan lomba. Beruntung, SANGAT, beruntung dia anak IPA. Karena dulu aku mantan anak IPS, ia hanya berhenti sampai kelas satu SMA untuk bertanya tanya seputar mata pelajaran. Dan sekarang aku tahu, dia suka bertanya tanya tanpa sungkan pada WEL, temanku di Bandung.
Bedaku sama Nem, jelas banyak. Aku Nut dan dia Nem *dan anakku nanti namanya NIMMY, catat NIMMY  

Perbedaan kami di antaranya:
Dia suka sekali mengoleksi list FB nya dengan temanku.
Dan aku.. tidak.
Dia suka sekali menulis status 'menye-menye'
Dan aku... sorry ajeee yee...
Dia bisa saja ganti PP Fb nya dengan foto cowoknya
Dan aku.. mungkin, nunggu pre wedding.

Soal lomba, entah bisa dibilang berapa kali, dia melibatkanku dengan legal maupun ilegal. Tapi rasanya seperti terus ditarik tarik ujung kerah bajuku, jadi yah, okelah, terpaksa menuruti ambisinya.
Seperti lomba FB untuk hadiah KAOS dan KEMEJA gratis.
Ia bahkan rela meneleponku hanya gara-gara update terbaru soal kuisnya muncul di wall facebook. Dia selalu pantengin profil FB merek garmen kesukaannya, dan selalu berharap menang, dan selalu nge-wall, dan selalu komen status admin merk kaosnya. 
Heran. -__-"
Sampai akhirnya aku terpaksa ikut untuk meredam kecerewetannya, sampai terpaksa pula MENANG untuk dapet paketan dari merek-mahal-yang-aku-males-beli. Ujung ujungnya dia maki-maki di FB, karena justru kakaknya yang dapat perhatian admin untuk menang.
Nem: "Nakalaaaaaaaaaan, padahal jawabanku disalahno...!"
Nut  : "Muah!" :*)
Nem: "Curaaaaang! padahal kamu juga lupa nyertain no hapeee!"
Nut  : "Muah!" :*)
Nem: "Yeiks!"
Nut  : "Alamatku jelas yooo, mereka lebih milih ngirim ke Jogja daripada ke kota lumpur."
Nem: *tidak berdaya untuk protes.

Tapi semangatnya tidak padam begitu saja. Lomba akhir tahun yang disunnahkan ikut oleh dia, dengan enggan aku tolak. Inti lombanya: foto dengan produk merk tersebut. Dan sebenanrnya banyak spot menarik di Jogja untuk narsis. Tapi apalah daya, aku sedang tidak berselera ikut. 

Dan adikku... well, selalu ikut.


Aku keselek dibuatnya. Hahaha, dia serius foto depan danau lumpur bersama ekspresi menantang. Entahlah, kenapa dia tidak gambarkan penderitaan korban lumpur? *misal tengkurap dengan kaos kesayangannya yang disobek copang-camping, agar menimbulkan kesan dramatis. Dan tiba-tiba saja aku berpikir, aku bisa juga foto di Merapi untuk menandingi PP facebook-nya sekarang. Jadi, sebenarnya apa sih yang ada di otak adikku saat berpose kacak pinggang demikian? *kecuali emang niat pamer jaket baru.





Sedangkan aku lebih memilih pamer kaos gratis-yang-biasa-biasa saja itu setelah olahraga pagi. Itu foto menyiratkan kedamaian luar biasa menurutku dan bau badan menyengat karena kadar keringat yang berlebihan. Setidaknya, aku seperti agen vvan oranje dari planet lain yang sedang bertugas ngecek keamanan gedung rektorat UGM. Cool kan? ya? ya? ya?

Senin, 03 Januari 2011

Status Bola

Oke, terlambat. 
 Yap! Basi banget deh. -_-"
Euforia AFF sudah mulai menguap dari otak masing-masing orang. Dan giliranku baru menuliskan fenomena keren ini di tahun berikutnya. Emang sih, masih belum ada seminggu. Tapi well, banyak sekali yang ingin kuluapkan hingga aku dibuat bingung mau menuliskannya dengan subtema apa, di note, di blog, atau di semua tempat? tidak, tidak ingin menato garuda di dadaku, di piyama tidur maksudku.
 Tapi beruntung, di tengah kesibukan yang mendera, (sibuk guling-guling di kasur), aku masih sempatkan diri mengumpulkan status-status unik dari FB terkait fenomena AFF.

 26 Desember 2010

Ternyata tampak jauh berbeda, status dosen, kakak angkatan atas, teman SMA, teman kuliah, seniman dll. Yang menyadarkanku, nasionalisme yang dihasilkan oleh benda bulat tersebut bisa menjadi belasan perspektif yang menohok. Kawan, maaf, saya tidak menuliskan nama pembuat status, jadi mari menebak bersama-sama:

Dosen:
“ternyata banyak yang mengkambinghitamkan tanggal...”
masalah 11 orang kita adalah mental ... Maka mari cari kambing hitam duhai Markus !!!!
“.. boleh saja orang bilang KALAH or MENANG itu biasa.. tapi bagaimana pun yang namanya KALAH pasti MENYAKITKAN ! semua gara-gara NURDIN & BESUS ! :)”
::::  Dosen lebih cenderung mengoreksi kekurangan timnas daripada menghujat (karena memang mereka terbiasa untuk koreksi bukan?), dan tidak menyukai percampuran unsur mitos kait mengait dilibatkan dalam logika bola.
Teman SMA:
“boleh lah suporternya bawa laser, tapi pemain malaysia emang lebih oke dibandingkan dulu saat dikalahkan 5-1. However, meski banyak koreksi, perjuangan timnas harus dihargai! WE LOVE U TIMNAS!! GARUDA DI DADAKU!” --tipe teman yang update status selama beberapa kali saat pertandingan.
 “heyy malingsiaa!!ternyata emang loe plagiat!krisis kepercayaan budaya! gue ngrti loe pengecut kaia kecoa ngesot!pertandingan gini aja loe kotor, hahahahahahahahahaha pengecut!” –tipe teman yang terlalu banyak berada di lingkungan ekstrem jurusan politik.  
Percuma, gimana2 malaysia itu pasti menang di matchday 1 ini, alasannya :
1. Game dilaksanakan dikandangnya
2. Kelihatan permainan asli bek Indo yang amburadul
3. Indo Kalah Mental
4. Malaysia menghalalkan segala cara untuk menang
...Tapi kita gag boleh nyerah, masih ada matchday 2 di GBK, SEMANGAT !!! –tipe teman yang ingin menunjukkan status seobjektif dan sesistematis mungkin.
timnas siap2 diHUJAT lagee oleh rakyat Indonesia...tlg HARGAI kerja keras pemain Timnas kita..belum tentu kita BISA...!!!! say jancok pada orang yang mengHUJAT Timnas...!!!!!!tipe teman yang membela dan menghayati penuh perjuangan Timnas.
MALAYSIA IBLIS!!!!!SETAN!!!!MAEN CURANG!!!!! ekspektasi berlebihan untuk TIMNAS berujung kekecewaan :''( --tipe teman yang juga berkarakter keras, ditambah lagi tiap hari makan ilmu hukum.
:::: Kecenderungan teman sebaya dan sebudayaku, menilai pertandingan dari luarnya saja, menitikberatkan pada kecurangan tim lawan.
Teman kuliah:
Sesumbar Rajagobal bahwa "Malaysia punya kejutan buat tim Garuda" terbukti sudah malam ini, dan karenanya sudah dari jauh-jauh hari saya tidak kaget dengan pertandingan yang macam ini.
Kalau Malaysia bisa lempar laser dan petasan ke lapangan, jangan-jangan leg kedua di Senayan nanti suporter kita sembelih orang :sigh: --tipe teman yang memiliki prediksi tertentu untuk timnas.
Wis to kalah yo kalah.. hahaha. –tipe teman yang menerima dengan ringan hati hasil pertandingan.
Baru kemarin kasih n berkat natal dibagikan,,
Hari ini uda misuh2 gara2 kalah bola??
Gmn damai natal bs terwujud?? –tipe teman taat yang selalu merefleksikan segala sesuatu dengan Tuhan
:::  Cenderung apatis.
Kakak Angkatan:
 Semua orang belajar dari kekalahan..
Indonesia kurang peka sama yang satu itu..
baru winner di semifinal.. bak artis diundang kemana2..
akibatnya sekarang ya begini..
Lapindo dan Tsunami tenggelam oleh Timnas –tipe mahasiswa pencari celah dalam cela yang terlupakan.
malaysia NDESO!!!!! –tipe mahasiswa yang tidak suka berbasa basi di status.
Indonesia main fair play, sedangkan Alaysia main child play and cheat play
Kasian, kaya' gitu aja udah girang
Dasar uncivilized people, najis tau ngeliat kelakuan kalian –tipe mahasiswa yang suka dengan istilah dan plesetan untuk melampiaskan kemarahannya.
Ada kemungkinan, bahwa yang main-main laser di berbagai pertandingan AFF itu bukan cuma dari satu pihak pendukung saja, atau mungkin dilakukan oleh provokator dgn suatu tujuan tertentu.... –tipe mahasiswa yang terobsesi dengan teori konspirasi di balik segala peristiwa.
::: Semakin beragam warna status mahasiswa senior
Perwakilan dari seniman:
Indonesia menang dalam peningkatan para pemain sepak bola di lapangan tapi kalah strategi diluar lapangan.....belajarlah sama para Politikus. Djaduk Ferianto.
:::Dagelan khas seniman dan budayawan itu menyentil.
Namun dari semua status ajaib di atas, secara pribadi tidak ada yang SEAJAIB status bibiku tersayang
Garuda di dadaku, Arema di hatiku, Hello Kitty di hp-ku.
Kombinasi dari Nasionalisme, Primordialisme, dan Westernisasi sekaligus.
I Said: Like this Auntie.. :)